
Sejak tadi Tania tetap berdiri di depan cermin sampai nanti Giska menjemputnya mama heran kenapa Tania tiba-tiba seperti ini. Mama sangat menyadari sekali perubahan yang dimiliki oleh anaknya terlihat lebih cantik dan lebih menarik kalau dilihat dengan kedua belah mata. "Kamu kok cantik banget sih sekarang?"
"Hah iya nih mah berubah lebih cantik itu ternyata harus diakui dan dihargai."
"Ya udah kalau gitu tapi jangan sampai berlebihan ya soalnya kan ini di sekolah bukan di tempat."
Suara klakson terdengar dari luar ternyata itu dari mobil Giska yang menjemputnya. Tania berpamitan untuk berangkat ke sekolah. "Ya udah kalau gitu aku pamitan dulu ya mah assalamua'laikum mah."
"Hallo guys, ya ampun kalian pada cantik banget sih." Ucap Tania yang melihat perubahan kedua temannya di dalam mobil terlebih dahulu begitu cantik sekali. Ia hanya bisa menggelengkan kepala karena perubahannya sangat drastis dan ternyata ini serius. Bukan perubahan yang main-main melainkan ingin membuktikan kalau misalkan cewek cupu juga bisa berubah menjadi cewek cantik.
"Tapi bedak gue nggak ketebalan kan?"
"Ya enggak kok enggak ketebalan sama sekali bagus aja."
"Kalau bedak gue ketebelan nggak gue takutnya nanti lihatin orang di kelas?"
"Enggak kok, nggak tebel-tebel banget biasa aja."
***
Selamat berada di dalam mobil mereka bertiga riweh banget dan masih bingung apa yang harus mereka lakukan ketika berada di sekolah. "Ya ampun kok bisa kayak gini sih? Cantik banget? Hahaha."
"Hahaha gue kok juga ya."
"Apalagi gue?" Dengan percaya dirinya mereka mengatakan hal ini kepada mereka berdua yang ada di kanan dan kiri mereka.
Supir Giska pun heran dengan perubahan mereka bertiga yang berbeda sekali. "Ya ampun kalian ternyata berubah banget ya. Jauh lebih cantik dari sebelumnya benar-benar beda."
"Hahaha iya dong pak hehe."
"Emang zaman sekarang tuh emang kayak begitu harus dilihat cantik dulu baru bisa dihargai sebenarnya emang udah dari dulu kayak gitu sih tapi hak karena keterbatasan nggak tahunya makeover kayak gimana jadi ya bakalan nggak dihargai terus." Speak up pak supir Giska mengatakan kalau misalkan cantik itu sama dengan dihargai dan tidak cantik itu sama dengan tidak dihargai. Ternyata sudah dari zaman dahulu kala seperti ini.
Mereka bertiga turun dari mobil Giska dengan penampilan yang sangat berbeda sekali mereka sudah latihan kemarin ketika pulang dari mall di rumah masing-masing. Dan benar kalau misalkan mereka semua menyorot ke arah mereka bertiga yang sedang baru saja keluar dari mobil. Rasanya deg-degan banget karena ini kali pertama menjadi pusat perhatian mereka semua dengan penampilan berbeda dan gaya yang berbeda pula. Mereka semua sama sekali tidak menyangka kalau misalkan perubahan 3 cewek cupu ternyata menjadi cantik dan yang membuat mereka terkejut adalah gaya rambut dan gaya berpakaian yang lebih modis walaupun masih tetap ranah yang sopan tidak keluar dari koridor yang seharusnya. "Benerkan kata gue kalau misalkan mereka tuh bakalan ngelirik kita kalau misalkan kita cantik tapi kalau misalkan kita cupu dan burik otomatis mereka tuh nggak suka sama kita dan mereka selalu memandang orang dari fisik itulah zaman sekarang." Bisik Giska yang melirik ke arah Sekar dan Tania. Mario hanya melihat dari kejauhan ternyata perubahan mereka sangat berbeda dan bisa juga menjadi cewek-cewek cantik cuma mereka tidak di makeover aja apalagi di samping kanan ada Tania yang ternyata juga berubah menjadi cantik dia pun menyunggingkan bibirnya tersenyum. Tania melirik ke arah sana melebarkan senyum pula dengan cara spontan tanpa disuruh sama sekali.
Mereka masuk ke dalam kelas dan menaruh tas mereka, mereka sengaja tidak langsung duduk di dalam kelas melainkan mereka duduk di luar supaya menjadi pusat perhatian mereka yang melihatnya. Tak sampai sana saja ternyata guru-guru pun tidak menyadari kalau misalkan perubahan ketiga anak muridnya. "Ya ampun kalian berubah banget sih menjadi cantik ibu pikir kalian siapa ternyata Giska, Sekar dan Tania ya udah kalau gitu ibu ke ruangan dulu ya."
"Iya Bu," jawabnya serentak oleh mereka bertiga.
"Hei mereka kok kayak norak banget gitu ya sok cantik banget." Tami tidak suka dengan penampilan mereka bertiga kan dari dulu seperti yang ia tahu mereka bertiga cuma ditakdirkan menjadi cewek yang cupu bukan cewek yang menjadi pusat perhatian. Di tambah juga Tami yang mengkompor-komporin Vita yang ada di sebelahnya. Vita pun terbawa oleh ucapan dari Tami.
"Ya nggak mungkinlah mereka jauh lebih cantik dari kita berdua buktinya aja cowok-cowok masih naksirkan sama kita?"
"Ya udah tenang aja nggak usah dipikirin juga ya nggak sih masa kita kalah sama cewek cupu akan begitu?" Tos Tami yang optimis dengan ucapannya.
"Hahaha iya banget mana mungkin kita kalah sama mereka? Kita kan udah hits dari dulu?"
Mario nyeletuk kepada mereka yang sedang mengobrol berdua. "Semua orang bisa aja berubah dan roda itu berputar jadi kalian jadi pada kepedean."
Vita langsung terdiam dengan ucapan dari Mario. Tapi ia langsung saja menangkisnya dengan begitu cepat. "Ya tapi gue kan mantan lo itu tandanya gue termasuk kriteria lo dulu kan?"
"Hem, iya tapi dulu ya." Tegasnya dengan menatap dengan tatapan yang begitu tajam sekali.
"Ish." Kesalnya dengan mengepal kedua tangannya yang begitu cepat.
"Udah sabar, nanti Mario bakalan balik lagi kok sama lo tenang aja nggak usah takut lo itu cantik dan lucu juga bisa dapetin orang yang jauh lebih baik daripada Mario mau yang tajir, yang ganteng? Bisa lo dapatin dan lo cantik dari lahir bukan dari oplasan kayak mereka Vita!"
"Gue ngeliat Tami sama Vita kayaknya kepanasen nggeh dengan kecantikan kita bertiga. Gue yakin banget kalo misalkan mereka berdua merasa iri karna enggak bisa nandingin kita ya iyalah kan kita cantik dari hati dan dari penampilan juga. Cuman kita aja gak ngerawat duluan, emang enak hahaha."
"Iya banget, gua gedek banget dulu sukanya cuma ngelihat dari penampilannya doang. Makanya roda itu berputar kita enggak bisa menentukan orang itu cantik atau enggak ya kalau enggak dirawat ya bakalan burik ya kayak kita dulu."