Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 26. Membuat Nasi Goreng



Ia memasang alarmnya agar besok hari bisa membuat nasi goreng. "Pokoknya gue harus bangun pagi-pagi besok soalnya gue pengen bikin nasi goreng untuk Mario nggak boleh begadang malam ini biar gue nggak bangun kesiangan." Ia menaruh ponselnya ke samping tempat tidur yang ada di sampingnya. Walaupun kedua matanya tidak mengantuk tapi ia tetap berusaha untuk memejamkannya agar bisa tidur dengan cepat.


"Susah banget ya tidur jam segini?" Waktu masih menunjukkan pukul 9 malam tapi harus ia paksa dengan menutupkan kedua matanya dengan batal, ke arah kanan dan kiri karna gelisah.


"Duh susah banget sih?" Ia melirik ke arah jam tangan dinding, masih satu menit yang lalu belum tidur juga. Wajar sekali! Tapi tetap saja tidak bisa. Ia menarik selimutnya lalu menutupkan seluruh tubuhnya.


***


Vita sengaja bangun pagi-pagi untuk membuatkan nasi goreng untuk oran yang spesial. Ia mengambil bahan-bahan yang sudah lengkap di dalam kulkas lalu mengeluarkannya ke bagian meja di dapur. Ini masih subuh sekitar jam 5 subuh. Padahal jika di paksakan tidur maka akan tidur tapi karna ingin membuatkan nasi goreng untuk Mario ia pun terbangun dan menahan kantuknya.


Ia membersihkan terlebih dahulu bahan-bahan bumbu halus agar bersih. Nasi yang tak begitu banyak ia taruh di dalam mangkuk dan untuk bumbu ia hanya makai bumbu instan yang di jual di pasaran. Matahari masih belum begitu terang dan di luar masih gelap dan sepi. "Kayaknya bakalan enak banget kalau misalnya di makan pagi-pagi begini." Gumamnya dalam hati yang melihat masakan yang ingin di masak.


Keringat pun bercucuran dari pelipis kanan dan kiri. "Nasi goreng ini harus enak. Gue kan bisa masak dari dulu?" Iya pun menyicipi di ujung sendok nasi goreng yang ia buat.


Setelah semuanya sudah di-packing dan dirasa sudah cukup ia pun langsung saja memasukkannya ke dalam bekal yang sudah dipersiapkan di atas meja. Lalu ia bergegas untuk ke kamar mandi karena sebentar lagi waktu sudah menunjukkan pukul 06.45 saatnya untuk sarapan pagi. Aroma bau nasi goreng yang sangat tercium sekali sampai-sampai mama heran dengan tingkah laku dari Vita. "Siapa nih yang bikin nasi goreng kok tumben banget sih udah dibekelin kayak begini?" Ini adalah hal yang wajar yang ditanggapi oleh mama karena jarang sekali kita membawa bekal ke sekolah ya walaupun pernah tapi jarang sekali.


Mama pun menyediakan sarapan seperti biasa setiap hari di atas meja. Tak berapa lama kita pun keluar dari kamar sudah siap dengan baju seragamnya. "Selamat pagi mah." Sapanya yang begitu ramah sekali.


"Kenapa wajahnya kok kayak bahagia banget ada apa nih cerita dong sama mama? Oh iya yang kamu bawa itu apa?" Lirik mama ke arah bekal nasi goreng yang ia taruh di atas meja belum bergeser posisinya dari tadi.


"Oh itu nasi goreng bekal aku bawa dari rumah untuk ke sekolah lumayan kan aku enggak jajan?"


"Ah masa sih tumben banget bawa nasi goreng ke sekolah? Ada angin apa kamu bawa nasi goreng? Sejak kapan kamu bawa nasi goreng 2 tumpeng biasanya juga cuma satu? Emang buat siapa satunya lagi buat Tami ya?"


"Enggak kok enggak ada angin apa-apa anginnya biasa aja." Sahutnya yang langsung saja mengambil roti yang ada di atas meja yang sudah diberi oleh-oleh mama. Walaupun dia sudah sekolah SMA tapi tetap saja serba disediakan dan masih seperti anak kecil di mata mama.


Vita memasukkan nasi goreng ke dalam tasnya. Ia sudah tak sabar untuk memberikannya kepada Mario. Sopir pun bingung dengan aura Vita yang berbeda sekali dengan sebelum-sebelumnya. "Kenapa non?"


"Enggak kok enggak papa." Senyumnya dengan begitu gemas.


***


Lirikan mata Kevin langsung ke arah nasi goreng dengan menebaknya secara asal dan tebakan itu ternyata benar. "Tumben banget bawa nasi goreng ke sekolah ngapain ke kelas kita?"


"Kok nggak tahu sih bawa nasi goreng?"


"Enggak, gue pengen bawa nasi goreng aja lo bisa banget sih nebak kalau misalkan ini nasi goreng?" Ia menaruhnya di atas meja.


"Ini sengaja gue buatin masih goreng buat lo. Semoga lo suka ya." Ia memberikan tempat makan dan ada isinya kepada Mario. Ia sengaja membawanya dari rumah dan membuatnya pagi-pagi banget spesial supaya Mario suka dengan apa yang ia buat.


"Makasih ya."


"Sama-sama. Di coba dulu." Vita menyuruh untuk Mario sarapan di pagi ini, ia ingin melihat ekspresi yang sudah lama tak ia temui lagi setelah mereka berdua putus.


"Enak kok. Ini bikinan lo sendiri?"


"Iya bikinan gue sendiri." Ya akhirnya Mario bisa melempar senyum setelah berapa abad lamanya karna salah paham di antara mereka berdua.


"Bawa satu doang nih buat Mario? Buat kita mana?" Kevin dan Juan protes dengan Vita karna hanya Mario saja yang di buatkan nasi goreng.


Vita senang sekali ketika Mario memakan nasi goreng buatannya tapi salah kalau misalnya beberapa hari yang lalu buka YouTube untuk melihat bagaimana cara membuat nasi goreng yang sederhana namun enak padahal sebenarnya ia sudah pernah mencoba bagaimana cara membuat nasi goreng dan sudah sering namun hal ini sedikit spesial. "Lo kenapa?"


"Tadi gue baru aja kasih Mario nasi goreng ke kelasnya. Untungnya dia suka dan makan."


Tami dengan polosnya menengadahkan tangannya untuk meminta nasi goreng yang di bawa oleh Vita. "Gue cuma bawa buat gue dan Mario doang entar kapan-kapan gue kasih lo deh. Mau kan?"


Tami membuang muka ke arah lain seakan ia ngambek karna tak di bawakan hari juga. "Jangan ngambek dong."


"Gue mendadak banget bahwa hari ini dan itu pun gue cuma bawa buat Mario sama punya gue. Atau lo pengen punya gue aja ya udah nih buat lo gue nggak usah makan nasi goreng! Tapi jangan ngambek kayak gitu dong santai aja gue janji deh bakalan bikin lo happy dengan nasi goreng yang nanti dibuat." Bujuk Vita kepada Tami.