Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 88. Bahagia



"Kamu beneran kasih alamat yang bener soalnya alamat yang kamu kasih ini kayaknya alamatnya kurang lengkap makanya Mario kesulitan sampai ke sini?" Memang benar sekali kalau misalkan alamat yang diberikan oleh Tania ini tidak terlalu lengkap dan bahkan cuma sekedar garis besarnya doang yang malah membuat siapapun yang bakalan mendapatkan alamat tersebut bakalan kesulitan terkecuali mencari kesana-kemari informasi kepada warga-warga yang di sekitar.


Tania berharap kalau misalkan Mario bisa menemukan alamat yang sudah ia berikan tersebut dan semoga aja berhasil tapi hatinya harap-harap cemas. Karna Mario sangat memaksa sekali untuk menjemput padahal kan ini sudah berkata untuk bertemu nanti saja di kota tapi tetap saja mak saya sudah karena tidak mau berantem.


Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga Tania pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam mobil karena sebelum dijemput oleh Mario sempat terlambat juga karena alamat yang diberikan oleh Tania tidak terlalu jelas yang membuat Mario sedikit agak kebingungan untuk mencari alamat tersebut.


Tapi karena sekarang adalah zaman modern maka dari itu membuat semua apapun yang dibikin sulit akan menjadi lebih mudah dan kita bisa mencari itu semua dengan internet yaitu pakai Google maps. "Kamu kelihatan banget sih capeknya ma'afin aku ya kalau misalkan aku kasih alamatnya nggak terlalu jelas soalnya coba itu yang aku dapat!" Mencari alamat yang mungkin bikin menjadi rumit menjadi biasa aja bahkan ini adalah masalah yang sangat sederhana banget yang membuat Mario malah biasa aja karena ya pertemuan ini jauh lebih penting dari pada drama-drama yang terjadi tadi.


"Kamu kenapa sih nggak kasih kabar dalam beberapa hari ke belakang soalnya aku tuh kangen banget sama kamu udah lama banget kita nggak ketemu. Kamu kenapa sih tiba-tiba dia menghilang kaya begitu apalagi temen-temen kamu nggak ada yang tahu sama sekali gimana aku enggak panik coba?" Mario mengeluh kesahkan yang ada dipikirannya.


"Udahlah jangan ngomong kayak begitu di sini itu atau di tempat kondangan sepupunya aku itu jarang banget ada sinyal apalagi di sana itu cukup lumayan jauh dari jangkauan internet jadi ya wajar aja kalau misalkan aku nggak kasih kabar, sebenernya sih aku juga nggak tahu kenapa nggak ada sinyal di sana mungkin aku aja kali yang nggak tahu apa-apa."


"Ya udah deh yang penting kita akhirnya bisa bareng-bareng ya udah deh enggak usah dipermasalahkan lagi nanti kita bakalan berantem!"


Mario membawa Tania buat jalan-jalan hari ini dikarenakan mungkin hari ini adalah hari di mana bikin suasana itu happy banget dan bebas dari hal apapun apalagi pikiran-pikiran negatif yang mungkin beberapa hari kebelakang akhirnya luntur sudah dengan hari ini pertemuan yang benar-benar ia tunggu-tunggu dan ia nantikan. Tania menceritakan kalau misalkan dia bahagia banget ketika tadi di sana sebelum dijemput oleh Mario apalagi orang-orang yang di sana menyambut hangat kedatangannya bersama keluarga dan juga mendo'akan supaya kedepannya Tania menjadi orang yang bisa bermanfaat dan bisa melakukan yang terbaik untuk mereka semua.


"Aku rencananya hari ini mau ngajakin kamu ke kampus kita yang baru soalnya aku udah daftar sih di sana tinggal kamu aja yang daftar di sana!"


"Wah bagus dong kalo misalkan kamu udah daftar di universitas kamu tapi kayaknya aku tetap nggak bisa soalnya menurut aku---"


"Kamu ini sebenarnya ada apa sih?"


"Aku gak kenapa-napa kok biasa aja!"


"Udahlah ngapain sih dari kemarin selalu aja mempermasalahkan hal seperti ini padahal semuanya bisa aja kita jalan bareng-bareng tapi kamunya aja yang mempersulit semuanya pokoknya kamu nggak usah panjang lebar aku bakalan ajakin kamu ke sana oke!"


Mario terus saja memaksa untuk membawa Tania untuk segera melihat kampus mereka karena mau tidak mau Mario harus memaksa karena dia tidak mau kehilangan Tania untuk kesekian kalinya.


"Ya Allah, kenapa sih ini orang maksa banget udah tahu gue bukan anak orang kaya dan gue juga bukan anak yang punya segalanya maka dari itu gue semuanya enggak mau buat kuliah bukannya gue nggak mau tapi karena emang gue nggak punya uang!" batin Tania dalam hati, melihat Mario yang sangat baik kepadanya bahkan memaksa untuk sekolah ke jenjang yang tinggi.


***


Mario sengaja mengajak Tania untuk masuk kedalam kampus yang sangat besar banget dan sebentar lagi bakalan penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru. Yang pastinya bakalan bikin bahagia banget.


Tania sangat merasa pangling banget ketika sudah menginjakkan kaki di kampus di mana Mario yang sengaja mendaftarkannya di sini padahal ia sudah sangat menolak banget karena tidak mau membebani orang lain dan tidak mau merepotkan siapapun yang baik kepadanya.


"Ini tempatnya bagus banget ya kayaknya buat anak orang-orang kaya aja yang sekolah atau jadi mahasiswa atau mahasiswa yang ada di sini. Aku seneng banget ngelihat gedung-gedung yang ada di sekitar sini itu besar-besar banget pasti biasanya juga besar banget ya buat masuk ke ranah seperti ini!"


"Ya emang bagus universitas yang ada di sini makanya aku sengaja ngajakin kamu biar kamu tuh pikiran terbuka lebar kalau kesempatan itu nggak datang untuk kedua kalinya kalau misalkan kesempatan sudah datang kamu jangan sia-siakan kesempatan tersebut, masih banyak orang-orang yang ada di luaran sana yang pengen banget kuliah tapi mereka nggak mau karena biayanya yang nggak ada. Nah sekarang kamu diberikan kesempatan untuk belajar atau menimba ilmu ada orang yang sengaja membiayaiin kamu ya kamu ambil aja kalau aku sih gitu!"


Tania langsung terdiam sebenarnya ia tahu banget maksud dari Mario tersebut mengatakan ini tapi sebagai seorang perempuan dan masih memiliki keluarga yang sangat lengkap sangat merasa tidak percaya diri bahkan tidak mau merepotkan siapapun orang-orang yang selama ini baik yang ada di sekitar.


Walaupun Mario sudah menceritakan kalau misalkan pembiayaannya semua keluarganya menang tapi tetap saja sebagai seorang perempuan ngerasa nggak percaya diri dan enggak mau merepotkan sekali lagi.


Mario menyuruh Tania untuk berpikir keras agar ke depannya bisa sukses bareng dan juga mungkin kalau misalkan mereka berdua berjodoh ya bisa bareng.