
"Sebenarnya aku pengen berubah pikiran tapi enggak tahu deh apakah rencana aku ini bakalan terjadi atau enggak, kira-kira aku bisa nggak sih mundur dari kampus soalnya aku kayaknya pengen kerja aja dan aku nggak mau ngerepotin keluarga!"
Mendengar hal tersebut malah membuat mama benda-benda sangat terkejut sekali dengan ucapan dari Mario ia benar-benar tidak merasa terima kalau misalkan Mario yang sudah masuk ke kampus tiba-tiba pengen mengundurkan diri dan pengen menjadi manusia yang benar-benar harus sukses dan juga bergelar paling gak S1. "Kamu kenapa tiba-tiba sekarang tuh pengen kerja dan kenapa kamu tiba-tiba pengen mengundurkan diri dari kampus padahal kamu sendiri kan pengen banget buat kuliah tapi di saat kamu udah kuliah kamu pengen tiba-tiba aja mengundurkan diri nggak nggak boleh kamu harus tetap lanjut sampai lulus nanti!"
"Tapi Tania udah deket sama laki-laki lain bahkan dia udah ketahuan jalan sama bosnya atau tangan kanannya aku juga nggak tahu dan aku ngerasa dia itu bener-bener udah beda banget seperti apa yang selama ini aku kenal aku tuh gak mau kayak gitu!"
Mama hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan ucapannya tersebut maka dari itu malah membuat Mario merasa ingin mendekat kepada Tania dan pengen keluar dari kampus dan juga maunya adalah pengen kuliah bersama Tania tapi ternyata nyatanya nggak seperti itu maka dari itu membuat Mario ingin mengikuti gerak-gerik Tania kemanapun dia pergi dan gak mau melihat perempuan yang dia suka itu dan dia cinta itu malah dengan yang lain.
"Ya kamu misalkan kalian berjodoh bakalan berjodoh tapi kalau misalkan nggak berjodoh ya bakalan berpisah jadi ngapain harus dipikir yang nggak itu aja sih sebenernya kalau menurut Mama. Udah kamu tenang aja kalau misalkan Tania itu memang bener-bener jodoh kamu ya kalian bakalan bareng tapi kalau misalkan seperti apa yang Mama bilang tadi kali akan berpisah sampai kapanpun udah gitu aja sih udah lah kamu nggak usah terlalu galau dan mikirin kayak gimana yang terpenting adalah kamu sekolah dulu di kampus belajar dulu yang bener nanti kalau misalkan udah jalannya bakalan bareng kok," ucap mama yang mengatakan hal itu langsung kepada Mario meyakinkan kalau misalkan berjudul ia bakalan barang tapi kalau nggak berjodoh ya bakalan berpisah juga ujung-ujungnya.
***
Di saat malam sepi seperti ini rasanya suasana semakin senyap dan juga rasa perasaan pun semakin bercampur aduk membuat Tania benar-benar merasakan indahnya di malam hari walaupun suasana di luar sangat hening gue juga terdengar suara jangkrik. "Kamu kenapa sih berubah banget dan kenapa kamu malah bikin suasana semakin runyam aku sama sekali nggak suka dengan semua ini dan ternyata nyatanya kita enggak berjodoh dan kita udah putus mengakhiri hubungan kita berdua!"
"Kamu tau nggak sih apa yang aku rasakan kalinya benar-benar berubah!"
"Kamu ngapain sih duduk di luar malam-malam kayak gini mending kamu masuk ke dalam terus nonton TV atau kayak gimana."
"Ya nggak apa-apa kok aku cuma pengen duduk di sini aja menikmati indahnya malam soalnya di dalam tuh rasanya panas banget makanya aku duduk-duduk di sini. Oh iya aku pengen kayak ngerasain gimana sih caranya buat jauh lebih baik ya mungkin dengan melupakan masa lalu dan pengen membuka lembaran baru. Soalnya aku udah putus sama dia dan mungkin ini adalah pilihan Tuhan yang terbaik buat aku sama dia ya udahlah itu mungkin udah jalannya deh."
"Bagus deh kalau kamu sudah baik dalam menentukan suatu pilihan ya kalau misalkan emang baik-baik coba kalian baik juga tapi kalau misalkan kalian emang bukan jalannya buat barang yang bakalan gak barang intinya adalah yang selalu terbaik ya udah kalau gitu mau masuk dulu ya ke dalam." Tania mengangguk lalu ia memainkan ponselnya banyak sekali notifikasi dari Sekar dan Giska mereka sangat terkejut sekali ketika mendengar kalau misalkan hubungan mereka berdua sudah tidak bisa dipersatukan lagi oleh sudah berpisah.
"Kamu kenapa sih banyak banget berubahnya kalau misalkan kamu nggak berubah kamu percaya sama aku aku enggak bakalan ngomong kayak begitu sama kamu dan kita nggak akan pernah putus!" batin Tania dalam hati sambil tersenyum lalu dengan cepat ia pun menutup layar ponselnya dan menutup pintu rumah dan masuk ke dalam kamar merebahkan di kamar yang sangat sederhana itu yang sudah ia tempati beberapa puluh tahun atau belasan tahun ke belakang.
Menaruh ponsel tersebut di atas meja alias di samping lampu tidur yang ada di dalam kamar yang sangat sederhana tersebut ia pun mengambil selimut dan mengepalkan selimut itu ke badan dan menghadap ke sebelah kanan dengan cepat ia pun memejamkan kedua matanya.
***
Suara alarm yang sangat nyaring sekali ia pun dengan cepat meraba lalu mematikan sejenak dengan cepat pula ia membangunkan diri dan merapikan tempat tidur setelah selesai ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk berangkat bekerja.
Karna beberapa hari ini tidak bisa sholat atau halangan maka dari itu membuatnya jauh lebih rajin untuk menata kamarnya. "Kamu kenapa sih kok kayaknya terburu-buru banget buat berangkat ke kantor?"
"Soalnya cuacanya gelap banget dan aku juga hari ini mau naik ojek 'kan jadi harus buru-buru nanti kalau misalkan kehujanan di jalan nggak enak!"
Suara klakson mobil sangat terdengar di luar dengan cepat pula ia langsung keluar ternyata itu adalah Leo yang sengaja menjemputnya bener-bener sesuatu yang tidak disangka-sangka.
"Pak Leo? Kok dia bisa ada di sini sih enggak jemput aku ya ampun berarti gue harus berangkat bareng ya sama dia?" Dengan cepat Tania pun bergerak dan ia berusaha untuk lebih santai agar tidak kelihatan groginya atau seperti apa dan Leo pun membuka kaca spion lalu menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil untuk berangkat bareng.
Ketika berada dalam mobil mereka tidak ada obrolan sama sekali hanya diam dan diam bahkan ketika sampai di kantor pun mereka tidak ada ucapan sama sekali dan sebelum Tania turun dari mobil Leo mengatakan hal yang sangat sangat tidak disangka-sangka selama ini ia malah menyuruh Tania untuk makan siang bersama nanti bersamanya berdua dan Tania tidak menjawab apa-apa hanya sekedar mengganggu karena tidak mau membuat pertanyaan yang membesar di dalam benak atau pikirannya.