
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
"Sudut mana yang tak pernah tersentuh ketika aku mencarimu Allis, mencari tentang identitasmu adalah hal yang sangat mudah bagiku namun menemukan keberadaanmu disaat tuan Antonio Lesham Shaenette memberikan klarifikasi bahwa putri sulungnya meninggal dunia kau tahu itulah yang sulit, aku bahkan sampai menelusuri setiap tempat yang pernah kau singgahi, mencari temanmu menanyai mereka bak seorang pencuri yang tertangkap".
"Namun mereka hanya menjawab kau telah tiada dan beberapa hari lalu dimakamkan, hingga aku mulai berhenti mencari keberadaanmu dan mulai berpikir bahwa jika benar kau hamil anakku, bukankah anakku akan ikut terkubur bersama dengan jasadmu, lagipun berita itu muncul satu minggu setelah kejadian malam itu".
"Aku tidak mati, aku tidak meninggalkan siapapun, aku tidak di kubur hanya saja ayahku mengusirku dari rumah ternyaman yang pernah ada di dunia ini, dia mengusirku tanpa belas kasihan".
Allis menatap kosong dinding kamar, air matanya telah mengering. Menyisakan rasa sakit yang teramat besar pada lubuk hati yang terdalam. Menyisakan rasa sesak yang semakin terasa terhimpit.
"Kau tahu Mr Sean, pagi itu setelah kejadian malam itu aku segera bergegas meninggalkan kamar itu dengan rasa takut yang menguasai seluruh tubuhku, sebelum pergi aku menatap wajahmu sekilas lalu menatap bercak darah yang tercecer di seprai putih bukti bahwa kau merenggutnya dariku tanpa sepertujuan dariku".
Air mata itu kembali mengalir ia segera dengan cepat menghapusnya.
"Sesampai di rumahku ayahku tengah menungguku di ruang tamu, ia tak tidur walau sedetik pun. Aku yang sangat takut menatapnya saja tidak berani, ayahku sudah teramat murka setelah melihat banyaknya tanda yang kau buat di sekitar leherku, ayahku yang dirundung emosi yang teramat besar ia mengusir aku tanpa bertanya dahulu apa yang aku lalui malam itu, sungguh aku tidak bisa mengatakan apa pun untuk sekedar mencegah ayahku namun rasanya lidahku kelu, kepalaku buntu tak bisa memikirkan apa pun, dengan bekal sisa tabunganku aku terbang meninggalkan negeri itu tanpa berpikir dua kali"
"Saat sampai disini aku bertekad untuk tidak ingin berlarut-larut di dalam kesedihanku, aku mulai berpikir bagaimana jika aku benar hamil lalu apa yang harus aku perbuat jika aku tidak memiliki apa pun, aku harus memberikan anakku makan apa, akhirnya aku bekerja dengan giat bahkan sampai menabung 45 % dari gajiku, begitu susah sekali ketika hidup yang serba ada tiba-tiba harus memeras keringat untuk menyediakannya, kalimat roda kehidupan berputar kalimat itu, aku mulai percaya kalimat itu ketika tanpa sengaja aku melihat lowongan pekerjaan di toko perhiasan mereka membutuhkan seorang perancang perhiasan, aku yang merasa aku mampu akhirnya mengajukan diriku untuk bekerja di sana dan diterima, singkatnya waktu benar saja roda kehidupan itu berputar di waktu yang sekarang aku mendapatkan impianku itu dengan kerja keras yang sangat besar, bahkan mampu menghidupi anakku dengan sangat baik, mampu membesarkannya seorang diri tanpa bantuan siapa pun, lalu sekarang dia meninggalkanku tanpa sepatah kata pun bahkan aku belum sempat melihatnya menjadi orang sukses dengan etika yang baik".
"Ethan masih hidup dia ada bersamaku".
"T-tunggu apa maksudmu ?".
"Sesuai dengan rencana awalnya aku akan menjemput Ethan pulang sekolah lalu datang ke rumahmu namun di pertengahan jalan aku menemukan sopirmu sudah kembali dengan Ethan di bersamanya, akhirnya aku pun mengikutinya sampai pada lokasi kejadian kecelakaan tersebut tiba-tiba mobil tersebut terjun bebas ke jurang, semua orangku terjun untuk mencari Ethan dan diam-diam membawanya pergi dari sana, sebelum itu mereka melepas seragam, sepatu dan juga tas Ethan yang terkena oleh darah sopirmu, aku membawanya kemari dan merawatnya".
"Dimana dia ? katakan cepat dimana kau sembunyikan anakku".
"Sudah kubilang dia juga anakku, dia juga putraku berhenti menganggap dia seakan-akan milikmu seorang, kau bisa membuatnya sendiri ?"
"Aku yang melahirkannya, aku yang membesarkannya, aku yang mengajarinya segala hal, lalu kau apa ?".
"Aku ayahnya, pemilik benih itu".
Lama berkutat dengan opini masing-masing. Sean memilih lebih baik mengalah. Mereka berjalan bersama menuju kamar yang dimaksud oleh Sean. Allis yang berlari-lari kecil tak sabar melihat Ethan. Apakah itu benar adanya jika benar ia akan benar-benar menuntut semua pihak berwajib yang menangani kasus putranya.
