
"Mah aku pengen curhat nih sama Mama, tapi Mama jangan ketawain aku ya dan kuharap bisa kasihkan solusi."
"Iya Mama bakalan kasih solusi apa sih sebenarnya permasalahan yang ada di hidup kamu hari ini kok anak Mama ini kayaknya sedih banget deh."
"Jadi aku tuh bingung kenapa sih Tania nggak mau buat masuk ke dalam universitas yang pengen kita masukin juga bareng sama aku, padahal kan jelas banget kalau misalkan pengen dimasukin supaya bisa bareng-bareng bisa sama-sama terus tapi dia malah katanya nggak mau ngerepotin dan nggak mau jadi beban. Tapi aku tuh pengennya biar satu universitas bareng sama dia satu kampus aku nggak mau pisah sama dia, nanti dia bakalan diambil sama orang lain aku tuh enggak mau Mah?"
"Oh jadi permasalahannya cuma itu doang ya udah kalau misalkan dia enggak mau ya enggak apa-apa bisa aja 'kan dia kerja terus menghasilkan uang bisa ngebantu kedua orang tuanya dan keluarganya kita 'kan nggak tahu gimana kehidupan orang itu kayak gimana?"
"Iya Mah, aku tahu sebenarnya maksud dia tuh apa tapi kan seharusnya apabila ada orang yang mau ngebantuin dia buat masuk ke perkuliahan ya udah berarti itu tandanya bagus, dia itu anaknya pinter Mah anaknya itu rajin masa nggak ngedapetin gelar kuliahan sih ya paling nggak S1 lah."
Mama hanya tersenyum saja dengan ucapan Mario yang sedikit agak ambisi. Ia mengatakan kalau misalkan segala sesuatu hal itu tidak bisa dipaksa apalagi ini masalah kehidupan ia mungkin sebagai orang tua selalu memberikan pencerahan yang terbaik untuk anaknya tapi yang namanya ego dan juga keinginan tidak bisa dibendung sama sekali.
"Trus kamu sekarang maunya kayak gimana pengennya Tania satu kampus sama kamu terus juga bisa bareng-bareng sama kamu? Kita sebelumnya udah pernah kasih tahu juga kan supaya dia bisa masuk ke kampus supaya dia bisa belajar dengan baik mendapatkan nilai yang baik tapi kalau misalkan keputusan dia udah bulat masa kita harus memaksakannya sih?"
Nasihat-nasihat yang dimaksud oleh mama kali ini memang benar kita tidak bisa memaksakan kehendak oleh orang lain. Walaupun saran yang kita maksud itu adalah saran yang benar saran yang baik dan saran untuk menuju masa depan tetapi kita nggak tahu problema yang terjadi di belakang itu semua nggak tahu apa-apa.
"Aku pengen banget bercita-cita buat menikah sama Tania entah kenapa aku tuh kayak berubah banget gitu semenjak kenal sama dia, aku jadi manusia yang jauh lebih rajin dan jadi manusia yang mungkin kayak bisa menghargai orang lain."
"Mama pun juga merasakan hal yang sama kalau misalkan kamu banyak perubahan di dalam hidup kamu, kamu jauh tidak egois dan juga bisa menghargai siapapun dan mungkin itu ada campur tangan dari Tania juga sih sebenarnya!"
"Rencananya aku pengen kasih tahu dia kalau sebenarnya aku tuh mau banget buat bareng-bareng terus sampai kapanpun aku udah sering ngomong kayak gini tapi ya dia tuh kayak nganggepnya biasa aja!"
"Sebenarnya apa sih maunya dia itu aku kadang suka kebingungan aja sama si kakak perempuan yang benar-benar aneh dan agak sulit untuk ditebak!"
Tampaknya kurang begitu semangat untuk latihan hari ini padahal mereka mulai terkenal di ajang permainan sepakbola di tempat lain dan juga hampir naik ke podium tapi karena mungkin kurang fokus dan kurang banyak latihan maka dari itu membuat Mario sedikit agak ngeblank.
