
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi.
BRAKKK
Pintu dipaksa terbuka terlihat sangat jelas bahwa si empu yang membuka terlihat sangat tidak sabaran.
"Kak, kakak".
"Ada apa Agatha mengapa kau tidak mengetuk pintu".
Itu Agatha, saat sampai di rumahnya ia langsung ketujuan utamanya tanpa menunda-nunda lagi. Agatha nampak sangat antusias sekali.
"Lihatlah kak aku mempunyai sesuatu sebagai hadiah pernikahan untukmu".
"Tapi tunggu dulu bagaimana jika kita meminta pendapat mom and dad juga ?".
"Bagaimana maumu Agatha".
"Ayo turunlah kak".
Sean mendengus ia hanya bisa pasrah ketika Agatha menariknya dengan kuat. Sampai di ruang keluarga Jhon dan Esmeralda juga sudah duduk dengan bingung.
"Sebenernya ada apa ini sayang ?".
"Tunggu dad aku akan menunjukkan hadiah pernikahan untuk kakak".
Agatha menyalakan televisi lalu menghubungkannya dengan handphonenya. Nampaklah video wajahnya dengan Allis.
"Wanita itu".* Batin Jhon
Jadi selama ini teman yang dimaksud oleh putrinya adalah rekan bisnis kakaknya. Dan Sean mengejar sampai mengadakan rapat pribadi di rumahnya hanya berdua. Jhon berdecih dengan akal pintar putranya itu.
"Apa ini ?".
"Tunggu kak".
Mereka menonton dengan seksama video yang sempat Agatha rekam tadi. Jhon dan Esmeralda nampak syok melihat pria itu terkulai lemas tak bernyawa. Lalau perdebatan antara Agatha dan Jessie yang mengatakan bahwa Jessie telah menyakiti teman Agatha, Allis.
"Benarkah seperti itu Sean ?".
"Kau biarkan dua wanita itu saling menyakiti satu sama lain".
"Hmm".
"Kau menyakiti hati mom honey".
"Mom semuanya hanya kesalahpahaman".
"Lihat sayang putrimu memukul wanita itu".
Esmeralda sontak menoleh kaget melihat pertengkaran antara Agatha dengan Jessie. Agatha memukul, menampar, menjambak rambut Jessie tanpa ampun. Esmeralda meringis melihat betapa garangnya gadis kecilnya.
"Bagaimana sayang apakah kau mau melanjutkan pernikahan kalian setelah semua ini ?".
"Tidak".
Sean beranjak dari sofa lalu naik tangga menuju kamarnya. Esmeralda menatap sendu putranya ia kira putranya akan sedih namun malah sebaliknya.
"Apakah kakak menyukai jala*ng itu ?".
"Agatha sayang".
"Itu kan iya kan mommy".
"Hmm benar juga kasihan sekali kakakmu itu".
"Tidak apa-apa aku akan menjodohkan temanku itu dengannya".
.
"Sesuai rencana Mr".
"Bagus Andrew".
Sean duduk dengan jarinya mengapit sebatang rokok. Ia menghis*ap lalu menyemburkan asap rokok dengan pelan. Dirinya tak menyangka bahwa adiknya akan mewarisi sifatnya. Pembunuh berdarah dingin.
"Andrew segera hubungi tuan Jackson, aku ingin bertemu dengannya besok pagi".
"Baik Mr".
Keesokan paginya pukul tujuh pagi, Sean sudah rapi dengan setelan jas mahalnya. Dengan sepatu pantofel yang mengkilap dan juga jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.
Lihatlah betapa sempurna manusia ini, namun sialnya dia tak pernah bisa menunjukkan ekspresi lain pada wajahnya selain ekspresi datar dan dingin. Suara ketukan pintu dari arah luar membuat ia menoleh.
"Selamat pagi Mr".
"Hmm apakah kau sudah melakukannya ?".
"Sudah Mr".
"Mari Mr".
