
"Kenapa malah makin dekat aja sih? Gue yakin kalau Mario itu di pelet sama Tania.
"Gue juga yakin kalau misalnya Mario dipelet sama Tania, mana mungkin cowok ganteng kaya Mario bisa suka sama cewek cupu kayak dia."
"Dia nggak kapok apa udah kita tempel in permen karet kemarin dan sekarang malah tambah deket sama Mario, menurut gue sih ada apa-apanya sama Mario kira-kira masalah apaan ya?"
"Pokoknya sampai kapanpun gue nggak akan biarin Mario deket-deket sama tu cewek cupu walaupun gua ini adalah mantannya tapi sampai kapanpun gue nggak rela pacar gue eh maksudnya mantan gue jangan sampai deket deket sama cewek kampung dan cewek cukup kayak dia. Gue yakin Mario tuh masih sayang banget sama gue dan gue juga yakin Mario itu cuma gengsi buat balikan atau ngajak balikan sama gue.."
"Nah makanya kita harus berjuang untuk membuat semuanya balik seperti semula entar posisi lo bakalan digeser sama dia. Lo mau posisi lo populer dan secantik sekarang diambil alih sama cewek cupu kayak dia apalagi kedua temannya itu makin lama makin dan makin lama makin sok kecantikan aja."
"Makanya gue harus berbuat apa yang gue pengen dapatkan. Oh iya seminggu lagi kan gue ulang tahun, nah gimana kalau misalnya gue undang dia buat datang dan gue nyuruh dia buat pakai baju hitam-hitam? Kayak hantu kali ya?"
"Jangan dia doang tapi lo suruh buat temen-temen dia biar samaan hahaha."
"Baik deh kalau gitu hahaha." Rencana Vita yang sudah tak sabaran untuk melakukan hal ini kepada mereka bertiga.
***
"Apa gue ngomong sama bokap dan nyokap kalau misalnya gue pengen ulang tahun gue di rayakan ya? Gue pengen banget nih."
"Ya udah deh gue pengen di rayakan." Batinnya dalam hati kepada dirinya sendiri. Ia pun menghampiri mama dan papah yang sedang asik duduk di sofa depan tv. Ternyata mereka sadar kehadiran Vita di belakang mereka.
"Mah pah aku pengen dong ulang tahun ke tujuh belas tahun aku di rayain? Boleh gak? Pengen banget nih di rayakan. Boleh?" Rengek Vita kepada mama dan papahnya di ruang tamu. Mama dan papah hanya saling tatap satu sama lain dengan ucapan Vita.
Karna tampak ragu Vita pun langsung saja melirik ke arah mereka kembali. "Jadi boleh kan? Aku pengennya serba putih boleh kan? Sekali aja." Ucapnya yang sangat ingin sekali ulang tahun ke tujuh belas tahunnya di rayakan di rumah dan mengundang teman-teman sekelasnya.
"Ya udah deh boleh, nanti kamu undang teman-teman sekelas kamu ya. Kita bikin undangan dulu di percetakan. Oke?"
"Oke baiklah." Sahutnya yang sangat bahagia sekali."
Karna hari sudah malam ia pun memutuskan untuk ke kamarnya.
***
"Kalau menurut gue sih datang ya soalnya kan dia mantan loh secara tapi bisa juga dia nggak datang karena mungkin dia malu karena di sekolah kita kan tahu dan gempar banget waktu kalian pacaran dulu dan tiba-tiba kalian putus juga gempar masa tiba-tiba mantan datang ke acara ulang tahunnya Ya emang nggak salah sih datang ke ulang tahun doang tapi kan dia tipe orang yang gengsian banget dan arogan sama siapapun tapi menurut gue semenjak dia dekat dan kenal sama cewek cupu itu dia kayak turun pamor gitu lo ngerasa nggak sih?"
