Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 112. Berhenti Bekerja



Tania raja mengumpulkan niatnya juga keberaniannya untuk berhenti bekerja di tempat perusahaan milik Leo karena tidak mau jatuh terlalu dalam dan nantinya bakalan negatif berkepanjangan. Sudah semalaman ini ia berpikir dengan sangat matang bahkan menjadi jauh-jauh hari sudah terbesit pikiran tersebut untuk keluar dari kantor di karenakan sudah tidak sanggup lagi untuk menopang semua ini dan berpura-pura baik apalagi yang dibohongi adalah kedua orang tuanya.


Roni sangat terkejut sekali ketika Tania mengatakan hal ini langsung kepadanya rasanya belum siap banget untuk mengatakan langsung kepada Leo dan menyuruh Tania sajalah yang masuk ke dalam ruangan Leo yang sedang fokus di komputer yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Tania? Roni? Ada apa?"


"Ya sudah silakan masuk dan silakan duduk maksudnya apa sih sebenarnya aku tiba-tiba kalian wajahnya kayak tegang banget begitu emang ada sesuatu yang kalian sembunyikan?" ucapnya dengan sangat tegang sekali Roni menarik kursi dan mempersilahkan Tania untuk duduk dan membicarakan apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Tania.


"Ya sudah kalau gitu gue keluar dulu ya kayaknya bukan urusan gue buat ikut campur dan permisi!" Roni langsung mengelus dadanya dengan sangat cepat lalu ia keluar dan memperhatikan dari luar kalau misalkan benar-benar tegang sekali ketika ia masuk tadi di dalam.


"Jadi ini adalah surat pengunduran diri saya buat bekerja di sini karena menurut saya saya sudah melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh pak Leo dan juga saya ya tidak mau lagi melanjutkan rekayasa dari pertunangan ini, saya takut nanti saya bakalan membuat masalah yang jauh lebih besar yang saya tidak bisa kendalikan maka dari itu saya putuskan sekarang juga!"


Leo hanya bisa menarik napas sejenak lalu membuka surat pengunduran diri dari Kania dan ketika ia membuka memang benar apa yang diucapkan oleh Tania kalau itu adalah surat pengunduran diri.


Ia dengan cepat menutupnya kembali lalu memberitahu Tania dengan mendekap dua tangan sendiri dan dapat dengan sorotan tajam. "Kamu gak bisa ngomong kayak begitu langsung karena menurut saya ini udah termasuk perjanjian dan sudah merusak dari perjanjian tersebut!"


"Ma'af seperti perjanjian di awal kan kita udah bilang kalau misalkan saya mengingkari perjanjian tersebut itu tandanya saya dipecat nah maka dari itu dari pada saya dipecat lebih baik saya mengundurkan diri dan saya juga nggak mau kalau misalnya nanti bakalan panjang masalahnya!"


Setelah memberikan surat pengunduran diri tersebut maka dari itu pembuatannya langsung permisi untuk keluar dari ruangan.


"Kalau begitu saya permisi keluar dulu ya Pak."


Tania dengan cepat kembali lalu memberikan cincin yang sudah cincin yang sudah melingkar di tangan kirinya kepada Leo. "Oh ini saya kembalikan dan makasih banyak karena udah mau menyempatkan waktunya waktu itu!"


Leo merasa tidak setuju dan tidak merasa diadili seperti ini maka dari itu membuatnya dan cepat menarik tangan Tania.


Ia membawa Tania keluar dari ruangannya tersebut lalu membicarakan hal ini dengan sangat serius sekali agar semuanya bisa kembali.


"Kamu nggak bisa berhenti begitu saja bekerja di sini karena semuanya belum terprogram dengan baik masa kamu tiba-tiba aja membuat perjanjian seperti itu dan kamu mengingkarinya sendiri?"


Karna tidak mau kembali seperti itu maka dari itu Tania melepaskan lalu masuk dalam ruangan mengambil barang-barang atau benda yang ada di dalam ruangan tersebut tidak peduli apa yang diucapkan oleh Leo.


Para karyawan pun sudah melihat kejadian ini dan malah membuat mereka menerka-nerka dan juga insting mereka berjalan dengan sangat kuat tapi tidak ada satupun yang bisa menduga apapun yang terjadi nanti mereka berdua.


3 bulan yang berjalan kali ini tidak terasa membuat perasaan Leo semakin lama semakin tumbuh kepada Tania ia merasa benar-benar merasakan perempuan yang sesungguhnya dan juga perempuan yang benar-benar beda dari perempuan yang lain.


Leo sebenarnya sudah merasakan cinta tapi tidak berani untuk mengatakan hal ini dan berdalih hanya sekedar pura-pura dan sandiwara biasa apalagi setiap hari ia antar jemput kepada Tania.


Kedustaan yang terjadi selama ini itu hanya sekadar berjalan 1 bulan belaka tapi ternyata 2 bulan terakhir ini emang bener-bener apa yang ia lakukan seperti kepada pasangan bukan seperti orang yang sedang merekayasa suatu keadaan.


"Kamu beneran berhenti dari sini ya ampun saya sama sekali nggak nyangka kalau misalkan mau berhenti dari kerjaan ini? Apakah ini adalah pilihan yang terbaik buat kamu kalau misalkan bukan yang terbaik pak Leo masih memberikan kesempatan kok buat kamu masih tetap bekerja di sini?"


Tania hanya tersenyum lalu ia tetap dengan pendiriannya tersebut keluar dari kantor lalu berjalan mencari taksi online yang sudah ia pesan terlebih dahulu. Dengan Roni menghampiri Leo dan menatap 2 mata raya benar-benar sangat kusam.


"Gimana apakah lu udah berhasil mencegat dia tetap bekerja di sini atau ditetapkan dengan pendiriannya itu?"


Roni hanya bisa menggeleng dan hanya bisa mengangkat kedua bahunya dengan cepat sama sekali tidak berhasil dan hasilnya juga bakalan nihil, Roni pun mencoba untuk menenangkan Leo agar semuanya bakalan baik-baik aja lalu ada pertanyaan yang sangat membuat Leo tidak bisa menjawab dengan cepat.


"Apakah kalau udah mulai jatuh cinta sama Tania? Ya gue tahu banget dan gue udah kenal banget sama lo dari dulu sampai sekarang tapi baru aja ngerasain kalau misalkan lo udah mulai jatuh cinta lagi sama dia? Gue tahu banget kalau misalkan dia itu bukan tipe lo dan dari itu gue nanyain ini langsung!"


"Ya gue beneran jatuh cinta sama Kania dia itu adalah perempuan yang sangat beda dari perempuan yang kebanyakan dia adalah perempuan sederhana dan juga perempuan yang tidak pernah gengsi di dalam hidupnya maka dari itu bikin gue jatuh cinta dan tertarik sama karakter dia tersebut!"


"Tapi ternyata---"


"Tapi ternyata lo baru saja menyadari kalau dia itu adalah orang yang bener-bener yang lo cari selama ini dan ternyata lo terlambat, feeling gue sih dia bakalan balikan sama mantannya itu tapi nggak tau juga deh!"


"Au deh, ya udah kalau gitu gue lanjut kerja dulu ya!"


"Em ya udah deh kalau gitu gue juga lanjut kerja nanti kita pikirin lagi setelah semuanya udah selesai dan udah pulang kerja, yang terpenting pekerjaan kita nggak terbengkalai oke?"


Leo pun mengangguk dan sangat paham sekali apa yang diucapkan oleh Roni tersebut dan berharap semuanya bakal baik-baik saja.