
Tania akhirnya merasa lega banget walaupun ia sangat butuh sekali pekerjaan tersebut tapi mau kayak gimanapun ketenangan dan juga kebahagiaan adalah hal yang nomor satu yang harus diutamakan.
Ia mencoba untuk menghubungi Sekar dan juga Giska agar bisa bertemu dan membicarakan hal ini dengan sangat mendalam sekali.
Awalnya mereka sama sekali tidak merespon karena tidak mau ikut campur dengan hubungan percintaannya tapi setelah 20 menit kemudian keduanya merespon menyuruh mereka untuk saling bertemu satu sama lain agar bisa membicarakan hal ini dengan sangat serius.
Pertemuan pun akhirnya digelar wajah mereka benar-benar sangat bingung sekali ketika melihat wajah Tania dengan sangat tegang dan merasa sedih, tapi mereka berdua berusaha untuk menenangkan lainnya agar bisa berbicara dengan sangat lega.
"Ya udah lo harus bisa menarik napas sejenak biar bisa cerita dengan enak dan juga bisa nyaman agar kita berdua bisa ngebantu apa yang kau lakukan dan bisa kita lakukan buat lo!"
"Jadi gue udah berganti bekerja di sana, sebenernya gue pengen cerita sama kalian berdua tapi gue harap kalian berdua jangan ketawain gue dan gue juga sebenernya males banget untuk melakukan itu semua."
Karna kalimat yang dilontarkan oleh Tania ini sangat ambigu sekali maka dari itu membuat mereka sama sekali tidak mengerti dan hanya bisa saling tatap satu sama lain.
"Em sebenarnya gue sama sekali nggak ngerti siapa maksud lo dari semua ini dan gue juga bingung kenapa kalian berdua itu tiba-tiba aja putus dan lo tiba-tiba aja pengen menikah dengan laki-laki lain? Sebenarnya ada apa sih gue janji gue nggak akan pernah ceritain sama orang lain dan gue juga janji bakalan bantuin kalau misalkan gue mampu biar bisa bantu!" ucap Sekar yang sama sekali tidak mengerti tapi ia siap sedia untuk membantu sahabatnya tersebut dari SMA bahkan sampai sekarang dan mungkin sampai kapanpun mereka akan terus saja berteman.
"Gue juga janji sama diri gue sendiri demi sahabat gue bakal gue bakalan ngelakuin apapun dan gue bakalan berusaha semaksimal mungkin kalau misalkan gue bisa ngebantu nya!" jawab dari Giska yang sangat tegar sekali mengatakan hal ini karena tidak mau melihat sahabatnya merasa kesusahan atau kesedihan.
Akhirnya mereka bisa bernapas lega juga ketika mendengarkan ia menceritakan seluruh apa yang ia rasakan selama 3 bulan ini dan hanya bisa bungkam tidak bisa menceritakan ke siapapun tapi ternyata semua itu dikhianati begitu saja oleh Leo. Ia pikir selama ini Leo adalah orang yang sangat profesional dalam menjalankan suatu rencana yang mereka sudah rencanakan disepakati tapi rupanya semua itu salah Leo malah jatuh cinta kepada Tania dan membuat semuanya menjadi runyam.
Ya namanya perasaan manusia tidak sama sekali bisa digubris bahkan kita tidak bisa seakan-akan tahu tentang segalanya oleh hal tersebut tapi karena Tania tidak mau jatuh terlalu dalam maka dari itu membuatnya berhenti dengan sepihak tanpa persetujuan Leo.
Hal yang harus ia lakukan hari ini adalah meminta tolong kepada mereka berdua untuk bisa mempertemukannya bersama Mario meminta maaf karena selama ini telah menyakiti perasaan Mario yang sudah salah sangka dan bahkan mungkin berekspektasi yang sangat negatif.
"Ya udah kalau gitu kalau misalkan lo mau buat ketemu sama Mario kita bakalan bantuin, tapi masalah diterima atau enggaknya yaitu adalah urusan lo sendiri sama Mario kita berdua hanya sebatas ngebantuin kalian berdua oke?"
Tania pun merasa pasrah untuk bisa bertemu dengan Mario dan meminta ma'af mengulang kembali masa-masa perjuangan mereka dulu ketika duduk waktu SMA dan juga sampai sekarang dan mungkin bisa sampai akhir pekan nanti.
Setelah panjang lebar dengan cepat mereka berdua menyuruh Tania untuk berdiri dan langsung masuk ke mobil mereka karena rencananya hari ini ingin mempertemukan antara Mario dan juga Tania untuk kesekian kalinya yang tidak bertemu selama 3 bulan dan lost contact sama sekali.
***
Mario sangat bingung sekali kenapa tiba-tiba bisa ada di sini tapi tidak ada yang bercerita apa maksud dan tujuannya. Tiba-tiba ketika Mario ingin pulang dengan cepat Tania bergerak dan menyebut nama Mario dengan cepat pula Mario memalingkan badan dan ternyata ketika ia sudah membalikan badan ia tidak bisa berkata apa-apa lagi bahkan kedua kakinya sakit tidak bisa berjalan karena saking terkejutnya melihat Tania datang.
Tania pun dengan cepat tersenyum lalu melontarkan kata-kata ma'af kepada Mario tapi bagi seorang laki-laki tidak semudah itu mempercayai seorang perempuan mengatakan sesuatu yang sangat serius bahkan ia pun dengan cepat memancing Tania agar Tania bisa menjelaskan yang sebenarnya.
"Jadi aku selama ini bohong sama kamu aku tuh nggak nikah dan juga aku tuh nggak pacaran sama siapapun terkecuali sama kamu tapi karena sebuah rencana besar dan aku mau membantu maka dari itu aku ngebantuin dan ternyata aku selama ini salah juga aku malah ninggalin kamu orang yang paling tulus yang aku kenal. Tapi di sini aku enggak maksa kamu buat untuk kembali kalau misalkan kamu mau kembali aku siap buat memperbaiki semuanya tapi kalau misalkan kamu nggak mau kembali sama aku karena kesalahan aku yang sangat besar ya udah aku siap buat mundur!"
Mario bener-bener sangat terkejut dan speechless banget ketika Tania mengatakan hal itu dalam hatinya juga pengen banget buat kembali dengan Tania dan memberikan kesempatan karena ia juga tahu dulunya mungkin banyak kesalahan yang jauh lebih besar dari pada Tania maka dari itu ingin memberikan kesempatan.
Tapi karena ingin mengerjai Tania dengan cepat Mario pun hanya bisa menggeleng dan Tania pun pasrah dengan jawabannya trio di karenakan ia bukan tipe orang yang ambisius.
Mereka sahabat-sahabat dari mereka berdua sangat tegang sekali ketika melihat mereka berdua seperti ini dan malah membuat mereka seperti nonton drama yang secara langsung.
"Udah, kalau misalkan mereka saling mencintai satu sama lain dan mau menerima suatu kekurangan juga kelebihan mereka bahkan kembali lagi kok tenang aja!" ucap Juan dengan sangat lantang dan sangat yakin banget kalau mereka berdua bakalan berjodoh ya bakalan bareng tapi kalau nggak ya bakalan berpisah juga.
Dan.....
bersambung...
Nantikan di bab selanjutnya ya untuk jawaban apa yang bisa didapatkan Mario?