"Gue juga dari awal tuh emang ngerasa aneh kenapa tiba-tiba Mario bisa deket sama tuh cewek cupu makin lama makin ketahuan tuh cewek cupu cari jampi-jampi buat Mario dan gue nggak akan pernah biarin dia pacaran sama mantan gue berarti gue secara nggak langsung disamain sama dia levelnya ah ogah banget gue." Vita tidak terima dengan apa yang terjadi nanti atau yang sedang terjadi kali ini ia sama sekali tak terima karena menurutnya Tania disamakan dengan level dirinya yang sudah high class banget menurut versinya.
"Eh itu kayaknya cewek cukup deh lewat dari jauh aja udah silau banget saking nggak cantiknya." Sindir Vita yang pasti terdengar oleh Tania dan kedua temannya. Namun ada sesuatu hal yang sangat mencengangkan sekali yaitu tiba-tiba Mario mendekat kearah Tania dan memberikan hadiah kepada Tania yang sudah dibalut dengan kado yang begitu rapi sekali. Mulutnya langsung terbuka begitu saja ketika Mario memberikan hadiah kepada cewek cupu yang baru ia gibahin itu.
"Selamat ulang tahun ya, ya semoga ulang tahunmu menjadi ulang tahun yang berkah panjang umur dan sehat selalu. Oh ya sorry banget gue kasih hadiah kalau apa adanya dan mungkin ini nggak seberapa dengan hadiah orang-orang yang ngasih hadiah buat lo tapi gue ngasihnya ikhlas banget dan semoga kedepannya lo jadi orang yang jauh lebih baik lagi dan jadi orang yang dewasa yang tidak memilih-milih teman satu sama lain." Seakan-akan sekaligus ia mengindera Vita yang ada disekitarnya. Dan berhasil membuat Vita geram.
Kedua tangannya sudah mengepal begitu hebat ingin rasanya menyingkirkan Tania dari hadapannya yang sedang asyik beradu cerita kepada Mario. "Emang dia lagi ulang tahun ya? Kok nggak penting gitu ya."
"Kata siapa enggak penting menurut gue penting kok? Lo tahu kan salah satu teman kita lagi ulang tahun itu harus diucapin bukan malah di sumpah-sumpah yang kayak yang lo bilang tadi." Karena tak terima Vita pun langsung saja masuk ke dalam kelas dengan langsung menarik temannya atau bisa dibilang sahabatnya.
"Sumpah gue kesel banget! Kenapa sih tiba-tiba Mario kasih hadiah buat dia. Kan bentar lagu gue juga ulang tahun gimana sih."
"Udah lo santai aja nggak usah gegabah kita santai aja dulu nggak usah ah emosian nanti juga kita bakalan menang kok ngelawan cewek cukup kayak begitu masa cewek selevel kalah sih sama cewek cupu kayak dia? Lo merasa percaya diri nggak sama diri lo sekarang kalau misalkan lo nggak percaya diri ya itu tandanya dia menang daripada lo!"
"Iya gue tahu tapi kan----"
"Udah nanti kita pikirin lagi deh. Gimana caranya kita ngerjain dia sekarang lo fokus sama hari ini soalnya kita lagi ulangan bentar lagi."
"Hah ulangan? Sumpah gue enggak belajar sama sekali kenapa lo nggak bilang sama gue sih kalau misalkan hari ini itu ulangan?"
"Loh bukannya kemarin pas pulang sekolah gue kasih tahu lo buat ulangan hari ini masa lupa sih dan gue juga malamnya atau sore nya kalau nggak salah gue udah chat lo kok coba deh lo lihat?"
Karena tidak percaya Vita pun langsung saja mereka hp-nya dan ternyata benar ada chat masuk waktu itu dan sudah bercentang biru 2 itu tandanya sudah dibaca. "Oh iya bener. Maaf ya gue kebanyakan pikiran nih lama-lama gue kayak nenek-nenek lagi."
-------
Lalu apakah hadiah dari Mario itu diterima oleh Tania? Apakah Mario berhasil membuat Tania jatuh cinta kepadanya? Jangan lupa mampir ke bab selanjutnya ya untuk menemukan jawabannya biar nggak penasaran!