
"Kalian ngapain sih bawa gue segala kesini emang kalian mau ngapain gue, gue masih normal ya!" Juan pun dengan cepat menghubungi Giska agar mereka cepat datang ke sini karena mereka atau target sudah tepat dihadapan mereka, mereka tidak mau mengulur-ngulur waktu.
"Gue sebenarnya ngapain sih di sini segala kalian nyembunyiin sesuatu atau ada hal aneh yang kalian lakukan tanpa sepengetahuan gue?" Mario sudah merasa gelisah dan merasa curiga banget dengan mereka berdua yang seperti ini tidak biasanya bersembunyi dan juga menyembunyikan sesuatu.
Akhirnya dari kejauhan mereka pun memarkirkan mobil dan dengan cepat pula Tania keluar dari mobil ingin bertemu dengan Mario jantungnya berdegup lebih kencang dari pada sebelum-sebelumnya.
"Lo harus percaya dan yakin kalau misalkan Mario pasti akan bisa kembali dan Mario gak akan pernah marah intinya gitu aja ya udah yuk kita langsung aja masuk kayaknya target sudah ada di dalam!"
"Eh tapi tunggu dulu deh gue sembunyi dulu ya kalian berdua aja dulu yang temuin Mario nanti kalau misalkan udah pas dan udah lega akhirnya gue nanti keluar dari persembunyian!"
"Ya udah kalau gitu lo tunggu di samping pohon itu aja ya lihat sendiri 'kan Mario udah nunggu di sana!" Tania pun dengan cepat mengangguk lalu bersembunyi dibalik pohon.
Seruan suara mereka sangat terdengar nyaring bahkan mereka sangat gemas sekali ketika Tania dan Mario tidak henti-hentinya melontarkan suara dan juga kata-kata yang sangat ambigu hingga membuat mereka benar-benar ingin langsung menyatukan mereka berdua yang malu-malu.
"Ayo kalian itu adalah pasangan yang cocok dan pasangan yang sangat langka di kalian balikan lagi deh enggak usah gengsi bensin dan gak usah dipikir panjang lagi kesempatan datang enggak dua kali jadi kalian santai aja!"
Suara notifikasi sangat terdengar dari ponsel Tania yakin banget kalau misalkan itu adalah dari Leo dan ia pun mencoba untuk berdoa agar suara itu akan berhenti tapi ternyata tidak sama sekali suara dering itu terus-terusan berbunyi. Hingga membuat Tania tidak mampu untuk mengambilnya tapi dengan cepat pula Mario mencoba untuk melarang Tania tapi yang paling penting adalah Mario benar-benar ingin mendengarkan Tania menceritakan apa yang ada di dalam hatinya.
"Kamu kenapa sih selama ini malah ngelakuin kayak begitu aku selama ini itu galau yang juga berat badan aku tuh langsung turun dan asal kamu tahu aku ngerasa kamu tega banget tinggalin aku!" ucap Mario yang tampak bergetar sekali mengatakan hal ini. Sungguh rasa kangen yang begitu sangat besar banget di dalam pikiran lagian juga hatinya tapi ia mencoba untuk menahan apalagi ketika mendengar tani yang sebentar lagi akan menikah rasanya sesak dan sakit banget dan tiba-tiba rasa yang tidak disangka-sangka akhirnya datang juga hingga membuat kedua matanya benar-benar tidak menyangka.
"Aku tanya sekali lagi apakah kamu mau kembali sama aku dengan kesalahan yang aku lakukan waktu ini tapi kalau misalkan kamu nggak beri aku kesempatan buat kembali juga masalah mungkin itu jalan aku dengan yang terbaik!" jawab tani yang tidak mau berekspektasi terlalu tinggi karena apapun yang ia lakukan selama ini ya karena semata-mata apa adanya aja gak ada maksud untuk menjahati perasaan orang lain bahkan menyakiti perasaan orang lain itu hingga membuat dia merasa kecewa.
"Dan asal kamu tahu kedua sahabatku itu adalah tempat di mana aku bercerita di mana aku ngerasa mereka itu adalah orang yang paling mengerti tentang perasaan aku. Dan aku juga masih menunggu-nunggu kamu supaya ada keajaiban agar tetap kembali dan ternyata Allah menjabah apa yang aku doakan selama ini kamu kembali denganku dan kita mungkin bisa menata dengan baik ya aku udah bikin usaha kecil-kecilan ya alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang mudah-mudahan ke depannya bisa jadi penghasilannya jauh lebih besar dan kita banyak memiliki kekurangan yang harus kita perbaiki lebih baik lagi ke depan!"
Mereka akhirnya merasa lega banget ketika dua orang yang awalnya kaku dan juga terlihat buku ini sudah mencair mereka berdua emang pasangan yang benar-benar tidak bisa dipisahkan oleh apapun walaupun masih ada badai yang juga angin tapi sampai kapan pun mereka juga pasti akan tetap kembali.
Tepukan yang sangat gemuruh sangat terdengar pesat. "Nah kayak gitu dong akhirnya happy ending juga kan ceritanya drama yang seakan-akan kita tonton secara langsung akhirnya nggak penasaran lagi buat ujungnya!"
Tania dan Mario merasa bahagia dan juga lega dan mungkin kalau misalkan mereka sudah berdua sama-sama siap sama-sama mapan maka mereka berdua akan ke jenjang yang selanjutnya.
***
"Sudahlah lo kenapa sih gak mood banget pagi ini? Kenapa? Ayo ceritain sama gue, gue bakalan bantu apapun yang lo mau dan lo butuhkan di pagi hari ini!"
"Gak kok, ya udah kalau gitu gue masuk dulu ya gue males buat ngomong dan makasih banyak selama ini udah ngebantuin gue dan makasih banyak buat semuanya!" Leo dengan cepat masuk ke dalam ruangannya dan running yang bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan menyilangkan dua tangan di atas dada dan juga kaki di bagian bawah ia sama sekali tidak menyangka kalau misalkan saya benar-benar sudah menaruh hati kepada Tania, yang mungkin awalnya ia sama sekali tidak suka dan awalnya sama sekali nggak mau tapi ternyata setelah 3 bulan menjalani kepada Tania yang pura-pura ternyata seperti ini endingnya dan iya dipatahkan lagi dengan perasaan dan cintanya emang malang banget laki-laki seperti Leo.
Roni berharap kalau misalkan kedepannya sahabat ini bisa mendapatkan orang yang bener-bener tulus dan orang yang bener-bener membahagiakannya apa adanya bukan karena harta dan juga tahta.
Leo merasa sangat kesepian banget apalagi selama 3 bulan ini sangat intens banget dengan Tania bahkan ketika Tania duduk dihadapan bangkunya dengan cepat ia pun meminta posisi agar tidak teringat. Ia adalah tipe orang yang suka sulit jatuh cinta tapi ketika sudah jatuh cinta maka ia tidak bisa sedikit melupakan orang itu dengan cepat butuh waktu dan juga butuh kondisi agar bisa kembali dan pulih seperti semula.