Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 96. Hai, Mantan!



"Aku berangkat main sepak bola dulu ya soalnya udah lama banget nih liburnya sama mereka nggak enak kalo udah banyak janji sama mereka tapi enggak ditepatin!"


"Tapi kamu pulangnya jangan lama-lama ya nanti langsung pulang aja ke rumah!"


"Iya, aku bakalan langsung pulang ke rumah kok nggak ke mana-mana habis dari sana palingan makan bentar di pinggir jalan dekat situ. Ya udah kalau gitu aku berangkat dulu!" Leo berpamitan kepada sang mama yang duduk di ruang tamu tapi sebelum itu banyak sekali pertanyaan dan ia pun hanya tersenyum dan mengecup pipi kanan pipi kiri.


***


"Kayaknya kalau misalkan Tania beneran mau jadi pacar pura-puranya Leo nanti mereka berdua bakalan pacaran beneran apalagi ulekan tipe orang yang bener-bener kalau udah suka ya suka banget kalau udah cinta ya cinta banget gue takutnya nanti dia bakalan suka beneran lagi sama Tania?" Di hari libur hari ini biasanya mereka suka hang out bareng jalan-jalan atau sekedar main bola tapi untungnya hari ini udah selesai karena sudah hampir 2 jam mereka bermain bola dengan teman-teman yang lain kini saatnya mereka buat menyantap makanan yang ada di pinggir jalan bersama teman-teman yang lain.


"Kenapa? Kayaknya lo galau banget deh hari ini ya ampun gue sama sekali nggak nyangka seorang laki-laki yang terlihat berbadan tegap ternyata galau juga ya?"


"Gue sebenarnya pengen nanya sih sama lo tapi gue harap lo harus jujur kalau misalkan lo sama Tania beneran pacaran pura-pura dan kalau misalkan dia mau apakah lho nanti bakalan suka beneran sama dia sedangkan dia udah punya pacar?"


"Kenapa sih pikiran lo buntu banget sama gua ya nggak lah gue udah bilang dan gue udah tekan kan kalau gue pengennya jadi pacar pura-pura sama dia ya berarti itu tandanya gak punya pacar pura-pura doang apaan sih malah nuduh gue emangnya lo suka sama dia ya?"


"Apaan sih? Gak salah lagi gue emang beneran suka sama dia tapi karena dia udah punya pacar dan udah punya pasangan gue menghargai aja tapi kalau misalkan dia putus gue bakalan tancap gas buat deketin dia ya itung-itung buat calon gue kayaknya dia itu perempuan yang baik dan perempuan yang baik yang ada di kehidupan zaman kata sekarang itu udah mulai berkurang dan hampir punah makanya gua harus pertahanin apa yang gua yakin!"


Hahaha.


Mereka yang mendengar hari ini mentertawakan obrolan mereka berdua yang sama sekali membingungkan bahkan mereka tidak menyangka kalau misalkan mereka berdua merencanakan untuk menjadikan seseorang menjadi pacar pura-pura.


Leo pun pulang ketika sudah senja berubah menjadi agak kecoklatan itu tandanya magrib sebentar lagi akan datang.


Sampailah di rumah lagi-lagi ia selalu ditanyakan hari ini ngapain aja padahal umurnya sudah dewasa dan sudah bisa berpikir mana sih kalau yang baik dan mana sih hal yang buruk terlalu dikekang dan terlalu diatur-atur malah membuat seorang anak tidak bisa merasa bebas padahal ia tahu sendiri mana yang baik dan mana yang buruk.


Ya kehidupannya selalu kayak gini-gini aja terus setiap harinya terkadang banyak banget kebosanan di dalam diri Leo karena nggak ada perubahan dan juga nggak ada penambahan hidup istilahnya adalah ada seseorang yang memberikan semangat dan ada seseorang yang memberikan dukungan apapun yang ia lakukan dan itu udah ia jalani selama beberapa tahun ke belakang.


Mungkin bisa dikatakan masalah percintaan dia sedikit agak kurang beruntung dikarenakan selingkuh dan juga di karenakan dia jauh lebih memilih selingkuhannya dari pada Leo padahal selama ini ia mengumpulkan uang agar mereka menikah tapi ternyata dia lebih memilih laki-laki santai yang bisa menemaninya sampai kapanpun.


Ya memang sih sebuah hidup itu adalah sebuah pilihan ketika seorang perempuan yang pengennya diperhatikan yang pengennya dimanja Leo tidak bisa memberikan itu secara utuh dikarenakan ia banyak banget pekerjaan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu waktu apalagi ketemu dengan klien dan juga harus tepat waktu juga menyelesaikan semua pekerjaannya dan itu sangat sulit untuk diterima bagi seorang perempuan yang benar-benar pengen diperhatikan dari pasangan.


Nah, sampai detik ini semenjak putus dia tidak mau lagi menjalin hubungan karena menurutnya seorang perempuan tuh sama aja di dunia ini selalu drama dan pengen selalu diperhatikan padahal dengan laki-laki yang pekerja keras dan juga laki-laki yang membutuhkan uang yang banyak itu adalah tanda bukti mereka untuk membuktikan kalau misalkan mereka itu adalah laki-laki yang mapan untuk mempersiapkan masa depan tapi terkadang tidak semua perempuan berpikir seperti itu.


Sebuah foto kecil yang masih terpampang di samping tempat tidur sangat terlihat nyata banget keceriaan yang tergambar di foto tersebut dan sangat terlihat sekali itu sudah sangat lama belum berpindah tempat dikarenakan rasa sayang yang masih tinggi tapi rasa kecewa yang masih berada di dalam hati.


Ia pun mencoba untuk melepaskan foto tersebut yang masih menempel di dalam pigura dengan cantik di atas lampu dengan cepat ia pun membuka lalu mengacak-ngacaknya dan memasukkan ke dalam tong sampah.


Suara adzan pun berkumandang ia pun segera untuk mandi sebentar karena sebelumnya ia sudah sholat ashar terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


Rasanya seger banget ketika badan sudah diguyur dengan air dan juga sabun rasanya daki-daki yang ada di tubuh sudah mengelupas keluar.


"Hah? Kok tumben banget tiba-tiba dia malah kabarin juga dan pengen ngajakin ketemuan emang apa sih sebenernya maunya dia?" Orang yang pengennya dilupakan lalu tiba-tiba saja datang mengirimkan sebuah pesan dengan mudahnya ia mengajak Leo untuk ketemuan.


"Ah, palingan juga dia baru aja putus sama pacarnya terus pengen balikan sama gue sorry banget gue sama sekali nggak mau balikan sama perempuan yang udah nyakitin gue ya walaupun mungkin gue udah berusaha untuk lupain tapi gue nggak berhasil dan masih sayang sama lo tapi gue nggak akan pernah mau kasih kesempatan lo buat balik sama gue!"


Dengan cepat Leo pun menghapus pesan tersebut tanpa membalas atau membuka pesan centang berwarna biru. "Gue nggak akan pernah mau balik ke masa lalu karena masa lalu adalah bagian masa lalu yang nggak akan harus ada selalu!"