Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 100. Marah-marah Gak Jelas



"Kamu nggak papa nih setiap hari nganterin aku berangkat kerja aku takutnya ngerepotin kamu apalagi kamu 'kan juga ke kampus jadi aku nggak mau waktu kamu kebon cuma gara-gara nganterin aku kerja?"


"Udah kamu jangan ngomong kayak begitu terus nggak papa kok aku nganterin kamu emang beneran ya pengen nganterin aja sebahagia layaknya pacar pada umumnya jadi kamu jangan ngerasa nggak enak sama aku." Mario membukakan pintu Tania lalu mempersilahkan Tania turun dari mobil layaknya seperti seorang princess terkadang membuat Tania sedikit agak malu dilihatin orang banyak apalagi ini tempat resmi di mana ia bekerja.


Mario benar-benar marah banget ketika Leo tiba-tiba saja menarik tangan Tania yang baru saja keluar dari mobil karena memang benar ada sebuah motor yang melintas yang membuatnya hampir saja ketabrak tapi seharusnya yang menolong itu adalah dirinya bukan orang lain dan menurutnya ini adalah hal yang modus yang dilakukan oleh laki-laki kepada Tania. Mereka berdua beradu cekcok satu sama lain malah membuat situasi semakin runyam padahal hujan rintik yang membuat kapasitas untuk bergerak sedikit agak lambat karena jalan licin.


"Kamu kenapa sih mau aja dimodusin sama orang lain udah tahu kamu udah punya pacar ngapain lagi kamu kayak begitu?"


"Kamu bisa sopan nggak sih sama atasan aku deh ini atasan aku jadi kamu enggak perlu marah-marah enggak jelas kayak begitu dia cuma nolongin aku doang kok nggak ada maksud apa-apa kamu kenapa sih dari dulu sampai sekarang selalu aja cemburuan sama aku padahal aku nggak suka tahu nggak?"


"Kok kamu malah nyalahin aku sih ini kan Bukan salah aku sepenuhnya ya emang hujan tapi 'kan kamu---"


"Kenapa sih dalam hubungan kamu saja selalu memaksakan kehendak sesuai dengan keinginan kamu, padahal jelas-jelas aku tuh nggak suka dikekang kayak begini orang itu punya kapasitas untuk bergerak dan nggak bisa dipaksakan ya udah kalau gitu kamu berangkat aja deh ke kampus aku mau kerja dulu masuk ke dalam!" Tania lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Leo, ia pun langsung berjalan masuk ke dalam.


Leo pun ikut menyusul masuk ke dalam kantor dan membubarkan karyawan yang tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka padahal ini baru pagi tapi sudah membuat situasi tidak mood. Ia masuk ke dalam ruangan Tania lalu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan pacarnya tersebut dan Tania hanya bisa menjelaskan secara singkat saja dia adalah kategori yang cukup cemburu.


"Kamu sebenarnya kenapa sih ih kenapa kamu tiba-tiba akhir ini toxic banget sama aku dan kenapa kamu malah bikin aku tuh nggak nyaman buat bareng sama kamu?" batin Tania yang sangat melihat sekali perubahan yang ada di dalam diri Mario ia benar-benar merasa kalau misalkan Mario ini emang benar-benar berubah banget dari dulu sampai sekarang yang awalnya biasa aja ini malah membuat menjadi toxic dan tidak nyaman.


Leo membuyarkan pandangan Tania agar lebih fokus lalu Tania pun duduk di meja kerja untuk memulai pekerjaan hari ini.


"Gimana?"


"Iya Insya Allah saya bisa dan ya udah biarin aja mungkin itu adalah keputusan yang terbaik buat saya dan juga dia soalnya dari dulu sampai sekarang dia itu selalu aja menekan saya untuk menjadi lebih baik dan menuruti semua kemauan dia, padahal selama ini kita tuh harus yakin dalam hubungan apalagi menyatukan dua kepala menjadi satu bagian tuh nggak bisa sama." Tania benar-benar merasa kesal banget ketika Mario tadi tidak sopan di depan Leo karena orang yang dihadapi oleh maru itu adalah atasannya bahkan bosnya pemilik dari perusahaan ini yang sudah meluangkan waktu dan memberikan kesempatan ia bisa bekerja di tempat ini tapi malah semena-mena seperti itu.


"Ya udah kalau gitu kita langsung aja kerja ya enggak usah dibahas lagi hal yang kayak begitu soalnya enggak penting juga ini kan masalah pribadi kamu bukan masalah pekerjaan jadi enggak ada urusannya dan enggak ada sangkut-pautnya!" Leo berusaha untuk tidak ikut campur dalam permasalahan yang dialami oleh Tania karena menurutnya ini bukan kapasitasnya untuk bergabung dalam masalah tersebut melainkan ini hanya sekedar hal yang biasa saja.


***


Karna mereka sempat berantem dan juga salah paham akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidak berkomunikasi dalam waktu dekat terlebih dahulu membuat Tania yang banyak banget bahkan di porsir dalam pekerjaan ia terbaring sakit di rumah. Dengan cepat ia meraba ponsel yang ada dibawah bantalnya rasanya berat banget bergerak sedikit dan ketika membuka layar ponsel tersebut banyak banget notifikasi pesan di sana dan juga panggilan telepon entah itu dari hal pribadi atau hal pekerjaan yang menuntutnya untuk segera sembuh.


Banyak sekali notifikasi dari Mario menanyakan tentang kabarnya bahkan seakan-akan ia mengajak untuk bertemu hanya sekedar quality time satu sama lain. Leo pun sebagai atasan menanyakan kabar Tania yang sudah hampir dua hari ini tidak masuk ke dalam kantor karena pekerjaannya sangat menumpuk bahkan juga ditambah sudah diberikan laptop yang akan bertambah waktunya tersisa di rumah.


Tania merasa bahagia banget akhir-akhir ini banyak banget orang yang peduli banyak banget orang yang toxic dan juga orang yang benar-benar bisa mengerti tapi ada juga yang toxic yang bikin suasana hati terasa nggak mood dan gak happy.


Ia mencoba untuk membalas satu persatu orang-orang yang menanyakan kabar tersebut setelah ia menyatakan kalau dirinya sakit dengan cepat pula beberapa panggilan telepon tidak henti-hentinya menelponnya untuk menanyakan kabarnya Tania mengatakan kalau misalkan dirinya nggak enak badan karena mungkin kecapean.


Leo sebenarnya pengen ke rumah Tania untuk menjenguk dan memberikan makanan sehat tapi karena Tania tidak mau direpotkan oleh atasannya maka dari itu ia menolak dengan cara halus agar tidak tersinggung.


Bahkan Roni pun orang yang pertama kali baik di dalam kantor tersebut juga menawarkan diri untuk membawa Tania ke rumah sakit untuk dicek ini terkesan berlebihan padahal menurut ane ini hanya sekadar demam biasa dan gak kenapa-napa gak perlu harus diperhatikan jangan terlalu serius. Cukup dengan istirahat dan biasa aja semuanya bakalan baik-baik aja kok.


"Nanti ya Pak, cepat atau lambat saya bakalan masuk lagi ke kantor tapi dalam mungkin beberapa hari lagi ke depan saya harus istirahat dulu soalnya badan saya rasanya capek dan nggak bisa dipaksakan kalau dipaksakan bakalan enggak mood dan nggak fokus!" kirim Tania seperti itu kepada Leo ia berharap diberikan kelonggaran untuk bisa istirahat di rumah sementara dan ternyata balasannya sangat baik ia malah diperkenankan untuk istirahat lebih dahulu di rumah agar bisa membaik dan pulih.