
Deret barisan mereka dibagi menjadi satu barisan biasa sebagian tim pertama dan sebagian adalah Tim kedua, tim pertama lebih dulu mengerjakan soal-soal sedangkan tim yang kedua menunggu di luar setelah tim pertama sudah selesai mengerjakannya. Kali ini Mario begitu bersemangat sekali untuk mengerjakan soal-soal yang sudah diajarkan oleh Tania ketika di rumahnya waktu itu karena soal-soal yang keluar kali ini hampir mirip dengan pengerjaannya jadi masih bayangan untuk mengerjakan soal tersebut. Soal-soal pun dibagikan oleh salah satu Tim 1 beserta kertas coret-coret untuk menghitung, sebelum mengerjakannya Mario membiasakan untuk membaca doa terlebih dahulu seperti yang diucapkan oleh Tania. Dia juga tidak yakin apakah yang diucapkan Tania itu hanya sekedar sugesti atau sesuatu hal yang benar-benar terjadi nantinya.
Kevin dan Juan hanya bisa saling cocok satu sama lain melihat ekspresi Mario yang begitu tegang dan fokus sekali membaca soal-soal yang ada di hadapannya sekarang. "Soalnya kok sama kayak yang kemarin ya?" Karena penjelasan Tania begitu detail sekali ia pun mengerjakan dari sesuatu rumus dari matematika itu kalau misalkan pembagian dan perkalian jauh didahulukan dan diberikan tanda kurung untuk mengerjakannya lalu mengerjakan kembali deret sebelah kiri atau deret yang paling ujung. Dan akan mendapatkan hasilnya dari soal bagian nomor 1. Rasa-rasanya ternyata seperti ini seperti Bagus orang pintar yang ada di kelasnya. Yang dengan cepat mengerjakan soal-soal karena mungkin ia mempersiapkannya sudah dari jauh-jauh hari di rumah jadi lebih gampang dan lebih mudah untuk mendapatkan hasil dari soal tersebut. Semenjak mengenal Tania aura Mario terlihat sekali positif dan namun ia tidak menyadari hal itu.
***
Mario bagus sekali karena sebentar lagi bu guru akan membagikan hasil kerja mereka yang mereka kerjakan tadi di kelas di tim 1.
Ia harap-harap cemas untuk mendapatkan hasil yang ia kerjakan tadi di kelas di tim 1. Ketika guru memberikan hasilnya kepada Mario dia terkejut sekali dengan melakukan senyum yang bu guru lontarkan kepadanya. Bu guru menepuk bahu Mario dan berkata "Lanjutkan terus supaya peningkatan nilai kamu semakin naik dan semakin bagus." Rasanya lega banget ngedenger ucapan dari bu guru. Selahan Mario membuka kedua matanya dan melihat hasil dari nilai tersebut yang ia kerjakan tadi di kelas dengan benar-benar sendirian tanpa menyontek dengan Bagus.
Dan..
"Gue dapetin nilai 60? Gue nggak nyangka banget biasanya gue juga dapat 20 itupun dari hasil nyontek. Gue sama sekali nggak nyangka bisa dapat nilai sebagus ini." Batinnya dalam hati yang bangga banget dapat nilai 60.
Ia pun duduk di luar dan memeluk kertas dengan nilai 60 itu sedikit berlebihan tapi ini dari hasil keringatnya sendiri daripada nilai yang bagus tapi dari hasil orang lain.
***
Dengan pedenya Mario membeberkan nilainya kepada mama dan papah. Yakin sekali kalau misalkan kedua orang tuanya bangga dengan nilai yang bagus yang biasanya selalu mendapatkan nilai yang jelek atau nilai yang anjlok yang yang sering membuat mereka berdua kecewa itulah alasan mereka kenapa memberikan pelajaran tambahan diluar dari jalur sekolah yaitu les. "Gimana nilai aku bagus kan?"
