
Setelah pekerjaan setelah selesai Roni pun malah mengajak Tania untuk mampir sebentar ke rumahnya. Ia sudah sangat menolak banget padahal menurutnya ini adalah sudah tidak wajar banget padahal mereka baru saja saling mengenal satu sama lain dan ini adalah hari weekend atau hari libur. Tapi Roni terus saja memaksakan ia agar mau untuk mampir sebentar ke rumahnya.
Karna ia menghargai sekali Roni sebagai tangan kanannya ada di perusahaan tersebut ia pun mengiyakan dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam mobil dengan membukakan pintu. Ia benar-benar merasa aneh banget.
Akhirnya sampai juga di sebuah rumah yang cukup besar di salah satu kompleks di mana Roni mengajak Tania untuk segera masuk kedalam rumah tersebut ia dibukakan pintu oleh satpam yang menjaga di depan pintu gerbang. Lagi dan lagi Roni mempersilahkan Tania untuk keluar dari mobil dan mempersilahkan kembali untuk masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka pintu utamanya lalu ia mempersilahkan Tania untuk duduk di ruang tamu.
Asisten rumah tangga Roni menawarkan untuk membuatkan minum kepada Tania dengan menu menu minuman yang ia sebutkan dan Tania pun hanya meminta air putih saja untuk ia minum nanti ketika disajikan di atas meja.
Ini memang benar-benar keterlaluan dan juga sangat aneh banget sepertinya bukan sekedar sebuah pertemanan biasa apalagi baru saja mengenal satu sama lain dan Tania ini bisa dikatakan karyawan baru yang sebenarnya harus ditanggapi dengan profesional biasa bukan malah seperti orang yang udah sangat lama kenal. "Ini rumah aku, aku di sini cuma beberapa orang aja soalnya kakak-kakak udah menikah. Mereka sering datang ke sini kok buat menjenguk orang-orang yang dibikin nah ini makanya aku tuh sering banget disuruh sama mereka. Oh kamu nggak kenapa-napa kan kok kayaknya wajah kamu tegang banget sih ngeliat kayak begini aku minta ma'af ya sama kamu sebelumnya karena udah ajakin kamu ke rumah aku!"
"Iya iya Pak aku nggak kenapa-napa!"
"Aku udah bilang kan kalau misalkan di luaran kantor kamu jangan bilang aku Pak panggil nama aja, aku nggak kenapa-napa kok dan aku juga nggak marah walaupun kamu bilang itu nggak sopan dan sopan-sopan aja karena kan kita seumuran juga!"
"Iya deh kalau gitu."
"Ini Non, ini minuman yang baru saja saya ambil di dapur kenapa minumnya cuma air putih doang di sana banyak lo akhirnya di dapur dengan berbagai macam aku rasa!"
"Iya nggak kenapa-napa kok aku sukanya dirumah minum air putih dan ga suka minuman yang manis-manis!"
"Soalnya dia udah manis makanya nggak perlu pemanis lagi buat diminum cukup ngeliatin mukanya aja minuman itu jadi berubah manis, makasih banyak ya Bi. Mama mana? Kok nggak kelihatan sih apa ketemu sama teman-temannya ya?"
"Iya lagi ketemuan sama teman-temannya biasa ibu-ibu arisan ya udah kalau gitu saya ke dapur dulu ya untuk masak soalnya baru ungkep ikan ya udah kalau begitu saya permisi dulu ya!"
"Ya udah kamu cari aja kali aja kamu nemu masa sih cowok sekaya kamu dan juga orang yang bener-bener punya segalanya nggak punya pacar aku nggak percaya deh sama kamu?"
"Ya sebenarnya aku tuh punya pacar dulunya tapi karena mungkin nggak srek dan juga tidak satu frekuensi makanya aku putus sama dia Ya mencari pacar itu enggak seperti cari baju di pinggiran jalan terus dapet kita pilih aja juga kadang perlu waktu jadi ya menurut aku nggak semudah itu sih! Aku sih pengennya kamu jadi pacar aku tapi ternyata kamu udah punya pacar dan pacar kamu kucing garong banget marah-marah."
Sudah kesekian kalinya Roni mengatakan hal ini kepada Tania tapi ia hanya bersikap biasa saja dan tidak mau membalas apapun. Mungkin saja ini hanya sekedar bercanda doang dan tidak ada maksud apapun.
Suara mobil terdengar ketika memarkirkan di samping rumah atau garasi dan mama pun datang dengan tas yang dia pengen pengen lalu sangat terkejut sekali ketika ada seorang perempuan yang berdiri di samping Roni. "Mah, ini kenalin teman sekantor aku dia karyawan baru di kantor makanya aku ajakin ke sini buat tahu gimana caranya bekerja yang baik di kantor tuh kayak gimana jam juga cara penanganan di sana!"
"Hallo perkenalkan nama saya tadinya saya rekan kerjanya pak Roni."
"Iya salam kenal ya! Ya udah kalau gitu Tante masuk dulu ke dalam kamar mau ganti baju kamu ngobrol-ngobrol aja sama orangnya." Ia pun segera menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamar dengan menutup kamar tersebut dengan cepat, Roni mengatakan kalau misalkan orang yang baru ia temui tadi itu adalah ibu yang melahirkannya. Penampilannya sangat modis dan anak muda banget seperti ibu-ibu pejabat bahkan bisa dikatakan Roni itu bukan orang biasa melainkan dia adalah anak orang kaya dan anak yang terpandang bukan anak biasa yang seperti karyawan pada umumnya.
"Pasti waktu itu kamu kaget banget ya ketika melihat rumah aku yang sangat biasa banget pantesan aja kamu kayak kaget pas aku nunjuk ke rumah waktu itu pas nganterin aku, ternyata kamu ini anak orang kaya ya aku baru aja sadar."
"Kamu ngomong apaan sih. Ya nggaklah ngapain aku ngerasa kaget ya biasa aja semua orang tuh punya koridor dan ceritanya masing-masing jadi pertemanan itu tidak melulu tentang harta dan tahta tapi bagaimana caranya orang itu tulus sama kita." Roni memegang bahu Tania dengan sangat lembut sekali bahkan ia mengatakan tidak ada bedanya berteman dengan siapapun yang paling penting adalah berteman itu tulus dan selalu baik sama kita yang jalani.
"Nanti kapan-kapan kalau misalkan keluarga besar aku udah ngumpul kamu mau nggak aku perkenalkan sama mereka soalnya pengen aja gitu kamu masuk di dalam keluarga aku, ya sebagai temen doang enggak ada maksud apa-apa dan aku harap pacar kamu nggak cemburu sama hubungan pertemanan kita ya. Aku takutnya dia bakalan cemburu kalau misalkan aku terlalu welcome sama kamu dan kamu terlalu welcome juga sama aku?"
Sebenarnya memang benar kadang seorang laki-laki dan seorang perempuan kalau terlalu dekat satu sama lain bakalan ada perasaan di antara mereka yang sangat terkenal apalagi Roni yang keterlaluan membawa Tania masuk ke dalam keluarga di saat-saat Tania sudah memiliki seorang pacar yang sangat posesif dan cemburuan.
"