
Biasanya ketika Vita ke toilet ia mengajak temannya untuk menemaninya. Kali ini ia sendirian aja minta temani sama sekali dan biasanya menemaninya adalah Tami teman sebangkunya. Dipersilahkan untuk keluar untuk ke toilet. "Ya udah kalau gitu jangan lama-lama ya." Ucap salah satu guru yang ada di depan yang sedang mengajar di kelas sekali ini. Tami merasa aneh dengan sifat Vita pasti ada sesuatu yang ingin Vita lakukan. Vita tahu sekali kalau misalkan hari ini adalah jadwal olahraga kelas Tania otomatis kelasnya bakalan kosong. Ternyata benar kelasnya kosong dan pintu kelas ditutup dengan begitu rapat sekali. Ya langsung saja mengeluarkan permen karet yang masih utuh yang ada di saku baju seragamnya lalu membukanya dengan cepat membalurkan kebagian kursi Tania.
"Rasain lo emang enak?" Gumam Vita yang perlahan masuk ke dalam kelas Tania. Ia menaruhnya dengan asal dengan memutar-mutar nya lebih tebal lagi dari kemarin yang sebenarnya kemarin itu adalah permen karet yang terlalu ketipisan karena takut ketahuan sama yang lain kalau kali ini kelas begitu sepi karena sedang berolahraga di lapangan dan kelas-kelas yang lain sedang belajar otomatis minim sekali untuk orang-orang tahu aksi dari yang dilakukan oleh Vita.
"Kayaknya gue ke toilet dulu deh. Nggak papa kan kalau misalkan buku-buku lo yang naruh sendiri gue kebelet banget nih!"
"Ah nggak setia kawan banget sih lu jadi temen masih ninggalin gue di perpustakaan? Kalau misalkan gue kenapa-napa gimana?"
"Halah lebay banget sih lo jadi orang. Gue ke toilet bentar aja ntar gue jemput lo di sini deh."
"Ya udah deh terserah lo bilang aja lo males buat naro buku-buku ini kan di sini dah lo bilangnya kebelet padahal mah lo males aja."
"Apaan sih lo nggak jelas banget jadi orang."
Mario baru saja keluar dari perpustakaan tapi Mario lebih dulu menuju ke arah kelas yang sebelumnya ia ke toilet dulu karena udah kebelet banget. Ternyata ia melihat suatu pemandangan yang tak lazim yaitu ada Vita yang masuk ke dalam kelas Tania yang padahal kelas Tania sedang berolahraga di lapangan. Itu tandanya ada sesuatu hal yang mencurigakan Mario pun langsung saja mendekat dan menanyakan sesuatu kepada Vita yang membuat perempuan itu terkejut sekali atas kehadirannya. "Ngapain ada di situ?" Ucap Mario yang melihat Vita tiba-tiba saja menaruh permen karet kembali ke bangku Tania jauh lebih banyak dari sebelumnya. Vita sontak terkejut sekali dengan kehadiran Mario yang tidak disangka-sangka. Langsung saja berdiri dan menyembunyikan permen karet yang belum terbuka dan yang sudah terbuka ia buang sembarangan secara asal ke belakang.
"Ngapain tiba-tiba ada di kelas Tania?"
"Lo juga ngapain di sini?"
"Ya nggak boleh gue ke kelas orang lain? Ngomong-ngomong nanti lu datang ya ke pesta ulang tahun gue ya sekitaran 5 hari lagi."
"Oh iya nanti gue datang." Ketika Mario ingin menengok ke arah belakang tiba-tiba saja Kevin langsung saja memanggil di luar.
"Ayo buruan nanti kita dimarahin lo." Vita bernapas lega karena ada untungnya ada Kevin yang datang.
"Jangan masuk-masuk sembarangan di kelas orang lain nanti kalau misalkan ada barang orang yang hilang gue bakalan itu duluan karena nggak ada saksi yang melihat lo di sini ngapain aja." Keluar dari kelas dan Vita hanya bisa mengangguk ucapan dari Mario tadi. Sebelum ia keluar ia menaruh aksinya terlebih dahulu ke bangku jauh lebih banyak lalu ia keluar dan menutup kembali pintu kelas dari mereka yang sedang berolahraga di lapangan. Ia keluar dan masuk kembali ke dalam kelasnya karena alasan tadi dia keluar adalah untuk ke toilet atau ke kamar kecil.
***
"Ya olahraga telah selesai kalian boleh ke kelas kalian masing-masing dan kalian boleh mengganti baju kalian setelah ini. Terima kasih sudah mengikuti olahraga hari ini semoga nantinya di pertemuan kita selanjutnya adalah kita bisa olahraga yang lebih menyenangkan lagi." Setelah ucapkan seperti itu dari pak olahraga mereka pun membubarkan diri.
"Iya sih beneran nggak bisa olahraga lagi bareng-bareng pasti udah beda ada yang udah nikah, ada yang belum nikah, ada yang punya anak, dan ada yang masih jomblo."
"Cie ngomongin jomblo? Mau jadian ya sama Mario?"
"Apaan sih kalian nggak ada sama sekali hubungannya sama Mario! Kita tuh lagi olahraga kenapa jadi ngomongin Mario ntar keselek."
Mereka pun menuju kearah kelas mereka, diam-diam kita memperhatikan mereka yang melintas di kelasnya ia yakin sekali kalau misalkan Tania duduk di permen karet yang sudah ia tempelkan di bangku tersebut otomatis ini jauh lebih parah daripada kemarin. Senyum tipis menaikkan alisnya sedikit naik ke atas. "Gue yakin banget kalo misalkan permen karet itu nempel tepat di roknya Tania. Siapa suruh bikin masalah dan gara-gara sama gue ya gue ladenin lah!"
Rupanya Sekar teman sebangku dari Tania melihat ada permen karet yang menempel di bangku Tania sebelum Tania duduk untungnya ia melihat terlebih dahulu dan menyuruh kami untuk melipir ke pinggiran agar tak terkena bekas permen karet tadi yang sudah menempel sekali di atas bangku. "Siapa ya kira-kira ya yang udah ngelakuin ini?"
"Nggak tahu juga tega banget sih dia kayak gitu!"
"Makasih banyak ya untung aja lo kasih tahu dan ngelihat kalau nggak gue kayak kemarin lagi minjem jaketnya Giska."
"Apa Vita ya yang ngelakuin ini semua?"
"Jangan suu'zon kayak gitu nggak baik."
"Oh iya ya bener juga astaghfirullahala'dzim." Mereka pun memutuskan untuk mengganti pakaian mereka ke kamar mandi untuk kembali memakai baju seragam sekolah selepas berolahraga di lapangan yang sudah membuat mereka berkeringat.
"Tapi kalau misalkan bukan dia siapa dong yang ngelakuin masa tiba-tiba ada permen karet turun dari langit tuh tiba-tiba juga ada di bangkunya Tania? Kan aneh banget kalau misalkan ada tiba-tiba permen karet di sini itu tandanya ada orang yang sengaja yang ngelakuin ini nggak mungkin kalau misalkan nggak sengaja?" Ucap Sekar yang begitu memainkan logika sekali tak mungkin tiba-tiba saja ada bekas permen karet yang menempel di bangku Tania itu tandanya ada orang yang sengaja jahil melakukan ini tapi mereka tak tahu siapa orangnya.
"Udah kita ganti aja baju yuk?"
"Ya udah yuk."
Sebentar lagi mereka akan memasuki pelajaran selanjutnya setelah berolahraga di lapangan.