Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 94. Jodoh?



Akhirnya pulang juga ke rumah setelah pekerjaan yang sangat banyak di kantor tadi dan bener-bener mumet banget ia melemparkan senyum ketika masuk ke dalam tapi mama malah berdiri di depan dan menyuruhnya duduk di ruang.


Ia pikir adalah pembahasan biasa tapi ternyata pembahasan yang sudah sangat sering banget dibahas dan udah bosen banget untuk mendengarnya. "Kamu kenapa sih dari dulu sampai sekarang selalu saja menolak?"


"Mah, Mama kenapa sih selalu ngebahas kayak begitu terus sama aku, aku capek aku baru aja pulang?" Raut wajahnya benar-benar kusam baru saja pulang dari kantor udah dikejar pertanyaan seperti itu dan terus saja ditanyakan terus menerus tanpa berhenti.


"Mah, aku sebenarnya capek tahu kalau misalkan selalu aja disuruh untuk menikah aku kan punya caranya sendiri dan aku juga udah dewasa ngapain sih harus diatur-atur segala aku capek tau nggak sih!" Leo sama sekali nggak suka kalau misalkan kehidupan masalah pribadinya diatur apalagi masalah pribadinya ini sangat sensitif untuk mencari seseorang yang bisa mendampingi kita sampai menua nanti itu bukan perkara yang mudah melainkan bagaimana cara kita untuk bisa menjalani semuanya harus dengan konstan dan juga saling menerima satu sama lain antar kekurangan tidak semudah itu.


Apalagi Leo banyak sekali pekerjaan pekerjaan yang harus ia selesaikan apalagi setiap harinya ia selalu saja kekurangan waktu untuk beristirahat untuk menjalani hubungan aja tidak semudah itu bahkan setiap suatu masalah ia selalu berusaha untuk diam dan lari dari kenyataan memang itu bukan perkara yang baik tapi itu sudah terbiasa dari dulu sampai sekarang.


Mama terus aja memaksanya untuk segera menikah. Leo dengan cepat masuk ke dalam kamar lalu mengganti pakaiannya setelah mandi rasanya segera banget dan membuang rasa-rasa emosi yang ada di dalam benaknya apalagi ketika mama langsung saja menanyakan pertanyaan tersebut ketika baru saja datang dan masuk ke dalam rumah. "Kenapa sih mama selalu aja menurut gue buat segera menikah gue kan udah kasih tahu kalau misalkan mencari pasangan itu tidak semudah seperti cari baju cari baju aja harus pilih-pilih masa cari pasangan tinggal ambil doang?"


Ia pun menyalakan televisi ternyata tidak sengaja ia menyalakan drama percintaan yang ada di TV dengan cepat pula ia pun langsung mematikannya dan langsung sangat kesal banget menganggap apa yang ia tonton hari ini terkesan berlebihan dan pas banget dengan apa yang disuruh oleh mama tadi.


Leo turun ke bawah menuruni anak tangga melihat banyak sekali keluarga yang datang ia sangat lupa kalau misalkan hari ini ada acara keluarga yang mungkin udah terlupa begitu saja karena pekerjaan yang sangat penting dan merupakan hal yang penting yang seharusnya ia ingat.


Arisan keluarga adalah hal yang paling dihindari oleh Leo karena dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka malah membuatnya sedikit agar toxic dan tidak suka. Ia berpura-pura menjadi laki-laki yang sangat biasa saja dan tahan mental tapi terkadang ketika ia merasa sendirian dan berada di dalam kamar rasanya pengen membenci dan melingkari orang-orang tersebut untuk masuk ke daftar hitam yang ia benci.


"Kamu dari dulu sampai sekarang belum sama sekali punya pacar ya ini keponakan kamu udah mulai besar aja ada perkembangannya masa kamu enggak sih?"


Ia dengan cepat mengambil air minum yang ada di dapur dan meneguk dengan 1 kali tegukan rasanya emosi Ini benar-benar meluap sekali apalagi ketika di kantor banyak masalah kenapa hidup selalu rumit dan kenapa hidup susah banget buat dijalanin seperti orang-orang yang ada di drama di TV. "Apa gue minta cariin Roni aja ya buat jadi tantangan gue di keluarga biar gue nggak diledekin lagi sama? Gue sebenarnya capek banget sih kayak begini terus kayaknya gue harus keluar dari rumah ini deh sebentar gue enggak mau bikin toxic hari ini dan gue nggak mau bikin bete suasana!"


Leo dengan cepat permisi untuk menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar untuk segera mengganti pakaiannya sebentar karena ia mau keluar dan tidak mau bergabung dengan mereka yang pastinya bakalan bikin toxic.


"Sebenarnya kamu itu mau ke mana sih ada keluarga kok malah ninggalin rumah? Gak sopan banget jadi orang ayo buruan keluar gabung sama mereka!" Leo dengan cepat langsung saja berpamitan lalu ia melajukan kemudinya ketika sudah masuk ke dalam mobil ia sudah memberikan kode kepada Roni untuk ketemuan di tempat biasa mereka nongkrong.


Sampailah di tempat mereka nongkrong tepat sekali di pinggiran jalan keramaian kota Roni sangat bingung sekali kenapa wajah Leo benar-benar ditekuk dan sepertinya ada masalah yang sangat dalam sampai pertanyaannya tidak digubris sama sekali. "Ya ampun kenapa sih marah-marah enggak jelas kayak gini? Ya ampun, dari dulu sampai sekarang nggak ada perubahannya tahu nggak sih ada apa sih emangnya?"


"Gue dicecar pertanyaan sama keluarga gue kalau misalkan gue harus segera menikah di usia gue yang seperti ini padahal gue masih santai dan masih banyak banget pekerjaan yang harus diselesaikan, gue mau mood banget tau enggak sih gue minta tolong sama lo biar lo cariin gue pasangan pura-pura nanti gue bakalan bayar deh berapa pun dia minta asal nanti gue bakalan ajakin ke rumah biar keluarga gue itu sadar kalau gue itu bisa aja punya pacar!"


Dengan cepat Roni tertawa terbahak-bahak ketika mendengar Leo memintanya untuk mencarikan seorang perempuan yang bisa dijadikannya pacar bayaran. "Kenapa? Kenapa lo ketawain gue enak aja lo ngomong kayak begitu gue kayak begini karena terpaksa doang cari pacar gue sih sebenarnya bisa dicari pacar tapi nggak secepat itu juga makanya supaya lebih cepat dan gue nggak pusing buat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka makanya gue minta bantuan sama lo!"


"Ya udah nanti malam gue bakalan isi biodata lo di biro jodoh biarlah nanti dapetin orang yang sesuai dengan pilihan lo dan selera lo! Ah sebenarnya gue juga kayak begitu sih bicara sama keluarga gue cuman bedanya keluarga gue itu adalah keluarga yang paling santai dan open jadi gue nggak terlalu gimana-gimana ya rencananya sih gue pengen deketin Tania buat jadi pacar gue tapi sayangnya dia udah punya pacar dan pacarnya galak banget!"


"Oh rupanya dia udah punya pacar ternyata kalah juga ya kita sama dia pokoknya intinya adalah lo harus cariin gue pacar dan gue bakalan bayar berapa pun sampai dia mau buat bikin keluarga gue tuh percaya kalau misalkan gue beneran punya pacar!"


"Udah deh santai aja nggak usah banyak pikiran gue bakalan cari secepatnya ya oke!" Leo pun sedikit merasa tenang karena masalah yang pertama kali ia dapatkan dan juga sampai sekarang masih bergerombol akhirnya bisa juga diselesaikan walaupun dengan pura-pura.