Ya walaupun mungkin bagi pemenang yang mendapatkan hadiah tidak terlalu banyak tapi membuat mereka sudah mewujudkan dan mampu memberikan yang terbaik dan prestasi yang pernah didapat itu waktu dulu SMA bahkan setelah sudah lulus dan nama mereka mulai naik ke permukaan.
"Kalian tahu sendiri 'kan kalo misalkan gue tuh beneran cinta dan sayang sama Tania gue nggak akan pernah biarin kau dia bareng sama yang lain!"
"Udahlah ngapain sih overthinking banget yang paling penting adalah gimana caranya lo selalu bisa percaya diri dan selalu menyayangi dia apa adanya perempuan itu kalau misalkan terlalu dikekang dia nggak suka. semakin logam maka semakin juga lo merasa kehilangan tapi kalau misalkan kita kasih uluran yang tepat makanya sampai kapanpun dia akan tetap stay sama kita!"
Sudah berulang kali Juan dan Kevin mengatakan hal ini kepada Mario nggak ada manusia manapun yang dikekang dan manusia manapun paling gak suka diatur-atur apalagi diaturnya terlalu berlebihan. Ya sangat terlihat sekali perubahan yang terjadi di dalam diri Mario bahkan sampai detik ini mereka berdua benar-benar bingung dengan Mario yang benar-benar posesif dan juga terlalu mengekang untuk mengikuti kehendaknya.
Mario pun meneguk minuman dengan satu kali teguhkan saja lalu bermain kembali.
Situasi semakin riuh dan semakin membuat sankan membuat Mario dengan cepat keluar dari tempat latihan walaupun latihannya baru mulai sekitar 15 menitan yang lalu. Ia lebih tepatnya ingin menyendiri bahkan ingin banget untuk mengatakan langsung kepada Tania kalau misalkan Tania harus masuk ke kampus yang sama bersamanya daripada semuanya terlambat dari pada semuanya seakan-akan menjauh begitu saja dan itu bukan hal yang ia impikan melainkan sebuah mimpi buruk.
Pertemuan kali ini bukankah pertemuan yang happy atau lebih ke santai tapi Mario dengan cepatnya memegang tangan kanan Tania mengatakan kalau ia benar-benar ingin membiayai Tania sampai lulus kuliah dan bahkan rencananya mereka ingin menikah dan rencana besar ini sebagian besar direncanakan oleh Mario sendiri.
"Aku beneran serius sama kamu kamu kenapa sih nggak percayaan banget sama aku dari dulu sampai sekarang kamu tuh kayak enggak aku tuh cuma sekedar bercanda doang, ya memang sih aku tuh dulunya bukan laki-laki yang baik bukan laki-laki yang bikin kamu bahagia dan cuma jadiin kamu bahan taruhan tapi makin ke sini aku makin sayang sama kamu!"
"Aku sangat tahu apa yang kamu maksud tapi aku tuh nggak bisa maksain keadaan aku tahu kalau kamu itu pengen ngebiayain semuanya tapi untuk masalah uang saku untuk masalah transportasi aku tuh nggak ada uang lah kan orang itu aku nggak mampu untuk ngebiayain aku, aku harus bekerja dan memberikan nafkah untuk mereka. Aku sangat yakin banget kalau kamu ngerasain apa yang aku rasain, kamu bakalan melakukan hal yang sama kamu akan berjuang demi keluarga kamu, walaupun mimpi kamu sangat besar untuk menggapainya! Aku selalu mendukung kamu selalu memberikan yang terbaik buat kamu, aku yakin kamu bakalan bisa menjalaninya tanpa aku tapi aku selalu mendukung di belakang kamu percaya deh sama aku! Aku nggak mau ngerepotin keluarga kamu yang udah baik sama aku, udah ya jangan paksa-paksa aku lagi!"
Seketika Mario langsung terdiam seketika tidak bisa berkata-kata apalagi menatap kedua mata Tania saja ia tak mampu karena tanya sepertinya sedih ya walaupun mungkin di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin untuk kuliah tapi mungkin biaya yang diraup tidak cukup sedikit tapi melainkan besar.