Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 45. Mario Nembak Tania



Semua pesan yang ada di aplikasi WA dari pesan, panggilan telepon dan panggilan video call langsung saja dihapus oleh Tania dia tidak mau urusan lagi dengan Mario walaupun ia sama sekali tidak menaruh rasa benci dan tidak pernah merasa dendam tapi ia tidak mau lagi berurusan dengan Mario. Ia ingin hidupnya lebih bahagia dan ingin hidupnya lebih tenang tanpa bayang-bayang Mario mungkin beberapa waktu kemarin seakan-akan Mario memberikan aura yang positif dan baik namun ternyata itu semua tidak tulus dan Ia baru tersadar sekarang ketika Bagus mengatakan semuanya kalau misalkan ia hanya sekedar dijadikan bahan taruhan. "Pokoknya gue gak mau ada urusan lagi sama dia!"


"Intinya sama sekali enggak mau berhubungan sama itu cowok lagi gue pengen bebas biarin gue jadi diri gue lagi. Yang bisa bareng sama Giska dan Sekar."


***


Mario hanya bisa mondar-mandir kekanan dan kekiri karena harus berpikir keras untuk mendapatkan Tania kembali dengan cara yang seperti apa? Suara televisi begitu nyaring sekali di kamarnya hingga membuatnya susah untuk berpikir dia pun langsung saja mengecilkan volume televisi tersebut namun tayangan ada di televisi itu seakan-akan memberikan sebuah isyarat apa yang harus dilakukan ke depannya yaitu tayangan yang ada di ditonton ini adalah tayangan ketika laki-laki sedang memohon kepada seorang perempuan yang sedang yang ngambek Mario masih belum mudeng lalu tiba-tiba teringat lah bagaimana cara untuk melakukan hal ini. "Kenapa gue nggak kepikiran ya buat nembak Tania kayaknya cewek kalau digituin pasti senang banget!"


Mario mematikan layar televisi lalu ia langsung saja mengambil jaket dan dompet untuk berangkat ke suatu tempat karena ia akan menyediakan semuanya yang lebih spesial dan lebih ekstrem dari orang-orang kebanyakan keesokan harinya namun sebelumnya dia menghubungi kedua sahabat Tania agar mau membantunya mungkin awalnya mereka akan menolak tapi dengan diberikan penjelasan mereka akan mengerti dan paham.


Sekitar 30 menitan Mario video call dengan mereka berdua ya walaupun awalnya memang benar mereka belum menyetujui rencana ini karena mereka anggap Mario hanya berpura-pura untuk dekat dengan sahabatnya tapi karena trik dari Mario berhasil mereka pun akhirnya mengiyakan dan membantu.


***


Ia menyuruh untuk kedua temannya untuk membantunya yaitu mempersiapkan penembakan Tania atau menyatakan cinta kepada Tania. Mungkin cara ini sedikit ekstrim untuk ia lakukan tapi karena ia yakin kami akan menerimanya akhirnya ia memberanikan diri untuk melakukan. Segala macam persiapan sudah siapkan tadi malam ini sedikit mendadak tapi semoga dan mudah-mudahan berjalan dengan lancar. Setelah pulang sekolah tiba-tiba kedua mata Tania langsung ditutup oleh Giska dan Sekar karena sebelumnya Mario sudah meminta kedua sahabat dari Tania untuk menutup mulut dan membantu dari rencananya ini untuk bekerja sama karena Mario awalnya ditolak oleh mereka karena menurut mereka Mario sudah menyakiti perasaan dan hati Tania tapi karena Mario meyakinkan mereka dengan begitu sangat pintar maka dari itu mereka mengiyakan dan mau bekerja sama dengannya. Awalnya kami terkejut sekali ketika kedua matanya dan jarak pandangnya tidak bisa melihat siapa pun yang ada di depannya karena kedua matanya ditutup Giska dan Sekar menggiring Tania kepada tempat yang sudah disediakan oleh Mario yaitu tepat di samping sekolah. "Gue mau diapain sih kok tiba-tiba di tutup kayak begini emang ada apa?"


