Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 79. Bahagia



"Gimana malam ini aku terlihat ganteng?" ucap Mario yang begitu percaya diri sekali memuji dirinya sendiri di depan Tania dan kedua temannya yang tak lain dan tak bukan sahabatnya juga.


"Ngomong apaan sih lo, percaya diri banget sih jadi orang santai aja kali iya deh gue tahu kalian udah official mentang-mentang kita belum?" lirik Juan ke arah Giska dari tadi ia hanya diam saja tidak ada mengeluarkan suara sama sekali.


"Aduh emang rencananya kalian mau official? Cie udah mau terang-terangan aja nih ceritanya pokoknya kita dukung deh apapun yang terbaik buat kalian berdua jangan malu-malu lagi kenapa sih kayak bocah aja?" Mereka berdua pun tertawa bersama-sama beda halnya dengan Gea yang masih malu-malu.


"Hahaha ada aja deh kalian berdua."


Pelayan pun datang yang membawakan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan menaruhnya di atas meja. "Duh kenapa perasaan gue jadi deg-degan banget begini ya? Sumpah malam ini Mario ganteng banget," batin Tania dalam hati.


Malam ini mereka sangat bahagia banget bahkan di titik puncak ini hati mereka mulai terbuka untuk menerima laki-laki yang ada di hadapan mereka masing-masing. Juan sudah sangat terang-terangan sekali bersama Giska. "Makasih jadi orang baik ya selama ini, gue yakin banget kalo misalkan kita jalani dengan baik otomatis semuanya bakalan baik."


"Cie udah mulai berani ya sekarang, makanya jadi orang tuh jangan bikin rusuh gengsi ngapain juga gengsi-gengsi kalau misalkan kita suka ya udah lakuin aja sesuai dengan apa yang kita pengen kalau misalkan gengsi nggak bakalan kita ketinggalan sama sesuatu yang pengen kita mau."


"Iya deh yang udah sangat berpengalaman banget gue percaya deh sama ucapan lo hari ini, ya walaupun semuanya berawal bukan karena baik-baik aja tapi ya udahlah."


"Iya mau gimana lagi dong kalau misalkan kita udah cinta sama orang dan kita udah sayang sama orang itu sendiri gak mungkin kita bakalan ninggalin orang itu bisa-bisa kita yang bikin dia penasaran terus kan biasanya cewek suka gengsi kalau misalkan cowoknya enggak nyamperin terlebih dahulu." ucap Mario yang udah pro banget tentang percintaan apalagi dia sudah mulai mendapatkan apa yang ia inginkan dan orang itu sudah ada di hadapannya sekarang ternyata kebohongan itu bermanfaat sekali untuk kelangsungan percintaan.


***


Keesokkan harinya,


Sekar dikit merasa tidak mengerti apa yang di obrolkan oleh mereka berdua. Sementara Tania dan Giska saling tatap satu sama lain karena masih sangat teringat sekali kejadian tadi malam yang sangat romantis. Karna merasa kesal akhirnya Sekar pun ngambek. "Kenapa sih kalian berdua ini suka rahasia-rahasiaan sama gue, gue kan pengen tahu juga pengen kalian ngomongin?"


"Hahaha ntar aja deh kalau misalkan semuanya udah fix kita bakalan kasih tahu sama lo," ungkapnya yang tertawa dengan malu-malu.


"Kenapa sih kalian itu nyebelin banget gue kan juga pengen tahu apa yang sebenarnya terjadi sama diri kalian? Ah ini mah pilih kasih bukan sahabat namanya kalau misalkan main rahasiaan." Dengan cepat karena tidak mau membuat Sekar semakin ngambek dan semakin melebar Mereka pun akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya membuat mereka senyum-senyum enggak jelas. Mungkin awalnya belum mengerti apa yang mereka maksud tapi perlahan-lahan mereka menjelaskan kalau misalkan mereka tadi malam udah ngedate sama Mario dan Kevin. Sekar masih belum paham dan masih belum mudeng dengan obrolan tersebut tapi setelah mereka menceritakan kalau misalkan mereka berdua jalan bareng alias double date akhirnya sekarang pun paham dan mengerti. Ternyata connect nya cukup lumayan lama.


"Udah nikmati saja apa yang sebenarnya terjadi tidak usah terlalu kita memikirkan sesuatu yang tidak perlu kita harus dipikirkan intinya adalah kita harus jalanin aja apa yang sekarang karena kita nggak tahu ke depannya kayak gimana kalau menurut gue sih gitu ya, dan gue juga nggak mau berpikiran hal-hal yang negatif tentang apa yang sudah terjadi di kejadian yang pernah terjadi waktu itu sekarang mah gue harus ikhlas aja."


"Iya sih gue juga berpikirnya kayak gitu pengen lupain sesuatu yang sudah lewat aja mungkin aja apa yang sudah terjadi di hari-hari kemarin itu adalah pembelajaran buat kita supaya kita lebih baik lagi ke depannya dan kita tidak mempermasalahkan dan selalu mengungkit ngungkit apa yang sedang terjadi karena kita juga bukan manusia yang baik."


Sekar merasa bingung dengan ucapan mereka berdua yang semakin lama semakin dewasa tidak lagi jadi perempuan-perempuan yang minder dan tidak percaya diri perubahan mereka membuat pikiran mereka juga berubah menjadi lebih baik.


Juan datang ke kelas mereka yang menghentikan obrolan mereka bertiga. Ia melempar senyum kepada salah satu perempuan yang sedang berdiri yaitu Giska. "Hai selamat pagi, gue cuma pengen kasih tahu lo doang kalau misalkan hari ini lo cantik banget. Gue pengen kasih ini sama lo!" Sebuah kantong plastik yang tercium harum sepertinya makanan yang masih sangat fresh yang untuk dimakan.


"Makasih banyak ya udah repot-repot beliin ini."


"Iya sama-sama ya udah kalau gitu gue balik ke kelas gue dulu ya pokoknya habis ini jangan lupa untuk dimakan sarapan biar nanti perutnya nggak sakit."


Giska hanya mengangguk saja pemberian dari Juan. Ketika Juan sudah menjauh mereka berdua langsung menggoda Giska, membuka kantong plastik dan melihat makanan yang ada di dalam plastik tersebut ketika dibuka ternyata benar itu adalah sarapan pagi yaitu bubur.


"Aduh kenapa perut gue tiba-tiba lapar begini ya aduh enak banget deh kalau misalnya ada orang yang kasih juga yang makanan kayak begini pasti gue langsung habis!" Sekar yang menggoda Giska yang diberikan oleh Juan ia memegang perutnya seolah-olah meledeknya.


"Aduh romantis banget sih gue kapan sih di gituin juga!" baru saja berucap tiba-tiba tak berapa lama Mario pun datang membawakan sebuah kantong plastik dan berdiri di depan kelas.


"Akhirnya permintaan lo rupanya terkabul juga ya udah ambil sana dari Mario."


"Ini sarapan buat lo jangan lupa untuk dimakan ya udah kalau gitu terus ke kelas dulu."


"Ma---kasih ya."


"Iya sama-sama," jawabnya yang tersenyum.