
"Ya udah kalau misalkan lo pengen terkesan biasa aja lo harus kelas dia sekarang juga setelah pulang soalnya biar dia nggak curiga kalau misalkan lo mau bikin rencana yang sangat penting."
"Aduh sebenarnya gue males banget tau enggak sih buat ke kelas dia tapi ya udahlah demi membuktikan kalau misalkan dia itu bohong. Ya udah gue lakuin!"
"Tapi lo harus santai aja jangan terlalu banyak nanya soalnya nanti dia bakalan curiga!"
"Oke deh misalkan kayak begitu gue bakalan lakuin tapi kalian bantuin gue ya di belakang gue jangan bikin gue sendirian aja gue males banget sumpah deh!" Mario berjalan menuju ke kelas Vita. Ia menunggu Vita yang masih ada di dalam, merapikan buku-buku yang ada di atas meja yang belum dimasukkan ke dalam tas. Perempuan itu keluar dari kelas dan tidak menyangka melihat Mario sedang menunggunya, terlontarlah pertanyaan di benak Vita. Karena semenjak putus dengan Mario, Mario nggak pernah lagi melakukan seperti ini dan udah tergolong cuek banget seperti orang nggak kenal tapi kenapa hari ini tiba-tiba tungguin di depan gelas rasanya berbunga-bunga banget.
"Hai kita pulang bareng yuk? Mau kan?" Ajak Mario yang membuat Vita tercengang.
"Kok lo bisa ada di sini sih tumben banget? Kangen ya sama gue? Kalau kangen bilang aja nggak usah malah kayak begini."
"Ya karena gue pengen bikin bahagia lo jadi lo jangan ngerasa sedih atau kayak gimana lo seneng kan kalo misalkan gue giniin?" Mario mulai bertingkah agar Vita tidak curiga dengan apa yang ia lakukan. Tapi alasan kita tidak enak dikarenakan mungkin apa yang dilakukan oleh Mario ini tidak benar-benar tulus tetapi ada iming-iming di belakang atau ada rencana lain yang bikin dia takut dan ketakutan.
"Lo kenapa lihatin gue kayak begitu banget sih padahal----"
"Enggak kok gue ngeliatin lo kayak gimana gimana ya udah kalau gitu yuk pulang aja hari ini ke mana?" Karna tidak mau berbasa-basi dan tidak mau ada keributan lagi di antara keduanya ia pun langsung saja mengikuti kemauan dari Mario.
"Kemana ya?"
"Gimana kalau misalkan kita makan makan dulu kayaknya lapar deh kalau misalkan langsung pulang kan nggak enak?"
***
Mario sengaja memesan makanan yang sedikit agak pedas, biasanya kalau misalkan ada orang yang sakit atau ada orang yang mungkin udah punya riwayat penyakit maka dia akan menghindari makanan-makanan yang memicu untuk tidak enak. Setelah memesan rupanya Vita malah biasa-biasa aja dan mengolah memakan makanan yang ada di hadapannya dengan begitu sangat nikmat. Membuat kecenderungan Mario yang sudah yakin kalau misalkan Vita sedang berpura-pura. "Gue yakin banget kalau misalkan dia nggak sakit, gak mungkin banget deh kalau misalkan dia sakit nggak bakalan begini pasti dia lagi bohong." Mario membiarkan aja apa yang dilakukan oleh Vita.
"Iya gue aja hampir nambah banyak lo makannya banyak juga ya ternyata gue pikir lo makannya nggak banyak!" senyum Mario yang membuat kita baru sadar kalau misalkan dia sedang merencanakan hal ini dan masuk dalam jebakan Batman.
"Astaga kenapa gue lupa sih kalau misalkan gue pura-pura sakit ketahuan kan kalau misalkan orang sakit itu sebenarnya nggak boleh makan makanan yang sembarangan astaga kenapa bodoh banget sih gue!" Vita langsung saja menghentikan makanan yang ada di hadapannya. Dan pura-pura merasa sakit dan tenggorokannya juga kering.
"Ah nggak usah bohong kali gue tahu kalau misalkan lu bohong gak usah pura-pura lagi Depan gue emang gue anak bocah yang bisa dibohongin gitu aja?" batin Mario dalam hati namun ia tidak mengatakan hal ini langsung dengan hal yang masih banyak bukti-bukti yang harus dipersiapkan.
"Kenapa kok malah berhenti makannya sih bukannya tadi katanya enak?"
"Lo ngerjain gue ya kenapa sih suka banget ngerjain gue padahal gue nggak pernah salah lo sama lo!" Vita seakan-akan terintimidasi dengan apa yang dilakukan oleh Mario. Ia berpura-pura marah dan tidak suka kalau misalkan Mario melakukan hal ini. Karna mau kalah juga Mario pun protes.
"Apaan sih, lo sendiri yang salah jadi lo sendiri yang ngelakuin ya. Gue emang dari awal emang gak percaya sama lo mau pura-pura sakit kan lu jangan bohong deh lo pikir cuma Tania doang yang bisa lo bohongin? Gue sama sekali nggak bisa dibohongin coba deh lo seharusnya sadar apa yang lo lakukan ini bisa bikin jadi bumerang sendiri. Gue sama sekali nggak habis pikir ya orang di luaran sana pengen sehat lo sendiri yang malah bikin sakit. Emang sebenarnya mau lo tuh apa sih?"
"Gue lakuin ini karena gue pengen balikan sama gue lo. Dan gue nggak mau kehilangan lo makanya gue lakuin ini semua kenapa sih lo dari dulu nggak pernah sadar aja kalau misalkan gue masih cinta sama lo?" Keributan mereka dilihat oleh pengunjung yang datang ke sini. Karna merasa tidak enak dan merasa malu Mario pun malah pergi begitu saja meninggalkan Vita sendirian dana apesnya Vita yang membayar makanan ini semua.
"Eh mba bayar dong jangan main pergi begitu saja!"
Vita dengan manyun mengeluarkan uang pas-pasan yang ada di dompetnya lalu menaruhnya di atas meja, pengunjung pun langsung mengarah ke arah Vita yang pergi begitu saja ia merasa malu karena dipermalukan seperti ini oleh Mario secara tidak langsung. "Hah kenapa jadi menyebalkan gini sih? Kenapa Mario kayak begitu banget sama gue beda banget sama yang dulu?"
Karna Mario masih baik ia pun menunggu Vita untuk naik ke motornya untuk diantar pulang ke rumah. Selama di perjalanan menuju ke arah rumah mereka tidak ada obrolan sama sekali diam seperti orang yang baru saja kenal. Vita mendumel terus tidak terima dengan sikap Mario barusan karena yang udah dilakukan itu gak lebih baik. "Nyebelin banget sih jadi orang kalau misalkan gue nggak cinta sama dia gue nggak bakalan kayak begini!"
"Emang enak, gue kerjain kepedesan kan lo enak banget ngerjain gue, lo pikir gue bodoh apa?" Mario tertawa terbahak-bahak dalam hati senang banget ngerjain Vita dan kena batunya sendiri atas perbuatan yang dia lakukan selama ini dan sebentar lagi ia akan balikan kepadatan ia menjelaskan kalau misalkan Vita nggak sakit dia sehat-sehat aja.
"Semoga aja Tania bisa balikan sama gue gue yakin banget dia bakalan terima gue dan masih sayang sama gue dan kita bakalan memulai hubungan secara sewajarnya!"