
"Mario kenapa ya terus-terusan ngajakin gue buat balikan padahal gue udah berusaha untuk ngelupain dia tapi dia terus saja ngejar gue buat balikan sama dia emang apa sih ada dipikiran dia jadi kayak begitu?"
"Ya itu tandanya dia suka sama lo dan dia beneran sayang sama lo jadi lo nggak akan pernah akan menemukan lagi orang seperti dia karena dia udah berubah gara-gara lo dan dia juga bilang kan berulang kali kalau misalkan dia udah nggak cinta lagi sama mantannya si Vita itu?"
"Iya gue tahu maksud lo apa tapi kan seharusnya jangan kayak gitu juga kali gue kan jadi enggak enak dan gue juga ngerasa kalau misalkan apa yang gue rasain sekarang itu bikin gue terganggu sama yang dia lakuin ke gue?"
"Kalau menurut gue sih lo terima aja Mario soalnya kan dia udah mulai berubah dan seharusnya kan kita sebagai sesama manusia pastinya memiliki kekurangan dan pastinya juga memiliki kelebihan nah kalau misalkan ada orang yang bikin kesalahan sama kita ya maafkan dia apapun itu kesalahan ya Tuhan aja maha pemaaf masa kita yang banyak dosa begini enggak bisa sih maafin dia?" ucapan itu membuat Tania merasa benar juga apa yang diucapkan oleh Sekar karena sejahat jahatnya manusia ketika dia bertaubat dengan Tuhannya dan ketika dia mau berubah menjadi orang yang lebih baik ya pasti bakalan diterima taubatnya tersebut masa kita sebagai manusia saja tidak mau memaafkan satu sama lain?
"Bener juga ya apa yang lo bilang sekarang soalnya gue bingung juga, ya udah deh tapi kalau misalkan masalah pacaran gue kayaknya enggak bisa terima dulu deh gue pengennya sahabatan dulu aja, oh iya gue pengen ngomong sesuatu nih sama kalian berdua katanya Mario Vita cuma bohongan doang sakitnya bukan beneran?"
"Kalau gue sih dari awal emang gak percaya sama apa yang dia ucapkan karena menurut gue dia enggak akan pernah mungkin selalu jujur karena selalu ditimpali dengan rasa keinginan untuk mendapatkan apa yang ada dipikiran dia!"
Obrolan itu menghentikan apa yang terjadi hari ini karena Mario tiba-tiba saja datang di hadapan mereka bertingkat. Sekar dan Giska saling senggol satu sama lain menyuruh untuk Tania agar mau memaafkan dan menerima Mario kembali. "Em, gue boleh ngomong sama sahabat kalian nggak?"
"Soalnya penting banget nih nggak bisa ditunda-tunda!"
"Kalau boleh tahu soal apa ya soalnya----"
"Udah ngobrol aja kalian berdua kita nggak papa kok beneran deh!" dorong mereka berdua kepada Tania agar mau kembali bersama Mario. Karna sebelumnya Mario sudah menyogok mereka berdua dengan es krim yang sangat lezat sekali dan menyegarkan tenggorokan maka dari itu dengan mungkin penjelasan yang begitu panjang akhirnya mereka berdua menerima Mario untuk kembali kepada Tania dengan syarat tidak menyakiti Tania dan berjanji untuk berubah menjadi lebih baik dan akhirnya Mario mengiyakan mereka berdua pun juga mau memberikan kesempatan untuk perubahan Mario kali ini.
"Aneh banget deh mereka berdua kok tiba-tiba kayak begini sih malah ngerestuin gue sama Mario apa Mario menyogok mereka ya?" Karna didorong oleh mereka berdua akhirnya Tania pun mengiyakan dari ajakan Mario tersebut mereka mengobrol berdua dengan tatapan yang serius dan sangat tajam sekali.
***
"Lo nggak sedih kan kalau misalkan gue pindah dari sekolah ini?"
"Kenapa harus pindah dari sekolah ini kan sebentar lagi bakalan lulus juga sayang banget kalau misalkan pindah dari sekolah lama ini? Ya sebenernya sih gue nggak ada hak buat melarang lo buat pindah ke mana pun atau sekolah manapun tapi----"
"Tapi apa? Lo enggak mau kehilangan gue?"
"Kok lo pede banget sih ngomong kayak begitu sama gue nggak maksud gue kenapa lo malah pindah dari sekolah ini padahal bentar lagi kan kita juga lulus?" Benar, dan ia merasa akan kehilangan apabila nanti Mario pindah dari sekolah ini nggak ada cowok yang mungkin bisa mengungkapkan perasaan itu lagi dan juga Mario mungkin satu-satunya cowok yang mau bisa menerima tanya apa adanya seperti sekarang walaupun mungkin awalnya dengan taruhan.
"Ya sebenernya sih gue nggak mau pindah juga dari sekolah ini tapi karena gue mungkin banyak kenangan banget di sini dan ada orang yang bener-bener gue cinta dan gue sayang dia nggak nerima gue ya udah mungkin salah satu cara untuk bisa ngelupain semuanya ya itu gue pindah sekolah, dan kebetulan juga karena bokap nyokap gue nyariin gue pindah sekolah gara-gara pekerjaan mereka ya sekalian aja gitu."
"Oh bagus deh kalau misalkan mau nurut sama kedua orang!" Suara itu sangat gemetar sekali membuat Mario tertawa dan tersenyum.
"Gue tau lo pasti merasa kehilangan banget kan kalau misalkan gue nggak sekolah di sini lagi enggak ada lagi yang nyapa lo dan nggak ada lagi yang ngajakin pulang bareng?" Dengan adanya Mario mengatakan hal ini kepada Tania.
"Hahaha jangan kepedean deh emang di sekolah cuma ada lo doang banyak kali teman-teman yang lain?" jawabnya dengan apa yang ia rasakan sekarang karena ketika mendengar Mario pengen pindah aja udah retak banget udah nyes banget.
"Ya udah gue kalau gitu pamit ya dan lo baik-baik sekolah di sini. Tapi kalau misalkan lo masih mempertahankan gue buat sekolah di sini gue bakalan bisa kok tetap di sekolah sini tapi asal mau terima gue lagi tapi kalau misalkan lo nggak memperjuangkan gue dan mau nerima gue ya udah gue bakalan pergi juga!"
"Ya udah. Gue mau terima lo lagi tapi lo janji jangan seperti yang dulu. Dan masalah Vita kayak gimana?" Mario memutar gerak tubuhnya kearah Tania ia sangat bahagia sekali ketika mendengarkan ia mengatakan hal ini dan urusan Vita nggak ada gunanya juga karena mereka nggak ada hubungan sama sekali lagi.