Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 21. Terjadi Insiden



Mereka bertiga siap untuk sampai ke rumah Vita dengan pakaian berwarna hitam. Antusias sekali antara Tania, Sekar dan Giska untuk datang ke pesta ulang tahun yang selama ini mereka dambakan berteman dengan orang yang populer di sekolah. Kebetulan hari ini Giska menjemput Tania lalu mereka menjemput Sekar untuk berangkat bareng ke pesta ulang tahun. Mereka sama-sama memberikan kado kepada Vita. "Gue sama sekali nggak nyangka ya kalau misalkan Vita diundang ke pesta ulang tahun cewek populer yang di sekolah kita."


Mereka terkejut sekali ketika yang lain memakai baju berwarna putih sedangkan mereka bertiga memakai baju berwarna hitam. Sontak sorot mata mereka yang melihatnya karena salah baju berbisik satu sama lain. "Kayaknya kita salah baju deh?"


"Kenapa kita disuruh pakai baju hitam ya sedangkan mereka yang datang ke sini pakai baju putih?" Di dalam hati Vita sangat senang sekali karena ia yakin sekali kalau misalkan mereka bertiga pasti bingung dan terkejut kenapa mereka salah baju namun ia hanya diam saja.


Vita mengajak mereka untuk berada di tengah-tengahnya. "Ayo sini bareng gue!" Ajaknya dengan senyum yang begitu lebar sekali. Ada apa ya? Dan kenapa?


"Ini kado ulang tahun buat lo, semoga suka ya!"


"Iya makasih banyak." Ia menyambut kado tersebut dari Tania dan bergantian dengan Giska dan Sekar.


"Silahkan menyicipi makanan dan minuman yang ada sudah di sediakan yah."


"Iya makasih."


***


Semakin banyak yang datang dan semakin meriah pesta ulang tahun ini. Potongan kue pertama di berikan kepada mama karna telah melahirkan Vita ketika kecil ia mengecup kedua pipi mama kanan dan kiri. Di sambung kedua di berikan kepada papah yang telah menyayangi sepenuh hati. Ulang tahun ini di adakan karna untuk kesenangan dan syukur karna bertambahnya usia. "Makasih ya mah, pah udah jadi kedua orang tua yang selalu sayang sama aku. Aku bangga punya kalian berdua. Dan aku sayang banget sama kalian berdua yang selalu sayang juga sama aku." Senyum Vita, yang meneteskan air mata karna terharu dengan romantis ini. Mereka berdua sebagai kedua orang tua juga terharu dengan ulang tahun ini yang mengandung bawang. Suapan ketiga akan ia berikan kepada siapa ya?


Ia mengambil potongan kue yang sudah di potong tadi lalu mengambil sendok di sebelahnya dan memberikannya. Berjalan menuju ke arah seseorang yang sedang berdiri di antara kedua temannya. "Makasih ya." Dia adalah Mario. Ia terkejut sekali ketika Vita menyuapkan potongan kue ke mulutnya. Cie-cie pun terdengar dari teman-teman sekolahnya.


"Sama-sama. Gue kasih ke orang yang spesial."


"Spesial?"


"Iya. Orang yang sampai hari ini spesial." Sahutnya yang lalu kembali ke tempat semula.


Kevin dan Juan tak lupa instastory di Instagram untuk adegan yang terjadi tadi antara Vita dan Mario. "Cie kalian yah!" Dengan caption yang seperti itu.


Setelah pemotongan kue, pembawa acara pun mengatakan kalau mereka sudah bisa menyicipi makanan dan minuman yang sudah di sediakan. "Ternyata Vita masih sayang sama Mario. Mereka cocok banget ya." Batin Tania yang berkecil hati. Ia tau Mario mendekat kepadanya namun ia sadar diri dan tau diri kalau dirinya tak pantas untuk Mario, apalagi mantan sesempurna seperti Vita. Itu pikirannya saat ini.


