Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 53. Merubah penampilan



Giska pun merebahkan kepalanya di pundak mama ia seakan-akan harus meminta persetujuan mama terlebih dahulu untuk bisa berubah nantinya.


Ia pun ke bawah dan menanyakan langsung kepada mama ia mengajak mama untuk besok ke mall tapi dia meminta saran terlebih dahulu. "Mah aku pengen banget deh mah berubah menjadi sosok yang cantik kira-kira boleh enggak mah?" Di luar dari dugaan ternyata mama menyebut dengan begitu hangat.


Setelah meminta saran ia pun masuk kembali ke dalam kamar terbesit di pikiran nya untuk melihat sesuatu di internet untuk perubahannya nanti. Ia kali kalau misalkan merubah penampilannya menjadi perempuan yang cantik yang tidak terlalu berlebihan tapi bisa di dihargai oleh semua orang. Ia membuka berbagai macam referensi yang ada di Google dan YouTube untuk melihat gaya-gaya yang cocok untuk ia kenakan dan ia akan membeli ini nanti bersama di mall. "Oh ya ampun cantik cantik banget sih mereka kayaknya gue bisa nggak sih kayak mereka yang cantik juga secara nggak langsung kulit gue kan emang putih?" Dengan pedenya jika mengatakan hal ini kepada dirinya sambil tertawa tidak jelas karena sudah nggak sabaran banget untuk nanti besok.


Ada salah satu penampilan yang begitu simple atau sederhana tapi begitu menarik perhatiannya. "Ya ampun cantik banget sih padahal penampilannya biasa-biasa aja?" Batinnya lali menyimpan dan menscreenshot gambar tersebut dan akan dijadikan referensi nanti besok.


Ia berdiri di depan cermin yang menunjukkan tubuhnya terlihat semua jika seakan-akan mengatakan dirinya kalau misalkan cantik dan menarik cuma nggak perawat aja makanya terlihat buruk dan burik. "Gue yakin banget kalo misalkan mereka bakalan terpana melihat kecantikan gue lebih cantik dari Vita yang digemari oleh cowok-cowoknya sekolah. Gue kalau misalkan gue secantik Vita ini pastilah mereka bakalan ngantri sama gue dan gue bakalan pilih salah satu diantara mereka seolah-olah gue yang diperebutkan aduh enggak sabar banget gue!" Ia mematikan layar ponselnya karena jam sudah menunjukkan pukul sekitar 9.30 malam saatnya untuk tidur dan nanti bakalan ke mall bareng sama mama setelah pulang sekolah jadi biarin aja dulu sehari gue jadi cewek cupu.


***


Ia begitu antusias sekali untuk membuat penampilan yang berubah, selama di mobil terus-terusan membayangkan atau mengkhayal hal yang ternyata nantinya bakalan kejadian.


Sampailah mereka di sebuah mall besar yang akan membuat Giska terlihat lebih cantik karena rencananya hari ini ia ingin membeli baju baju yang ada di mall yang cocok dan pas ia kenakan nantinya dan ia juga ingin merubah penampilan yang lebih modis lagi merubah yang ia kenakan sekarang seperti manusia yang cupu berubah menjadi manusia yang terlebih dihargai. Karna natural menurut orang-orang adalah natural yang cantik, putih, dan penampilan yang menarik dan itu standar dari kalangan orang banyak dan mayoritas nya seperti itu. Ia pun meminta mama untuk menyetujui baju mana yang pas untuk ia kenakan, dia juga mengambil skincare dan make up make up simple yang akan berpengaruh sekali dengan penampilannya ketika nanti ke sekolah yang tidak terlalu menor tapi bagus untuk dilihat. Mama bingung kenapa anaknya begitu ambisius sekali hari ini berbeda dari sebulan sebelumnya yang jauh lebih cuek dan jauh lebih biasa banget untuk berpakaian atau dari riasan dandanan tapi ia cukup senang. Giska dan mama berbagi tugas untuk memilihkan baju-baju dan nanti akan dipilih di depan ruang ganti. Giska ingin baju yang simpel simpel aja yang bisa diajak jalan dan masih modis walaupun warna yang polos biasanya selama ini warna yang terlalu gemerlap dan warna terlalu ngejreng dan ia ingin merubah image itu. Ia mengambil printilan untuk ia kenakan di area rambut selama ini ia ke sekolah memakai ikatan rambut dan juga selalu pakai kacamata karena matanya minus tapi ia ingin menyiasatinya dengan kunciran yang lebih bagus atau dengan bando dan jepit-jepitan. Kali ini berbelanja yang paling ribet. Tapi Giska senang dengan penampilannya nanti ia tidak bisa membayangkan kalau misalkan penampilannya yang nanti itu adalah penampilannya begitu cantik.


Mama memberikan baju-baju pilihannya untuk


Beberapa baju yang mereka pilih sungguh cantik untuk dikenakan oleh Giska yang memiliki kulit putih dan terang. Ia mencoba rambutnya di gerai untuk bisa membuat atasannya cantik yang elegan tidak begitu tomboy sekali seperti biasanya selalu di kunciran 1 seperti kuncir kuda. Ia bercermin dan memotret dirinya di depan kaca yang terlihat seluruh tubuhnya di dalam kamar ganti. Ia mencoba kembali pakaian-pakaian yang mama pilih kali ini soalnya yang dipakai tadi adalah pakaian yang ia pilih jadi ada perbandingan diantara kedua.


"Kenapa mah?" Tiba-tiba terkejut sekali ketika melihat penampilan Giska yang sedikit tampak berbeda bahkan mama benar-benar terharu.


"Kamu beda banget sayang kamu tuh cantik banget kenapa nggak dari dulu aja sih kayak gini kalau misalnya dari dulu kan kamu enggak dibully sama temen-temen kamu yang ada di sekolah?" Ucapnya yang sangat bahagia sekali dengan penampilan baru dari Giska ia memeluk sejenak karena pangling banget melihat penampilan Giska yang seperti ini.


"Haha iya ya mah kenapa aku baru kepikiran sekarang kalau misalkan harus berubah ya udah deh mah nanti nanti besok aku pengen berubah menjadi cewek yang jelek cantik dan memperhatikan dari penampilan aku ke depannya kayak gimana." Karna dirasa sudah cukup mereka pun akhirnya menuju kearah kasir untuk membayar barang belanjaan mereka yang cukup lumayan banyak dari biasa biasanya.


"Ya udah kalau gitu makasih banyak ya!"


Mereka memutuskan untuk keluar dari mol dan langsung pulang ke rumah tak sabar untuk memakai kembali pakaian-pakaian yang dibeli tadi di mall.


Mereka masuk ke dalam mobil dan mengulang cerita kembali ketika tadi di dalam melihat penampilan Giska yang begitu sangat cantik banget. Moment tersebut sama sekali tidak disangka-sangka oleh mama. "Mah aku beneran nggak sabar deh kalau misalkan besok soalnya aku yakin banget mereka kaget banget dengan penampilan aku? Duh aku beneran nggak sabar mah sama penampilan aku!" Mama hanya tersenyum dan mengusap puncak kepala dari Giska dengan gemas dia senang kalau misalkan anaknya bahagia.