
Tania semakin lama semakin sibuk dan Mario juga semakin sibuk mereka sama-sama mengurangi komunikasi mereka berdua secara tidak langsung. Walaupun seperti itu walaupun pula hubungan mereka sedikit agak merenggang tapi mereka berdua tetap menjalani suatu hubungan dalam sehari pasti ada aja komunikasi yang terjadi.
Leo dan Tania tiba-tiba saja semakin lama semakin dekat entah kenapa apa yang membuat mereka seperti itu bahkan membuat Roni pun benar-benar terkejut banget padahal awalnya Leo mengatakan kalau misalkan dia tidak mau dekat-dekat kepadatannya kalau misalkan bukan masalah pekerjaan. Bahkan Leo hari ini sudah mengatur jadwal untuk beberapa waktu ke depan mereka butuh akan terus bersama untuk mengurus suatu pekerjaan yang memang harus didampingi dan juga membutuhkan bantuan dari Tania.
Ada beberapa karyawan yang lain mempertanyakan hubungan mereka berdua kenapa tiba-tiba saja karyawan yang baru malah bisa masuk dan bisa dekat dengan orang-orang yang terpandang di dalam kantor ini.
"Pak sepertinya saya merasa nggak enak ya sama karyawan yang lain soalnya kayaknya mereka itu mengatakan kalau misalkan saya ini adalah orang baru di sini tapi kenapa malah saya yang dipilih?"
"Kamu kenapa sih banyak banget tanyanya sama saya dan nggak usah ribet deh ngedengerin apa yang mereka katakan yang paling penting adalah kamu bekerja itu harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku aja sama kita berdua dan yang paling penting adalah kerjaan kamu udah selesai ini ngapain lagi sih kamu harus mikirin ucapan mereka?"
Sebelum bertemu dengan klien hari ini sekitar 3 orang Leo mengajak kami untuk makan sebentar dan makanan yang dipesan ini adalah bukan makanan biasa melainkan makanan yang super duper mahal tapi menunya sangat sedikit sekali, awalnya Tania menganggap makanan ini adalah makanan biasa tapi setelah dicek memang sangat luar biasa sekali bahkan sebanding dengan harga yang ditarikan di restoran ini dan ini adalah kali pertama datang ke sini.
Ya walaupun mungkin Mario sering mengajaknya ke restoran mahal tapi ternyata makan ini memang benar-benar mahal daripada makanan yang sering diajak oleh Mario.
"Oh iya saya pengen tanya dong sama kamu saya harap kamu bisa jawab dengan sangat jujur dan kamu jangan tersinggung sama kata-kata yang saya lontarkan kali ini!"
Tania mengangguk. "Kamu beneran ya punya pacar yang sangat posesif? Ya kalau menurut saya sih pacaran itu boleh aja dijalanin asal salah satunya bisa menjalani komitmen dengan baik kalau boleh jujur saya itu dulunya punya pacar jadi kalian lihat di waktu kantor itu yaitu adalah mantan saya, saya pacaran sama dia cukup lama tiba-tiba saja ketika saya sibuk dia malah lebih saya buat nggak ada waktu dan nggak bisa luangin waktu buat iya dan tiba-tiba saja dia mutusin saya dan setelah putus dari saya dia malah pacaran sama orang lain."
"Trus?"
"Ya hubungan kita berdua ya kandas nggak bisa dipertahankan lagi dia sengaja mutusin saya karena katanya saya nggak ada waktu buat dia, ya memang sih seorang pekerja keras itu harus mengorbankan apa yang sebenarnya kita harus jalani tapi kalau misalkan dua-duanya sama-sama konsekuensi dan baik coba kalau baik dan baik juga.
"Iya sih, terkadang dia juga kayak marah-marah enggak jelas kayak gitu dia kan lagi kuliah dan sebenarnya saya ini tanya dimasukkan ke kampus yang sama, sama dia tapi karena mungkin saya ini bukan anak orang kaya dan nggak mau ngerepotin apa lagi status kita kan masih dalam tahap pacaran jadi saya nggak mau di obrolin di tetangga atau gimana makanya saya lebih memilih kerja."
Dengan cepat Tania pun menghabiskan makanan yang ada di hadapannya dengan cepat lalu mengambil air putih yang ada di hadapannya menepuk dengan cepat pula dan tidak sengaja ia tersedak karena terlalu terburu-buru dengan cepat kau pun mengambilkan tisu yang ada di sampingnya memberikan kepada Tania. "Kalau makan jangan terlalu terburu-buru santai aja mereka bakalan tahu kalau misalkan kita lagi makan!"
Tania pun tersenyum dan mengangguk saja lalu mengelap bibirnya yang basah kesana kemari. Tak berapa lama Kelayan pendatang dengan pakaian yang sangat rapi seperti klien-klien orang kaya pada umumnya dan dipersilahkan duduk oleh Leo.
Mereka pun membicarakan proyek yang akan mereka garap ke depannya Tania sebenarnya belum sangat mengerti tentang apa pembahasan yang terjadi tapi ia berpura-pura untuk tetap santai dan biasa aja agar bisa mau memahami apa aja sih sebenarnya ia daftarkan pekerjaan ini.
Diberikan kesempatan seperti ini sangatlah berharga dan memberikan pengalaman untuk Tania.
***
Akhirnya selesai juga pekerjaannya sangat menumpuk ini seharian beberapa kali harus keluar karena harus bertemu dengan klien. Wajahnya seperti orang yang tidak terurus bahkan skin care aja tidak semuanya ya pakai karena udah capek banget ketika sudah pulang ke rumah.
Leo menawarkan diri untuk mengantarkan pulang ke rumah tapi dengan cepat ia pun menolak karena tidak mau merepotkan. "Uhuk, ya ampun beberapa hari ini kalian dekat banget deh katanya nggak mau deket katanya nggak mau dijodohin gimana sih?" sindir keras dari Roni kepada Leo pembuatannya hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa dengan cepat walaupun menginjak kaki yang ada di sampingnya dan membuat Roni benar-benar merasa kesakitan ia benar-benar merasa malu karena sudah mengatakan hal ini di depan Tania langsung.
"Aduh sakit tahu enak banget sih injak kaki gue kayak begini!"
"Kalau ngomong sama gue tuh yang sopan jangan ngomong kayak begitu lah santai aja kali. Dan paling penting adalah gue ini atasan walaupun kita udah sahabatan dari lama ya kalau di kantor ya tetap berhak dong gue ngatur-ngatur semuanya?" Ia pun jalan cepat masuk kedalam mobil dan melajukan kemudinya lalu Roni mendekatkan diri kepada Tania mengajaknya untuk mengantarkan pulang ke rumah.
Tapi sayangnya sebuah mobil yang mengantarkan Tania setiap pagi kini sudah berada di depan dengan cepat ia pun berpamitan kepada Roni untuk masuk kedalam mobil tersebut yang merupakan mobil Mario.
"Ya kalau aja Tania putus sama dia pasti gue bakalan pacarin lo deh!" batin Roni dalam hati.