"Udah kau diam aja deh mending ikutin kita aja semuanya bakalan baik-baik aja dan gue bakalan terkejut sekali dengan apa yang lo lihat sekarang nanti." Dengan hitungan 1,2 dan 3 perlahan pandangan Tania berubah menjadi terang dia terkejut sekali ketika Maria sudah berada di depannya dan kedua sahabatnya yang juga tahu ternyata tentang rencana ini kan ia menatap kedua sahabatnya karena mereka seakan-akan telah menutupi dan bekerjasama dengan Mario padahal sahabatnya sendiri dirinya bukan Mario tapi kedua sahabatnya malah tersenyum dan lebih memikirkan diri ke arah samping Mario pun memajukan langkahnya dan memberikan senyuman yang lebar kepada Tania. Ia bingung apa yang dilakukan oleh Mario. Mario memberikan sebuah surat kepada Tania.


Dear Tania,


Tania pun langsung saja menutupnya karena terkejut sekali kalau misalkan Mario telah menyatakan perasaannya dan menembaknya di depan teman-temannya. Ia benar-benar speechless dengan hal ini ia tidak bisa berkata-kata sungguh ini adalah kali pertama ia diperlakukan oleh laki-laki padahal selama ini tidak pernah terbersit sedikitpun diperlakukan spesial karena penampilan yang biasa aja dan penampilan yang mungkin tidak layak untuk dispesialkan dibimbing oleh laki-laki tapi ternyata rupanya Mario melakukan ini. "Jadi gimana apakah lo mau jadi pacar gue?"


"Ya mungkin lo kaget banget gue ngelakuin kayak gini dan tiba-tiba tapi gue pengen lo mau jadi pacar gue biar gue bisa jadi orang yang lebih baik karena lo dan karena diri gue juga!" Tak henti-hentinya Giska dan Sekar mengabadikan hal ini dan menyimpan ke dalam memori ponselnya mereka sama sekali iri dengan apa yang akan ia dapat mereka juga ingin diginiin sama cowok tapi mungkin belum saatnya sekarang mungkin nanti.


"Ya ampun kapan sih gue diginiin sama cowok perasaan cemburu umur gue nggak pernah deh beruntung banget sih Tania bisa digituin sama Mario cowok ganteng yang ada di sekolah ini!" Gumam Giska sambil melirik kearah Juan yang ternyata tak kalah ganteng juga dengan Mario.


"Kenapa Juan ganteng banget sih? Kenapa dia nggak giniin gue aja ya dengan juga pengen pasti gue terima langsung!" Khayalnya yang sudah terlalu jauh sekali.


"Gue belum bisa jawab sekarang. Dengan lakuin ke gue selama ini menurut gue dengan hal yang seperti ini belum bisa membayar kepercayaan gue kembali lagi utuh." Mario menarik napas sejenak dengan ucapan Tania.


"Gue bikin ini capek -capek lah dari tadi malam nggak sama sekali menghargai gue gitu?" Tanya Mario dengan nada yang super lembut yang mengatakan perasaan Tania. Tapi dengan adanya begini tidak begitu cukup.


"Makasih banyak udah baik banget sama gue selama ini walaupun semua hanya rekayasa dan rencana bukan dengan hati yang tulus tapi gue apresiasi dengan baik kok semoga dengan kemarin-kemarin itu bisa jadi perubahan menjadi yang tulus." Tania pun pamit pergi meninggalkan semuanya dia tahu ini sesuatu hal yang spesial tapi bukan seperti ini caranya. Mario malu banget seakan akan direndahkan oleh Tania sedangkan ia cowok populer yang nembak cewek cupu. Tangannya sudah mengepal begitu hebat sekali seolah tak terima dengan sebuah jawaban dari Tania.


"Tenang aja perjalanan masih panjang." Tepuk Juan. Mereka pun membubarkan diri karena seakan-akan pertunjukan ini gagal dan tidak berhasil.