"Pasti gara-gara cewek yang belajar sama kamu kemarin kan? Kayaknya dia memberikan aura positif deh buat kamu. Makanya kamu terus belajar mama yakin kalau misalkan kamu belajar kamu bakalan pintar karena pada dasarnya kamu udah pintar tinggal di asah aja dan dipelajari dalam materi pembelajaran kamu jangan sering main sama temen-temen kamu, kamu tuh sebentar lagi bakalan mengikuti ujian." Corocos Mama dengan panjang lebar menasehati Mario.
"Iya mah aku lagi berusaha untuk bisa belajar terus."
"Oh ya mah kalau nggak salah dia temen aku yang kemarin ajarin aku belajar dia lagi ulang tahun 2 hari lagi kira-kira aku kasih hadiah apa ya mah?"
"Terserah kamu mau apa? Taoi kalau misalkan kamu bingung kamu nanya aja sama dia mau hadiahnya itu apa?"
Mendengar hal itu Mario langsung saja menolaknya tak mungkin ia bertanya langsung kepada Tania bisa-bisa tidak ada kejutannya sama sekali.
"Tapi kalian nggak pacaran kan berdua?" Pertanyaan papah yang begitu menohok kepada Mario.
"Bener juga sih apa kamu udah putus sama Vita?"
"Ya pah udah putus sama Vita, soalnya dia ketahuan selingkuh di belakang aku ya udah deh aku putusin gitu aja tanpa harus ngedengerin kebohongan-kebohongan lagi yang dia ciptakan nantinya."
"Ya udah kalau gitu kamu fokus aja sama belajar dan kedepannya kamu harus bisa jadi diri yang lebih baik supaya kamu dapatin orang yang bisa nerima kamu apa adanya dengan keadaan kamu seperti sekarang." Tepuk papah dibahu Mario. Ia begitu tahu sekali masa muda zaman sekarang, apalagi puber seperti Mario.
"Karena kamu sudah mulai mau belajar kau minta apa aja sama papah bakalan kasih kamu nanti mau."
"Beneran pah, papah bakalan kasih suatu apapun yang aku mau?"
"Beneran papah bakalan kasih apapun yang kamu!" Jarang sekali papah menemukan ini kepada Mario, seringkali ketika tak mendapatkan apapun habis itu sudah ada berada di benaknya namun sekarang ketika keinginan sudah ada di hadapan mata ia lupa apa yang ia mau.
***
Sampailah Mario di toko buku yang ada di mall dia tahu sekali kalau misalkan Tania suka dengan buku bacaan. Tapi bingung dengan genre yang akan ia pilih karena begitu banyak sekali buku-buku yang terpajang di toko buku. "Gue bingung deh mau beli buku yang bagaimana?" Kali ini ia tidak sendiri dia minta temani bersama Juan yang notabennya juga tukang baca buku tapi enggak pintar-pintar juga. Ya paling nggak referensi yang direkomendasikan Juan berhasil membuat pikirnya terbuka untuk hadiah ulang tahun Tania.
"Buka ini lebih cocok deh lo kasih ke Tania?"
"Belajar untuk mencintai seseorang." Itulah judul buku yang diberikan Juan kepada Mario. Mario langsung terbelalak dan tertawa terbahak-bahak ketika membaca judul buku tersebut.
"Semakin lo kasih buku beginian sama dia semakin dia baper sama lo dan gue yakin dia bakalan cinta sama lo secepat mungkin."
"Ya udah deh gue beli buku yang lo rekomendasikan kali aja bener kayak gitu." Akhirnya Mario neko-neko berpikir dan langsung mengambil buku rekomendasi dari Juan.
Membayar di kasir yang membawa kado itu yang akan ia berikan kepada Tania tapi sebelumnya di kado terlebih dahulu agar terlihat rapi dan sedikit niat.
Padahal masih 2 hari lagi ulang tahun Tania tapi ya sudah mempersiapkan di waktu sekarang.