"Mommy kakak kapan bangunnya haish aku benar-benar sudah lapar ini". Geram Agatha
"Sabar sayang sebentar lagi kakakmu akan datang". Jawab Jhon dengan mengusap pelan kepala Agatha.
Dimeja makan Agatha sudah uring-uringan bahkan mencak-mencak saking menahan laparnya. Mereka tak akan makan sebelum semua keluarga sudah duduk di meja makan. Nampaklah Sean dan juga Andrew dari pintu lift yang baru saja terbuka.
"Cihh Dad lihatlah dua manusia tua itu berjalan dengan santai tanpa mempedulikan kita disini".
"Ayo cepatlah kakak aku sudah lapar ini".
"Mengapa tidak makan ?".
"Jika tidak ada aturan di rumah ini aku adalah orang yang paling bahagia di dunia karena kebebasan".
"Cihh bermimpi saja Agatha".
"Sudahlah, ayo Andrew sarapan sayang".
"Kyaaak mommy aku anakmu bukan Andrew jadi lepaskan piring Andrew lalu ambillah piringku kemudian isi dengan makanan itu".
"Sayang jangan seperti itu".
"No no mommy".
"Maafkan Agatha Andrew".
"Mommy aku tidak salah mengapa harus meminta maaf".
"Suttt diamlah Agatha makanlah makananmu".
Agatha mencibirkan bibirnya sembari menatap nyalang Andrew. Andrew yang ditatap hanya tersenyum kikuk sembari menunduk rasanya ia serba salah. Selepas sarapan Sean berangkat bekerja.
Tiba di salah satu kafe ternama dikalangan anak muda. Sean keluar dari mobilnya tak heran lagi semua mata tertuju padanya. Ini pukul sepuluh pagi namun kafe sudah penuh oleh pengunjung. Andrew memesan ruangan tertutup untuk
kenyamanan sang bos.
"Permisi reservasi atas nama tuan Andrew".
"Selamat datang dan selamat pagi tuan Andrew, baik silahkan saya akan mengantarkan anda ke ruangan".
Mereka mengikuti langkah seorang karyawan yang bekerja di kafe tersebut. Sampai di depan pintu Andrew berpesan bahwa klien mereka akan datang sebentar lagi dan meminta sekalian untuk mengantar mereka ke ruangan mereka saat ini. Karyawan mengangguk lalu segera meninggalkan ruangan.
"Andrew".
"Saya Mr".
"Agatha, apakah kau tidak mendapatkan laporan kemarin tentang dirinya".
"Humm ada Mr".
"Sebutkan".
"Nona muda Agatha pergi menjemput temannya setelah ia di hubungi beberapa saat lalu pergi ke suatu tempat lalu bertemu dengan nona muda Jessie di paviliun dan mereka bertengkar dan salah seorang pria terbunuh disana".
"Lalu ?".
"Nona muda Agatha menghajar habis-habisan nona muda Jessie Mr".
"Apa alasannya menurutmu ?".
"Mungkin mereka ada masalah pribadi Mr".
"Salah Andrew".
Andrew tersentak kala dugaannya kali ini melenceng. Dia tak sempat berpikiran luas kala Sean menuntut penjelasan padanya. Apa lagi ia sedang merasakan rasa khawatir yang teramat pada nona mudanya itu.
"Apakah kau sudah membereskan jasad pria itu ?".
"Sudah Mr semaunya sudah saya selesaikan"
"Mr".
"Hmm".
"Apakah nona muda Agatha baik-baik saja ?".
"Apakah kau buta ?".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya mimin up lagi sudah satu bulanan lebih nggak up xixixi maaf yah kuota nggak ada btw minal aidzin wal Faidzin semuanya mohon maaf lahir dan batin.
Jangan lupa kek biasanya hehehe mimin selalu minta lebih tapi Mimin belum ngasih up banyak-banyak maaf sekali kakak-kakak readers. Jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan follow akun Mimin yah.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