
"Kenapa sih akhir-akhir ini gue liat Mario kayak beda banget ya? Apa karena dia udah mulai suka sama lo?" Sekar dan Giska merasakan sekali perubahan yang terjadi kepada Mario.
"Hahaha kalian ngomong apa sih? Tapi sebenarnya gue juga ngerasain sih kalau misalkan dia itu kayak nggak suka sama gue tapi gue nggak mau ke gr-an juga apalagi kan penampilan gue bulu kaya gini. Gak gaya lo yang cantik yang putih banget?" Puji Tania yang memuji Giska yang begitu cantik apalagi putih dan Gista juga orang kaya jadi lebih mudah untuk makeover dirinya jauh lebih cantik.
"Ya ampun hai juga ngerasainkan kalau misalkan akhir-akhir ini Maria itu kayak beda aja gitu sama lo tan, dan gue ngerasa kalau misalkan dia tuh jatuh cinta sama lo jadi kalau menurut gue sih lo jalanin aja dulu hidup lo sekarang kalau emang misalkan dia itu jatuh cinta beneran sama lo ya lo jangan cepat buat kasih jawaban juga. Ini ya gue kasih tahu sama lo kalau misalkan cewek itu kalau udah 1 kali dia khianatin bakalan sakit hati banget, dan bakalan berhati-hati banget untuk deket lagi sama cowok yang sama tapi balik lagi sikap personality dan pribadi masing-masing untuk menanggapi dan sudut pandang yang beda-beda kalau gue sih gitu ya kalau misalkan ada cowok yang deketin gue dan ternyata kita ngejalanin terus tiba-tiba dia ngelakuin hal yang menurut gue fatal dan dia coba ngedeketin gue lagi gue bakalan kasih dia kesempatan cuman gue harus berhati-hati aja apakah dia cuma main-main atau pengen berubah gara-gara gue?"
"Bener banget sih kalau menurut gue jadi cewek itu harus mahal harus bisa membedakan mana cewek yang diperlakukan spesial sama cowoknya apa cuma gara-gara dia penasaran doang sama kita."
"Iya sih bener juga apa yang lo omongin tapi gimana caranya supaya kita bisa dihargai orang lain?"
"Ya mulai sekarang kita harus bisa berubah lebih cantik gimana kalau misalkan hari ini kita makeover diri kita ke salon bareng bareng bertiga biar gue deh yang dandanin kalian juga gimana?"
"Bener juga sih ya udah yuk kalau gitu."
"Ayok, tapi nggak papa nih kalo misalkan lo yang bayarin kita soalnya nggak enak banget." Sahutnya yang begitu cepat sekali menjawab kebaikan dari Giska yang mau makeover mereka dan mau biayain mereka nanti di salon.
"Ya iyalah gue mau makeup-in kalian bukan naik apaan sih kayak makeover gitu supaya kalian lebih cantik gue yakin kalian tuh cantik cuman nggak dirawat aja dan nggak dibagusin aja."
Mereka semua sepakat untuk kesalon hari ini untuk makeover mereka semua agar keluar dari zona yang selama ini mungkin direndahkan oleh banyak orang dan mungkin mereka bertiga merasa kalau misalkan berubah menjadi cewek cantik dan berubah menjadi perempuan yang bisa dihargai oleh mereka apalagi dari kalangan yang mungkin selama ini merendahkan mereka karena mereka cupu. Dan rencana juga ketika apabila mereka sudah berubah menjadi cantik dan apabila mereka sudah berubah menjadi cewek yang lebih mahal maka mereka akan tetap menjadi orang atau manusia yang lebih ramah lagi kepada siapapun.
***
Mereka masing-masing memilih baju yang tepat untuk mereka kenakan ketika nanti mereka mengetes diri mereka di depan orang banyak yang melihat perubahan penampilan yang baru dari mereka bertiga. "Tapi nggak papa nih kalau misalkan kita make over sama di sana?"
"Ya udah lo tenang aja semuanya bakalan baik-baik aja kok bahkan ketika nanti di makeover bakalan cantik dan semua orang bakalan ngeliatin kita perubahan kita."
Di depan cermin mereka disuruh duduk saja dan di make over dari tatanan rambut poni depan bahkan baju-baju yang sudah dikirim tadi yang akan mereka kenakan ketika mereka jalan hari ini untuk mengetes apakah perubahan mereka memberikan dampak kepada mereka sendiri. Rasanya sama sekali tidak sabar lagi untuk melihat reaksi dari mereka yang melihat mereka bertiga tampak berbeda.
"Ya ampun kok gue jadi cantik banget sih ternyata kita cuma kurang modal doang aja ya supaya bisa jadi lebih cantik?" Ucap Tania yang melihat mereka dan melihat dirinya langsung di depan cermin perubahannya sangat berbeda jauh dari sebelumnya bahkan ia terkesan lebih muda dari usia yang sebenar-benarnya.
Sekitar 20 menitan di makeover tak sampai sana saja rupanya perubahan mereka, mereka memutuskan untuk di make-up juga.
Sampailah di tempat dimana banyak orang yang sedang nongkrong di sana. "Lo tau gak sih gue malu banget tau nggak kira-kira keinginan kita berhasil nggak sih untuk berubah?"
"Udah lo santai aja jangan banyak kepikiran kita bakal ngeliatin sama mereka kok tapi kita harus cool jangan terlalu melebar senyum." Misi pun dilakukan satu sama lain.
Mereka bertiga sengaja untuk duduk di tengah-tengah keramaian agar menjadi pusat perhatian. Giska memesan makanan dan minuman kepada pelayan yang ada di sana begitupun dengan Sekar dan Tania.
***
Ternyata benar terlihat sekali perubahan dan semua orang tertuju kepada perubahan mereka bertiga karena mereka sangat cantik sekali bahkan beberapa cowok menghampiri mereka untuk meminta nomor handphone. "Benerkan kata gue kalau misalkan mereka itu naksir sama kita bukan karena kita hanya sih sama penampilan kita makanya mungkin kalau misalkan besok kita harus kayak gini terus?" Bisik Sekar kepada Tania dan Giska. Mereka bertiga sangat bahagia banget karena perubahan kali ini atau make over kali ini ternyata berhasil. Dan terbukti ternyata orang melihat kecantikan itu dari luar bukan dari hatinya.
"Kita sampai kapan sih mau di sini terus kira-kira pas di sekolah kayak gini juga nggak sih?" Tania sama sekali tak merasa nyaman dengan sorot mata mereka-mereka atau orang yang di depan yang menuju ke arah mereka bertiga.
"Ya kayaknya sih kurang lebih kayak begitu, asal penampilan kita tetap kayak gini konsisten jangan berubah jadi cupu lagi ntar kita direndahin."
"Hai boleh minta nomor hp-nya nggak kira-kira?" Sekar hanya bisa diam dan terbelalak karena orangnya minta nomor ponselnya ganteng banget bahkan putih.
"Ya udah kasih aja." Bisik Giska.
Akhirnya Sekar pun memberikan nomor ponselnya kepada orang yang di hadapannya.