
Dipinggiran kolam renang,
Ia melihat Mario sedang memainkan air di pinggiran kolam dengan kedua kaki dan kedua tangannya terlintas lah dibenaknya untuk menanyakan sesuatu. "Kak aku boleh nanya sesuatu nggak sama kakak tapi kakak jawab jujur?" Karen mempertanyakan ini kepada Mario karena setelah ia melihat kemarin Mario membawa seorang perempuan untuk kedua kalinya ke rumah dan ia tidak suka dengan sosok tersebut.
"Boleh mau nanya apa?" Mario memainkan air kolam renang dengan tangan kanan dan kirinya beserta kedua kaki yang seakan-akan berenang.
"Kak Mario pacaran ya sama cewek yang datang kemarin waktu ada keponakan kita Kanya?" Mario menatap kedua mata Karen seakan-akan ia tidak menanggapi serius bahkan ia tertawa begitu saja.
"Loh kenapa malah ketawa emang ada yang lucu ya?"
"Ya enggaklah, aku cuma tanya doang kok kak penasaran aja emang enggak boleh ya nanya?"
"Loh kenapa kalian malah ngobrol di sini sih makan malam sudah mama siapin tuh di meja makan ayo buruan makan!" Belum sempat menjawab Mario langsung saja berdiri dan meninggalkan Karen yang masih di posisinya menunggu jawabannya.
"Lah belum dijawab udah main pergi begitu aja!"
Mario sudah kelaparan sekali padahal baru aja makan sore sekitar jam 4 an dia mengambil nasi begitu banyak di atas meja dan menaruh ke piring besar yang ada di depannya lalu tak lama ia mengambil ikan dan memencetnya di cabe atau di sambal yang banyak banget pedasnya. Kukus nasi menandakan kalau misalkan nasi tersebut masih hangat dan masih panas baru saja dikeluarkan dari rice cooker. "Pelan-pelan jangan terlalu menggebu-gebu ntar gigi kamu yang kasihan."
"Hei buruan Karen kamu ngapain di situ berdiri ntar kalau misalkan ada hantu kayak gimana ayo buruan sini makan bengong aja di sana!" Karen menghampiri Mario yang sudah duduk dan siap untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Ia menarik bangku kosong yang ada di samping Mario dia masih penasaran dengan jawaban Mario apakah Mario ada hubungannya dengan cewek yang kemarin dia lihat bersama keponakannya itu Kanya, tak mungkin ia menanyakan kembali di meja makan. "Waduh kalau Mama yang masak pasti deh rasanya nggak pernah mengecewakan kita semua!"
"Mamanya siapa dulu dong pasti enak banget!"
***
Setelah makan malam Karen langsung saja menghubungi Vita dengan men-chatting melalui aplikasi WhatsApp.
Karen merasa tak puas ia pun langsung saja menghubungi Vita teman sekolah dari Mario mungkin saja ia bisa memberikan solusi. Ia mengirimkan sebuah teks kepada Vita tapi sebelumnya ia berbasa-basi terlebih dahulu karena bisa-bisa Vita curiga dengan pertanyaan dari Karen.
"Hallo kak apa kabar udah lama nih kita nggak chatting-an? Kalau boleh tahu kakak lagi ngapain nih?" Mereka sedekat itu bahkan hampir dulu sebelum Mario putus dengan Vita, Karen dan Vita saling berkomunikasi hampir setiap malam.
Vita
"Hahaha iya nih kak kapan kakak main ke rumah ayo dong aku udah kangen banget nih sama kakak!"
Vita
"Entar ya kalau nggak ada sibuk dan nggak ada PR ntar main deh ke rumah kamu."
"Kak aku boleh nanya sesuatu nggak sama kakak tapi kakak jawab jujur ya. Kakak Kenal enggak sama cewek yang cukup di sekolah kak Mario kakak kan satu sekolah jadi kali nggak tahu lah siapa yang deket sama kamu Mario?"
Vita
"Tau sih emang kenapa? Kakak kamu cerita apa sama kamu kok tumben kamu tiba-tiba nanyain hal begini sama kakak?"
"Enggak sih kak cuma nanya doang kok nggak ada maksud apa-apa. Jadi mereka ada hubungannya kak?" Karna kurang yakin dengan jawaban kita ia pun mengirimkan foto diam-diam ia memfoto kemarin ketika Mario dan Tania dekat bersebelahan.
Vita
"Iya mereka dekat banget di sekolah bahkan Mario sering nganterin dia pulang sekolah ke rumahnya dia ya tukang ojek online aja. Emang kakak kamu ada cerita ya sama kamu kalau misalkan dia pacaran sama dia? Namanya Tania!"
Hah? Mendengar pulang bareng diantar oleh kakaknya Karen langsung saja berpikiran kesana kemari bisa jadi mereka berdua pacaran tapi diam-diam. "Hah? Apa mereka pacaran ya?"
"Ya udah ya kak nanti kita chatting-an lagi dan ketemuan kalau misalkan ada waktu makasih banyak ya kak maaf kalau misalkan aku mengganggu." Karen merebahkan kepalanya ke tempat tidur walaupun ini bukan urusannya tapi ia tidak mau memiliki kakak ipar yang cupu seperti cewek yang ia lihat kemarin dia pengen banget punya kakak ipar seperti Vita yang jauh lebih berkelas dan jauh lebih cantik dan sepadan dengan Mario yang ganteng jadi cocok.
***
Ada apa ini?
Vita bingung kenapa tiba-tiba Karen adiknya dari Mario menanyakan hal ini langsung dan men-chatting, apakah Mario curhat tentang Tania kepada adiknya? Vita sama sekali tidak terima kalau misalkan Mario dan Tania benar-benar berpacaran nantinya sedangkan dia masih cinta banget dan sayang banget dengan Mario ia tidak mau kehilangan Mario dengan perempuan yang tidak sebanding dengannya. "Ya ampun gue sama sekali enggak cinta sama Doni tapi kenapa gue malah dituduh gue selingkuh sama Doni? Gue masih cinta banget sama Mario bahkan sekarang Mario udah cerita mungkin sama Karen ah kenapa jadi begini?" Kesal duduk di pinggiran tempat tidur. Ia pun merasa gelisah ia mondar-mandir ke kanan dan ke kiri memikirkan bagaimana rencana untuk memisahkan antara Mario dan Tania. Terlintaslah dibenaknya untuk memisahkan Mario dan Tania tapi ada cara yang paling ampuh yaitu dia pengen Bagus untuk dekat dengan Tania dengan begitu Mario secara tidak langsung akan menjauh. Vita mencari nomor bagus di grup sekolah karena biasanya nomor di grup itu paling banyak terpampang nomor-nomor para siswa yang masih aktif di sekolah. Ketika dapat dia tidak langsung menghubungi dia berpikir dua kali terlebih dahulu apakah sekarang ini sudah akurat atau tidak. Lima menit kemudian ternyata ia mengurungkan diri untuk tidak menghubungi Bagus ia ingin mengatakan besok hari untuk mengatakan kalau misalkan Bagus lebih cocok dengan Tania daripada dengan Mario.
"Kayaknya besok aja deh gue kasih tahunya, kalau misalkan sekarang bisa-bisa dia curiga dan dia ke-gr-an kalau misalkan gue suka sama dia udah besok aja!" Tapi sebelumnya ia menyimpan terlebih dahulu nomor Bagus kalau misalkan ada apa-apa dia bisa menghubungi bagus dengan cepat.