
Akhirnya hari ini bisa juga masuk kerja karena badan sudah mulai sembuh dan juga udah mulai enakan dan entah kenapa sebelum berangkat ke kantor ia mendapatkan panggilan telepon dari Leo dengan cepat dan ia pun menggeser layar ponsel yang berwarna gambar hijau itu ke bagian atas dan ternyata,
Ternyata Leo menawarkan diri untuk mengajaknya berangkat barang dan ia siap untuk menjemput Tania di rumah untuk bisa berangkat bareng ke kantor awalnya mungkin Tania menolak karena tidak enak hati masa Bos nganterin karyawannya dan ngejemput juga walaupun mereka satu tujuan yang sama.
Tapi karena Leo terus saja memaksa akhirnya Tania pun mengiyakan lagian juga di luar terlihat gerimis karena beberapa hari memang hujan terus turun dikarenakan memang masuk musim penghujan.
Mereka sangat terlihat canggung sekali ketika Leo menyalakan klakson kelihatan yang sudah menunggu di depan teras memainkan ponselnya ia pun mempersilahkan untuk masuk ke dalam mobil. "Gimana kabar kamu apakah baik-baik saja atau kayak gimana? Sudah di minum obatnya tuh kayak gimana sih?"
"Alhamdulillah saya udah membaik dan alhamdulillah saya hari ini bisa bekerja semoga aja kedepannya saya nggak drop lagi seperti dua hari yang lalu soalnya rasanya badan ini kayak lemes banget makanya saya itu enggak bisa memaksakan diri untuk masuk kerja!"
"Oh iya kalau misalkan badan kita itu nggak fit dan juga badan kita itu ngerasa sakit ya istirahat aja dulu di rumah semoga bisa sehat semua nggak kita bisa kerja kembali gitu di kantor maaf banget ya kalo misalkan saya tadi itu maksa kamu buat jemput soalnya nyokap saya itu ngedenger."
"Oh gitu ya sebenarnya saya itu nggak enak banget buat dijemput sama atasan sendiri takutnya kayak ngerepotin tapi karena nggak enak buat menolak dan takut tersinggung maka dari itu saya mau buat dijemput dan kita bareng ke kantor!"
Tania merasa mereka berdua terlihat sangat nyambung kalau mau ngobrol ya walaupun ada pembatas di antara mereka berdua seperti atasan dan juga bawahan tapi ia berusaha untuk tetap stabil dan tidak gimana-gimana karena jarang sekali seorang atasan baik kepada bawahannya dengan sangat humble dan luar biasa.
Dan ia merasakan kalau Leo ini bukan sembarang orang biasa melainkan orang yang cukup penting di kantor dan ia harus ditekankan mengingat hal itu agar tidak bablas terlalu menyepelekan atasan dan bawah.
Sampailah mereka di kantor dengan cepat Roni melihat dari kejauhan ternyata ada pemandangan yang sangat tidak disangka-sangka yang pertama ia melihat Tania yang keluar dari mobil dan yang kedua kenapa Leo malah membukakan pintu ia pun menyilangkan kedua tangannya di atas dada memperhatikan dari kejauhan.
Lalu telah mendekat tatapannya dan sorotan matanya sangat tajam sekali menatap kedua orang yang baru saja turun dari mobil Tania memberikan sapaan dan juga menundukkan kepala dan setelah Tania masuk ke dalam ia pun menahan lewat sebentar dengan mengeluarkan kata-kata yang benar-benar tidak bisa dijawab oleh Leo sedikitpun. "Lah emangnya kenapa kalau misalkan gue jemputin Tania ada yang salah gue ini kan atasannya gue ini adalah orang yang gak mau sombong sama bawahan, jadi yang ngapain harus dicurigai segala lo terlalu berlebihan banget deh?"
"Yang salah sih bukan masalah lo jemput Tania yang salah itu adalah sikap lo ke dia yang terkesan itu sangat berlebihan banget dia itu udah punya pacar bro jadi gue takutnya nanti dia bakalan berantem sama pacarnya itu. Dan kenapa sih bos kita atau atasan kita ini perhatian banget sama bawahan padahal selama ini kelihatannya tuh sangat cuek dan sangat profesional banget tapi sekarang itu terkesannya kayak orang yang baru pacaran atau baru jadian?"
Leo merasa kalau misalkan kata-kata rohani ini sangat menyudutkannya dengan cepat ia masuk ke dalam ruangan dengan menggelengkan kepalanya dan Roni pun mengikuti dari belakang dan ia menyuruh Leo untuk masuk terlebih dahulu ke dalam ruangannya dan sebentar lagi mereka semua akan meeting di pagi hari ini.
***
Tania mendapatkan sebuah pesan dari Sekar dan juga Giska yang udah lama banget tidak bertemu akhirnya hari ini mereka sengaja untuk ketemuan dan juga saling ngobrol satu sama lain dan ternyata Leo sudah mendengarkan obrolan tersebut ketika Tania sedang mengangkat teleponnya. "Iya saya mau ketemuan sama kedua sahabat saya dari SMA ya udah kalau gitu saya permisi dulu ya Pak!"
Tania memasukkan ponselnya tersebut ke dalam tas dengan cepat ia masuk kedalam taksi online yang sengaja sudah iya pesan dari tadi dan Leo pun masuk ke dalam mobil untuk nongkrong sebentar lalu ia pulang ke rumah.
***
"Ya ampun udah lama banget kita enggak ketemuan sekarang udah sibuk masing-masing aja gak nyangka ya ternyata kita itu berlalu waktu begitu sangat cepat tadi sama siapa ke sini sama Mario ya?"
Tania langsung terdiam begitu saja karena mungkin hampir 1 minggu ini ia tidak ada komunikasi sedikitpun dengan Mario bahkan seperti memutus silaturahmi tapi karena mungkin masih dalam tahap biasa aja dan untuk menenangkan diri maka dari itu ia tidak menjawab apapun dan mereka sangat paham dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh Tania.
"Udah nggak usah ngebahas hal begitu deh nanti gue ceritain kapan-kapan kalau misalkan gue udah siap sama kalian!"
"Hah? Gak ada masalah apa-apa kan kayaknya ada masalah deh makanya lo males banget buat ngebahas Mario?"
Tania dengan cepat menggelengkan kepala lalu ia melihat menu-menu makanan yang ada di sini untuk memesannya. "Kalian udah lama ya datang ke sini ma'af banget ya tadi itu baru aja pulang dari kerja dan langsung datang ke sini makanya agak sedikit agak lambat gimana kalian tugas di kampus apakah baik-baik aja?"
"Baik-baik aja kok, kita merasa ada yang kurang ketika ada di kampus rasanya apa gitu kehilangan belahan jiwa!"
"Hahaha belahan jiwa apaan sih terlalu berlebihan ya ampun gimana hubungan kalian sama pacar masing-masing apakah baik-baik aja tuh udah ada planning untuk menikah ke depan?"
"Ya rencana buat menikah sih ada tapi dalam waktu dekat nggak ada soalnya itu baru aja karena jadi mahasiswa baru eh masa tiba-tiba kita udah dikabarkan menikah aja kan nggak enak kedengarannya udah kalau gue mah santai aja mengalir aja gitu kayak air mengalir!" Giska adalah tipe orang yang paling santai dan biasa aja bahkan ia tidak pernah peduli dengan orang-orang yang sudah kebanyakan menikah karena menurutnya hidup itu nggak perlu harus disamakan.