Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 111. Mulai Jatuh Cinta?



Tania sudah sangat terbiasa sekali ketika diantar jemput oleh Leo bahkan tidak ada lagi rasa canggung atau rasa aneh karena mereka sudah sangat terbiasa setiap harinya seperti ini terus saja bergulir.


Bahkan orang-orang yang di sekitar pun tidak lagi mempertanyakan mereka berdua. "Tania nggak kerasa ya kalau misalkan kita udah 3 bulan aja ngelakuin kayak begini, saya pengen nanya deh sama kamu tapi kamu harus jawab dengan sangat jujur ya agar tidak ada dusta di antara kita berdua!"


Tania pun mengangguk dia sudah menjalankan apa yang diperintahkan oleh Leo. "Apa Pak? Iya sama sekali tidak terasa kalau misalkan kita udah berjalan hampir 3 bulan saya bener-bener ngerasa kau cepat banget waktu berlalu begitu saja!"


Leo berdecak sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. "Ah dunia terasa aneh banget tau nggak sih!"


"Loh kenapa Pak? Perasaan biasa aja dan begini-begini aja emang sebenarnya ada apa?"


"Apa kamu merasakan sesuatu yang terjadi di antara kita berdua?"


"Kita? Apa ya?"


"Ya apakah kamu merasakan perasaan yang lebih sama saya atau hanya sekadar profesional biasa saja?"


Tania sontak langsung terdiam ketika sudah ditodong seperti itu oleh Leo benda-benda tidak menyangka. "Hem, saya juga bingung sih apakah ini rekayasa atau bener-bener apa yang saya rasakan!"


"Oh jadi kamu juga ngerasain apa yang saya rasakan berarti nggak cuma saya aja dong ngerasain berarti saya normal!" jawabnya sambil tersenyum dengan cara menunjuk ke bawah karena merasa malu banget ternyata Tania juga merasakan hal yang sama seperti apa yang ia rasakan.


"Sepertinya kalau misalkan kita terlalu dalam juga nggak baik sih, apalagi kita udah tunangan disaksikan oleh kedua orang tua kita saya takutnya nanti bakalan mereka kecewa dengan ekspektasi mereka yang udah terlalu tinggi sama kepura-puraan kita berdua!"


"Ehem." Leo berusaha untuk merapikan kerahnya lalu merubah posisi duduknya jauh lebih dekat lagi kepada Tania menatap kedua mata Tania dan memegang tangan kanannya yang menjuntai ke bawah.


"Pak."


"Sudah biarkan saja tangan saya menggenggam tangan kamu gimana apa yang kamu rasakan?"


"Saya deg-degan banget Pak saya juga bingung, sebenarnya apa sih yang di maksud saya sama saling ngerti deh!" Tania seakan menunduk dan merasa malu banget ketika ditatap seperti itu apalagi jarak mereka sangat dekat seperti ini.


"Apaan sih, kok malah jadi begini jadinya kita kan cuma pura-pura doang jangan dibuat seperti nyata saya takutnya nanti bakalan gak sesuai dengan ekspektasi kita berdua. Saya sabar sendiri kalau saya ini bukan tipe orang yang sesuai dengan kriteria Bapak, saya ini bukan anak orang kaya melainkan saya adalah orang biasa yang bekerja keras untuk bisa menghidupi mereka yang ada di rumah sampai mereka sukses dan mereka bahagia karena usaha saya sendiri untuk membahagiakanmu!"


Leo kembali tersenyum membuat kata-kata yang sangat menggelitik yang tidak bisa dikatakan oleh Tania. "Justru ketika kamu bareng sama saya otomatis mereka semua bakalan bahagia karena saya ini adalah laki-laki yang mapan memiliki segalanya yang bisa membahagiakan mereka semua dengan waktu yang sangat sekejap!"


"Iya saya tahu kok kalau misalkan Pak Leo adalah orang yang paling kaya yang ada di kantor ya karena emang atasan!"


Leo tampak menunjukkan kalau misalkan dirinya adalah laki-laki yang sombong dan memiliki segalanya tapi tidak pembuatannya semudah itu dalam tergiur dengan kekayaan yang dipunya.


"Ya udah kalau kayak gitu kayaknya kita hentikan saja saya nggak mau nanti bikin keluarga saya kecewa, ma'af kalau misalkan saya mengecewakan!" Ketika Tania dengan cepat mengambil tas yang ada di samping kursi dengan cepat pula Leo mengambilnya bahkan mereka tarik-menarik satu sama lain ia menyuruh Tania untuk segera duduk untuk membicarakan duduk perkara yang terjadi agar tidak salah paham.


"Sudah kamu duduk aja kalau kamu nggak mau ngikutin apa yang saya mau maka kamu akan saya pecat di kantor dan kamu nggak dapat uang dalam waktu singkat!" panjangnya seperti itu membuat Tania bener-bener tegang dengan cepat ia menelan air liurnya karena merasa sangat terkejut sekali karena seperti ada orang yang benar-benar sudah ditolong tapi tidak tahu diri hanya sekedar menginginkan mimpi yang terwujud oleh dirinya.


"Hei kamu mendengarkan apa yang saya katakan hari ini? Kamu bisa merusak segalanya bahkan kedua orang tua bakalan cuek banget kalau misalkan tahu ini adalah cuma rencana? Apa kamu tidak berpikir waktu itu kedua orang tua kamu menyambut saya sangat hangat? Dan mereka setuju banget dengan hubungan kita berdua gimana apakah kamu tega menyakiti perasaan mereka?" Tania ia pun berpikir dan mengingat kembali kejadian itu karena yang ia ketahui kedua orang tuanya emang setuju banget kalau misalkan hubungan dia dan juga Leo bakalan bersatu.


"Kenapa? Kamu baru saja ingat ya?" sahutnya dengan sangat cepat sambil menaikkan alisnya sedikit naik ke atas.


"Pak, kenapa tidak sesuai dengan perjanjian di awal kan tujuannya adalah ketika sudah percaya terus pertunangan yang batal di berarti orang tua pak Leo nggak akan pernah memaksakan tapi kenapa malah seperti ini?"


"Tidak semudah itu ketika kita sudah perjanjian maka kedua belah pihak harus tahu satu sama lain. Dan apakah kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun kepada saya? Dan saya rasa saya adalah orang yang paling gagal di dunia ini untuk berpura-pura buat jatuh cinta buat orang lain tapi ternyata saya berani jatuh cinta dengan orang lain itu dan ternyata orang itu adalah orang yang diharapkan saya sekarang!"


Tania sama sekali tidak menyangka kalau misalkan Leo orang yang ternyata baik adalah orang yang paling licik tidak sesuai dengan pikirannya sesuai dengan kriteria yang sudah di kasih tahu dan juga syarat-syaratnya tapi kenapa sekarang malah seperti ini?


Tania memutuskan untuk pergi dari meja makan tidak perduli bahkan ia sangat kecewa dengan cepat pula Leo mengejarnya dan dengan cepat pula seorang Tania berlari untuk menjauh dan rencananya besok mau atau ingin mengundurkan diri dari pekerjaan karena tidak mau termakan oleh dusta.


Jantungnya berdebar sangat kencang sekali ketika Tania bersembunyi sudah melirik ke kanan ke kiri merasa kesel banget kan kami tidak mengikuti kemauannya tersebut. Tangannya sangat kentara sekali untuk menelpon seseorang tidak ada nyali bahkan takutnya Leo datang tiba-tiba dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.