Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 101. Tania Sakit Dijenguk Seseorang



Mama sengaja membuatkan sarapan di pagi hari dan biasanya kalau misalkan ada anak-anak di rumah yang sakit biasanya dia suka bikin bubur ayam tanpa penyedap atau kayak gimana agar bisa lebih enak dimakan ia pun menaruh di atas meja sebenarnya Tania menolak tapi karena terus saja dipaksa oleh mama akhirnya ia pun mau untuk memakannya karena takut merepotkan.


Wajahnya masih sangat lemas Line juga sangat pucat mungkin berat badannya sedikit agak berturun. Ia mencoba untuk menyuapkan bubur itu ke dalam mulut agar bisa bertenaga dan tidak lemas dan akhirnya mangkok yang terisi bubur yang penuh itu habis juga ludes ternyata perutnya sangat lapar di pagi hari yang seperti ini setelah dua hari yang lalu makan hanya sedikit.


Tania kepikiran banget tentang pekerjaan yang mungkin sangat banyak banget menumpuk apalagi banyak email-email yang masuk ke dalam laptopnya yang belum dibuka selama 2 hari ke belakang ini karena nggak sanggup banget buat duduk di depan layar laptop.


Namun sebelumnya Roni dan juga Leo membeli sesuatu terlebih dahulu sebelum berkunjung ke rumah Tania. Roni sangat benar-benar menggoda Leo dikarenakan Leon sangat ambisius untuk membeli buah-buahan dan juga roti untuk Tania dan menjenguk rumahnya ini adalah kali pertama yang benar-benar aneh yang membuat roti curiga. "Ya ampun kenapa sih dari tadi selalu aja nanyain gue kenapa gue ke rumah Tania ya ampun gue ini juga manusia kali yang bisa jengukin orang sakit yang bisa datangin orang sakit ngapain lo harus nanya-nanya hal yang nggak penting ya begitu sih?"


"Apaan sih, gue itu cuma nanya doang kenapa malah marah-marah enggak jelas kayak begini ya gue sih ngerasanya aneh aja sama diri lo sekarang beberapa waktu ke belakang soalnya menurut gue lo itu kayak banyak berubahnya gitu semenjak deket sama Tania!"


"Hei denger ya dia itu bukan tipe gue bahkan gue juga lagi deket sama seseorang jadi kalau misalkan lo salah sangka gue suka sama Tania salah besar, gue baik kayak begini ya karena gue pengen baik aja sama karyawan gue supaya gue tidak dipandang atasan yang sombong dan atasan yang gak peduli sama karyawannya jadi ya gue mau merubah sikap gue aja menjadi lebih baik, udahlah nggak usah banyak ngomong bentar lagi kita bakalan sampai kok!"


Suara klakson sangat terdengar dari luar dan dari dalam juga karena ruangan yang sangat terbuka jadi sangat terlihat sekali kalau misalkan ada tamu atau orang yang berkunjung ke rumah Tania.


Mereka berdua melihat Tania yang sedang sarapan di meja makan sederhana yang sangat terpancar dari luar ke dalam karena jaraknya tidak terlalu jauh mereka pun memarkirkan mobilnya di teras yang sangat lebar tersebut.


Ternyata orang yang tidak disangka-sangka datang ke rumah Tania dengan berpakaian rapi sudah berdiri di depan pintu. Tania yang baru saja selesai sarapan sangat terkejut sekali dengan seorang laki-laki yang melebarkan senyum lalu dengan cepat mempersilahkan untuk masuk ke dalam dengan canggung dan duduk di sofa yang sangat sederhana tersebut. Hari ini adalah hari ketiga Tania yang tidak masuk kerja wajahnya pun masih sedikit pucat tapi lebih membaik dari pada hari kemarin 2 hari yang lalu. "Ya ampun kenapa repot-repot datang ke sini Pak saya sama sekali nggak enak deh kalau misalkan pak Leo dan juga pak Roni datang ke sini ngejenguk saya terima kasih banyak ya saya jadi repotin!"


Dengan cepat ia pun menginjakkan kaki Roni yang seakan-akan mempermalukannya di depan Tania dan Tania pun hanya bisa tersenyum saja bahkan ia bermaksud untuk membuatkan minum dapur tapi mereka berdua menolak karena melihat kondisi Tania yang belum pulih dan tidak mau direpotkan oleh mereka.


"Jadi kita sengaja beliin buah-buahan dan juga roti supaya bisa bikin kamu ada tenaga dan kira-kira kapan ya kamu bakalan balik lagi ke kantor? Eh tapi kalau misalkan kamu masih sakit dan juga lemas ya enggak masalah sih istirahat dulu tapi kalau nggak kunjung sembuh dalam beberapa waktu ke depan kamu dibawa ke rumah sakit aja biar ditanggung sama perusahaan oke?"


Tania lagi-lagi tersenyum perhatian Leo bener-bener terkesan sangat berlebihan seperti orang yang penyakit berat padahal ini hanya sekedar demam dan bisa dipastikan cuma kelelahan karena terlalu diforsir dalam bekerja jadi cukup drop badan Tania.


"Eh ada teman-temannya Tania mau dibuatin minum atau kayak gimana?"


Tania dengan cepat meralat ucapan mamanya tersebut mengatakan kalau misalkan 2 orang ini adalah orang penting yang pertama atasnya dan yang kedua adalah tangan kanan dari bosnya tersebut dengan cepat mama pun meralat ucapannya tersebut dengan meminta maaf dan mereka berdua sangat santai sekali menanggapi.


"Iya kayaknya Tania lagi kecapean banyak banget kerjaan di kantor jadi badannya agak ngedrop gitu sih tapi nggak masalah sih mungkin besok atau lusa dia bakalan masuk ke kantor karena kondisinya sudah membaik dan juga udah minum obat warung!"


"Bagus deh kalau misalkan udah minum obat kalau misalkan juga enggak sembuh bisa dibawa ke rumah sakit nanti Sayang bakalan bawa biar fasilitas karyawan saya yang nanggung."


Roni hanya bisa masa-masa nggak jelas seolah-olah ia tidak peduli dengan kata-kata yang Leo lontarkan ia adalah seperti laki-laki yang modus mencari perhatian dengan salah satu orang tua orang yang dia suka. "Perkenalkan ini itu atasan aku mah namanya pak Leo dan ini Itu tangan kanannya pak Leo namanya pak Roni!" Dan mereka pun berkenalan satu sama lain sebenarnya agak canggung dengan orang baru tapi karena mereka profesional sudah sering bertemu dengan orang-orang baru maka dari itu membuat mereka jauh lebih santai dari pada orang yang tidak terbiasa seperti mamanya Tania.