"Kayaknya kesempatan emas ini buat gue dorong Tania ke kolam renang, soalnya deket banget karna Tania ingin mengambil minuman di pinggiran dekat kolam renang."


Dengan sengaja Vita mendorong Tania kolam renang sontak para tamu undangan ulang tahun terkejut melihat kejadian ini yang tiba-tiba saja terjadi dan secepat itu. "Lo kok keterlaluan banget sih jadi orang? Lo gak punya hati banget ya?" Ucap Sekar yang ikut nyebur dengan suka rela membantu Tania yang masuk ke kolam renang duluan, membantunya naik ke atas kembali.


"Kenapa sih sama hati lo vit? Maaf ya om tante Vita keterlaluan banget." Giska menarik dari atas membantu Sekar untuk naik ke permukaan. Semua baju mereka basah dan mereka hanya sebagai penonton yang tanpa sama sekali membantu.


"Lo gak papa kan tan?"


"Enggak kok gak papa. Gue mau pulang aja."


"Ya udah kita pulang aja yuk." Sahut Giska yang juga tak ingin ada di sini. Papahnya dan mamanya Vita merasa bersalah dengan kejadian ini, beliau pun langsung mendekat.


"Kalian gak papa?"


"Gak papa kok om, gak papa." Mereka juga tau diri dengan keadaan ini yang mungkin akan membuat mereka trauma yang mendalam sekali.


"Permisi om kalau gitu." Ucap mereka serentak bertiga.


"Ya udah yuk kita pulang aja yuk." Tania menarik Giska dan Sekar keluar dari pesta ulang tahun Vita. Mereka sama sekali tak dihargai kehadirannya seakan-akan mereka meminta-minta untuk datang ke sini. Airmata ketiganya terpancar begitu saja karena memang benar mereka tidak pantas untuk berada di kalangan mereka. Giska menelpon sopirnya untuk menjemput segera mungkin. Mereka menguatkan satu sama lain agar tetap tegar dan harus percaya diri. Tiba-tiba Mario dan Juan keluar dari acara. Mereka berdua menghampiri mereka bertiga yang dibeli tadi ketika di dalam. Raut wajah Tania tidak dapat dibendung ia seakan-akan tak peduli dengan siapapun yang datang kali ini terlepas orang itu adalah orang yang ia kenal yaitu Mario. "Pulang bareng gue ya?" Tania hanya menggeleng ia sama sekali tak mau pulang dengan Mario karena Mario sempat berkata kalau misalkan perempuan pilihannya adalah perempuan yang selevel dan sepadan dengannya dari sanalah Tania tersadar kalau misalkan ucapan mari itu begitu menyakitkan dan begitu itu membuat perasaannya tergores. tapi tak mungkin pula ia marah-marah tak terima dengan ucapan Mario karena itu adalah hak Mario untuk mengatakan demikian kepada siapapun yang mendengarnya.


Tak berapa lama sopir Giska pun datang bisa masuk dan Sekar ke dalam mobil namun di sela itu Mario menahan tangan Tania yang ingin masuk juga ke dalam. "Lo pulang bareng sama gue aja biar gue anterin balik?"


"Gue bareng sama mereka aja lo bisa masuk ke dalam kok Mario. Lo bisa lepasin tangan gue sekarang?" Arah matanya menurut kebawah agar tangan Mario melepaskannya. Perlahan-lahan Mario pun melepaskan dan membiarkan Tania masuk ke dalam mobil dan mobil itu cepat untuk berjalan meninggalkan pesta ulang tahun Vita.


Mario masuk ke dalam pesta ulang tahun dengan keadaan yang kacau. Sebenarnya ia sama sekali tak ada maksud untuk mengatakan itu kepada mania namun tiba-tiba aja otak kirinya menjalankan demikian seolah-olah dikomando dengan sendirinya. "Kenapa lo gak nolongin Tania tadi?"


Mario hanya diam saja, karna beberapa alasan.