"Masuklah".
"Tanpa dipersilahkan aku juga akan tetap masuk dan mencari putraku".
Allis membuang wajahnya lalu menyelonong masuk meninggalkan Sean dengan sejuta rasa kesal yang bertumpuk-tumpuk di ubun-ubun.
Allis menggosok keras matanya menggosok sampai bola matanya memerah. Dia sampai menampar keras kedua pipinya. Semua usaha yang ia lakukan untuk menyadarkan dirinya dari semua hal yang ia rasa adalah mimpi belaka.
"Apakah ini mimpi humm mengapa aku melihat putraku ? tolong kau lihatlah, bantu aku apakah kau melihatnya ? apakah kau melihat putraku ?".
"Cks berhenti untuk mengatakan dia hanya putramu, dia juga putraku".
"Cihhh tidak usah bermimpi dia itu anakku".
"Cks wanita ini".* Batin Sean.
"Apakah itu bisa di pegang aku ingin sekali memeluknya ?".
Allis bertanya banyak hal pada Sean, ia tidak begitu yakin dengan matanya. Ia seperti sedang berkhayal, bermimpi tentang putranya.
"Tidak, dia itu sedang sakit kau tidak bisa memeluknya".
"Hey tuan muda dia itu putraku aku berhak atas dirinya dan lalu siapa kau ?".
"Aku ayahnya".
"Cihhh tidak tahu malu sekali anda ini".
Allis meraba-raba tubuh kecil yang terbaring lemah diatas ranjang. Dia meraba wajahnya dan meraba tangannya. Dia mencium keseluruhan wajah Ethan sembari menangis tersedu-sedu.
Cetakk
Rupanya kebiasaan Sean menjitak kepala Agatha masih saja berlanjut. Dan sekarang korbannya adalah Allis.
"Hey anda ini tidak sopan mengapa kau menyentilku ?".
"Supaya kau sadar bahwa ini memang nyata".
"Benarkah ya Tuhan terima kasih, terima kasih aku akan memberikan apa pun untukmu Tuhan sebagai imbalan karena kau telah mengabulkan doaku ini".
"Menikahlah denganku Allis".
"Tuan muda Smith anda kenapa, aku ini sedang berbicara pada Tuhan, sedang memujanya dan berterima kasih padanya karena ia telah mengabulkan dan mengembalikan Ethan padaku".
"Aku yang membawa Ethan dan aku yang mengurusinya bukan Tuhan".
"Aku tidak peduli itu, yang aku tahu adalah ini jawaban atas doa-doaku".
"Cks wanita memang keras kepala".* Batin Sean.
"Pergilah tuan muda aku ingin berdua dengan anakku".
"Apa ? kau mengusirku ? aku ?".
"Iya siapa lagi, pergilah kami tidak membutuhkanmu".
"Beraninya kau ?".
"Pergilah, pintunya ada disana tolong tutup pintunya setelah kau keluar".
"Apa ? aku di usir di rumahku sendiri oleh orang asing ? aku ?".* Batin Sean tak percaya.
Sean keluar dari kamar itu dengan kepala yang rasanya ingin meledak. Di caci maki, diteriaki bahkan sampai di tampar lalu sekarang di usir dari rumahnya sendiri. Hah Sean tidak habis pikir dengan jalan pikir seorang wanita. Herannya lagi ia menurut saja lihat sekarang dia ada diluar kamar baru saja menutup pintu.
"Cks sialan"*. Batin Sean mengumpat
"Kau kah itu Ethan ya Tuhan aku tidak bisa berkata-kata, aku tidak bisa mengatakan apa pun, aku tidak bisa mengungkap semua isi hatiku sayang".
Allis menggenggam erat tangan Ethan yang tak terpasang infus. Tangan pucat namun ukurannya tak berkurang sedikit pun. Ada setitik rasa percaya bahwa Sean mengurusnya dengan baik.
"Kau tahu dia daddy-mu sayang, kau tak pernah mengatakan apa pun pada mommy sejak kapan kau belajar berbohong pada mommy sayangku, ayo bangunlah kita pergi dari neraka ini".
"Ini rumah bukan neraka".
"Hey sangat tidak sopan sekali tuan muda ini, kau selalu saja masuk tanpa mengetuk pintu keluar sana".
"Dengarkan aku, dia baik-baik saja hanya saja kata para dokter dia membutuhkanmu itu alasan terkuatku untuk mencari dan membawamu kemari".
"Jadi jika tidak itu alasannya kau tidak akan mencariku dan mengatakan yang sesungguhnya hah ?".
"Tentu saja, kau pikir aku bodoh membiarkan milikku kembali di rebut oleh orang lain".
"Dari awal dia milikku tuan muda".
"Siapa yang milik siapa ?".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up lagi, jangan bosan-bosan dong tetap nunggu mimin up yah di lapak ini soalnya lapak yang satu itu udah tamat, tolong mampir _Si cowok cuek itu milikku_ tolong bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 8