
"Aku boleh nanya sesuatu nggak sama kamu?"
Tania kepikiran dengan kedekatan Giska dan Juan yang semakin hari semakin terlihat saja kalau misalkan mereka berdua seperti menyembunyikan sesuatu diantara dirinya dan Mario ia pun langsung saja mempertanyakan hal ini kepada Mario sahabat dari Juan sendiri.
"Boleh, mau nanya apa tanya aja kalau misalkan pengen nanya sama aku?" Jawab Mario yang langsung saja merespon pertanyaan dari Tania. Ia mendengarkan secara seksama dan sambil menatap kedua mata Tania begitu sangat tajam dan menjadi pendengar yang baik untungnya.
"Si Giska dan Juan itu pacaran ya kok kayak deket banget sih mereka berdua aku nanya kemarin tapi enggak dijawab itu sama dia mungkin karena malu kali ya!"
"Iya aku lihat kayaknya dia tuh kayak suka gitu sama si Giska soalnya dia kayak banyak perubahan gitu jadi cantik!"
"Nah makanya aku juga bingung ntar deh aku tanyain langsung sama bis kalau misalkan mereka pacaran atau tidak oke?" Mario dengan pertanyaan dari Tania.
"Gimana kalau misalkan kita tes aja mereka aku nelpon Giska duluan terus setelah aku nelpon Giska kamu telepon Juan ya biar kita tahu reaksi dan apa yang mereka katakan oke?"
Sambungan terhubung..
**Giska
"Iya hallo ada apa ya Tania? Kok tumben banget sih telepon gue?"
Tania
"Gue coba pengen nanya aja sih sama lo tapi lu jangan marah ya sama pertanyaan gue lu lagi deket sama Juan akhir-akhir ini gue lihat lo deket banget sama Juan kalian berdua pacaran ya?"
TERDIAM.
Tania
"Lo masih denger gue ngomong kan ayo jawab aja gua nggak marah kalau misalkan beneran nggak sama dia?"
Giska
"Ya udah ya kalau gitu udahan dulu gue kayaknya dipanggil mama tuh di luar dadah!"
Telfon akun dimatikan dan Tania tidak mendapatkan apa-apa dan itu didengar langsung oleh Mario**.
Kini giliran Mario untuk menghubungi Juan.
**Sambungan Terhubung...
Juan
"Iya hallo ada apa Mario tumben banget nelpon jam segini lo mau ngajakin gue jalan gue males banget nih jalan!"
Mario
Terdiam sejenak.
Mario
"Hei kok malah diam aja sih kok enggak dibales pertanyaan gue gue nanya lupa caranya berdua ya kalau misalkan emang beneran pacaran cuman masalah kenapa sih enggak jawab gitu doang kayak susah banget emang lo pacaran berdua ya?"
Juan
"Apaan sih, kok malah ngomong kayak gitu emang kenapa kalau misalkan pacaran sama dia emang bukan urusan lo juga kan? Ya udah deh kalau gitu gue mau mandi dulu ya udah sampai ketemu lagi di sekolah bye-bye**!"
Dan mereka berdua sama sekali tidak mendapatkan hasil sedikit mah dari dua narasumber yang mereka kuras dan mereka pancing.
"Ngapain sih mereka ada disini kok bisa tiba-tiba ada mereka sih apa mereka janjian ya?" Bagus melihat Mario dan Tania sedang berduaan ia pun mengintip secara diam-diam dari kejauhan ia juga tidak berani untuk mendekat karena takut. Mario berdiri merapikan bajunya yang terlihat kusut tidak sengaja ia melihat sosok Bagus seperti sosok Bagus yang sedang berdiri di ujung pohon. Ia mengambil cermin kecil yang ada di dompetnya ternyata diam-diam benar itu Bagus. Ia berusaha untuk tidak memanggil bagus karena mengintip malah duduk disamping Tania seolah-olah ingin romantis beneran karena ingin memanas-manasinya. Ia merangkul Tania seolah-olah membuatnya panas dan membuat Tania sedikit terkejut kenapa tiba-tiba Mario bisa seberani ini depan orang banyak.
"Loh kamu kenapa sih kok tiba-tiba kayak----"
"Udah nggak apa-apa kok santai aja ya udah kalau kayak gitu nikmatin aja!"
"Siapa suruh dia ngekiatin gue sama Tania dia pikir gue nggak ngelihat dia apa!" Ucap dari Mario dalam hati. Mario membeli pentol yang ada di depan setelah membeli ia menyebabkan pentol tersebut ke dalam mulut lainnya ia tidak perduli seromantis apa yang ia lakukan kepada Tania hingga membuat Bagus akan jealous.
"Biar orang pada tahu kalau misalkan kamu tuh pacar aku makanya mereka nggak berani buat deket sama kamu ada aku disini!" Dengan spontan tani langsung saja memukul paha dari Mario hingga Mario merasa kesakitan.
"Aw kenapa kamu malah mukul aku sih di kaki di pahaku aku kan sakit emang aku ngapain kamu jadi kamu mukul aku?" Ia mengelus halus pahanya.
"Ya ampun maaf banget ya aku nggak sengaja soalnya kamu sih tiba-tiba nyuapin aku makan pentol aku kan malu sama aja kan orang-orang banyak saya nggak bisa ajak makan sendiri?!"
"Hahaha iya-iya aku minta maaf soalnya kamu sih enggak peka-peka sama aku masa aku udah ngeluarin pentol kamu diam aja ya udah deh aku sodorin dengan cepat!" Ungkapnya yang begitu cepat yang sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.
"Ya Allah maaf deh kalau gitu ya udah tapi nggak sakit lagi kenapanya itu juga aku cuma pelan!"
"Kalau kamu bukan pacar aku, aku bakalan pukul kamu juga balik tapi karena kamu perempuan dan kamu pacar aku ya udah biarin aja!" Gombalan dari Mario kepada Tania.
"Hahaha iya juga sih." Ketawa dari Tania kepada Mario yang masih saja kesal kepadanya.
***
Selama perjalanan pulang ke rumah mereka sangat menikmati sekali jalan-jalan di sore hari ini bahkan Mario dan Tania sudah mulai merasa nyaman ketika mereka jalan berdua biasanya awal-awal ketika mereka masih pacaran mereka masih canggung banget dan bingung mau ngomong apa dan membahas tentang apa sekarang banyak sekali pembahasan-pembahasan yang mengalir begitu saja. Udara di sore hari ini memang tidak ke sejuk di pagi hari namun udaranya begitu dingin sekali membuat suasana panas dan terik matahari tidak begitu menyengat karena jalan bareng dengan orang yang mereka suka dan orang yang menyenangkan bagi mereka. Akhirnya sampailah mereka di rumah Tania, Tania turun dari motor dan memberikan helm kepada Mario. "Makasih udah dianterin pulang ke rumah mah udah kalau gitu aku masuk dulu ke dalam!"
"Kamu pulangnya hati-hati lain kali aja kamu jangan terlalu kesorean kasihan kamunya pulangnya nanti kemaleman!"
"Hahaha iya nggak apa-apa kok santai aja semuanya bakalan baik-baik aja ya udah kalau gitu aku balik dulu ya maaf ya aku nggak bisa mampir soalnya yang mau mandi dulu habis ini!" Tania mengangguk dan tersenyum. Mereka melambaikan satu sama lain dengan Mario.