Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 74. Tes Pertama Gagal



"Kok kayak orang gak sakit sih kayak orang sehat-sehat aja apa dia selama ini bohong? Dan bohongin gue Tania dan yang lain? Apa gue tes aja ya kalau misalkan dia beneran sakit?" Kalau bukan masalah Tania yang memohon untuk kembali dengan Vita maka nggak akan pernah mungkin kembali.


"Gue pengen ngajakin lo jalan-jalan kira-kira lo berkenan nggak buat ikutan sama gue?" Masuk ke dalam perangkap Mario pun mencoba untuk bersabar terlebih dahulu untuk mendapatkan hasilnya nanti.


"Tumben banget sih dia mau ngajakin gue kira mau ke mana ya?" batinnya seperti itu. Dari kejauhan hanya melihat kedekatan mereka berdua yang kembali seperti semula mungkin saja mereka memang ditakdirkan barang-barang untuk berdua.


"Udah santai aja kali ngeliatin Marionya? Kenapa masih berharap ya sama Mario udah lah lupain aja."


"Apaan sih, sama sekali melihat India kok apaan sih perasaan lo aja kali." Singkat Gea yang sedikit merasa gengsi padahal ia memperhatikan Mario dari kejauhan.


***


Ponsel Mario tiba-tiba dijatuhkan di pinggir jalan yang disengaja tepat di mana mereka sedang duduk tadi. Mario berharap kalau misalkan Vita yang akan mengambilnya, tapi ternyata tidak sama sekali Vita malah membiarkan. Malah ada orang menghampirinya lalu memberikan ponsel Mario yang sengaja ia jatuhkan tadi. "Makasih banyak ya Mbak kalau gitu." Percobaan pertama gagal lalu masuk ke dalam percobaan yang kedua, yaitu Mario lebih mempercepat langkahnya atau langkah kakinya menuju ke tempat selanjutnya. Kalau misalkan kita benar-benar sehat dan kalau misalkan berpura-pura sakit ia pasti ngos-ngosan dan yang pastinya kecapean.


"Kalau bisa kan gue cepat-cepat gue yakin dia bakal ngejar gue tapi kalau misalkan dia ngerasa ngos-ngosan itu tandanya dia tidak berbohong." Sengaja memang melakukan hal ini agar apa yang dilakukannya bisa memberikan titik petunjuk kalau misalkan Vita memang benar-benar tidak sakit.


Vita berhenti sejenak lalu memegang kedua tumitnya karena saking ngos-ngosan. "Aduh kenapa tiba-tiba jantung aku terasa sakit ya berpacu lebih kencang dari sebelumnya,"


Mario merasa panik lalu ia menyuruh Vita untuk duduk terlebih dahulu dan memberikan air minum yang ada di seberang sana. "Ya udah kalau gitu kamu duduk sini aja ya aku bakalan beliin minuman di ujung sana." Vita mengangguk paham dan kali ini Mario kalah dan percaya begitu saja.


"Oh lo pikir gue sebodoh itu apa? Gue enggak sebodoh itu kali gue juga bisa sepintar apa yang lo lakuin tadi, kalau pikir apakah gue langsung percaya dengan apa yang lo pikir itu?" Kali ini Vita jauh lebih bisa dan lebih pintar daripada Mario karena Mario jelas-jelas tadi sedang mengetesnya.


Mario membukakan minuman yang baru saja ia beli tadi dengan labelnya dan memberikan langsung kepada Vita. Ini yang diharapkan oleh Vita berubah seperti semula Mario masuk ke dalam perangkapnya dan menjalani hidup bahagia layaknya seperti skenario yang sudah dibuat oleh sang sutradara.


Lanjut, ke tes selanjutnya adalah Mario melakukan sesuatu yang sangat ekstrem lagi, yang mampu membuat Vita sedikit agak kebingungan. Jadi sebelumnya Mario sudah bertanya kepada salah satu keluarganya atau lebih jelasnya sepupunya karena sepupunya bekerja di Rumah Sakit alias dia sebagai dokter. Banyak sekali pembahasan-pembahasan terjadi sana yang membuatnya sedikit agak paham tentang penyakit seperti Vita. Pertanyaan satu persatu sama sekali tidak pernah benar oleh Vita. Ini menimbulkan kecurigaan yang sangat besar kalau misalkan Vita emang nggak sakit dia sehat-sehat aja. "Lo kenapa sih nanya-nanya kayak gini ke gue apalagi nanyain penyakit gue nggak sopan banget?"


"Gue sama sekali enggak bohong gue beneran serius dengan apa yang gue ucapkan walini kenapa sih enggak percayaan banget pakai tes-tes gue segala?"


Mario malah tertawa terbahak-bahak dengan sahutan Vita tadi. "Lo kalau bohong yang pintar dikit dong cari dulu hal-hal yang bikin orang lain itu percaya jangan malah bikin kayak gini malah bikin orang lain itu nggak. Gue sama sekali dari awal gak pernah percaya dengan ucapan lo itu jadi lo jangan berpura-pura sakit lagi deh."


"Lo kenapa sih malah begini? Malah nggak percaya sama ucapan gue padahal gue itu serius sama gue lagi sakit." Ia akan membuat drama yang sedikit agak berlebihan dan ini adalah drama yang sangat ampuh, yaitu menangis sekencang-kencangnya di hadapan orang banyak dan membuat Mario akan merasa bersalah dan merasa ketakutan kalau misalkan seorang perempuan menangis di tengah-tengah orang banyak.


Ketika melakukan hal itu memang benar Mario panik dan orang-orang yang di sekitar memperhatikan kedua orang yang sedang beradu mulut dan membuat salah satunya menangis yaitu Vita. Mario mencoba untuk menenangkan agar semuanya tidak salah paham. "Lo pikir bakalan menang? Gak sama sekali kali gue juga bisa lebih pintar dari lo, Lo pikir gue nggak paham apa yang lo lakukan itu?" Ketawanya yang sangat bahagia banget bisa membuat Mario panik dan membuat orang lain juga percaya.


"Sialan banget sih ni orang gue yakin banget kalo misalkan dia lagi bawa dia cuma pura-pura aja mah pintar banget kalau misalkan soal hal negatif!" batinnya sama sekali tidak menyangka kalau misalkan Vita bisa seekstrim ini.


"Ya udah kalau gitu antarin aku pulang ke rumah ya aku udah capek banget nih."


"Ya udah kalau gitu."


***


"Kira-kira apaan lagi yah yang bakalan gue lakukan kalau misalkan Vita itu nggak sakit. Gue yakin banget kalau misalkan dia itu lagi bohong dan gue yakin banget dia itu nggak sakit serius!" Mario menghubungi Kevin dan Juan untuk meminta bantuan mereka agar bisa mengungkap aku apakah Vita ini adalah orang yang jujur atau tidak.


Mario :


"Gue boleh minta tolong gak? Soalnya penting banget?" Mario menjelaskan rentetan-rentetan yang akan dilakukan nanti untuk wujud bisa membuktikan. Dan untungnya mereka pun mau membantu salah satu sahabatnya yang meminta bantuan. Jadi rencananya besok akan melakukan hal ini.


"Gue akan membuktikan kalau misalkan lo itu nggak sakit dan gue yakin gue bakalan balikan lagi sama Tania. Dan sampai kapanpun gue nggak akan pernah jatuh cinta lagi ke tempat yang sama terkecuali sama Tania orang yang bener-bener baik yang mampu merubah gue seperti sekarang. Dan gue juga udah janji kalau misalkan bakalan mendapatkan hal yang paling dalam diri gue." batinnya dengan tegas.