
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi.....
"Hahh ????".
"What ????".
"Kau serius ?".
"Dia memaksamu untuk menikah dengannya setelah kalian bertemu ?".
"Bukan memaksa dia hanya mengatakan aku akan menikahimu demi Ethan begitu".
"Dan kau, apa jawaban yang kau berikan ?".
"Aku tak memberikan jawaban apa pun".
"Memangnya kau mau ?".
"Apakah dia tampan ?".
"Suttt Agatha".
"Hehe maksudku apakah dia tulus ?".
"Entahlah, aku tidak tahu katanya juga dia dan Ethan sering bertemu di luar sana".
Sudah satu jam berlalu dan ini pun sudah pukul delapan malam ketiga wanita cantik itu masih duduk melingkar diatas ranjang sembari mendengarkan Allis bercerita.
"Apakah Ethan memberitahu perihal ini kepadamu ?".
"Tidak, dia tak pernah berbicara".
"Mungkin ia masih syok".
"Apa yang dia tahu dia kan masih kecil, belum mengerti hal seperti itu".
"Agatha, walaupun dia masih kecil dia bukanlah anak-anak kecil yang bisa kau temukan diluaran sana, dia berbeda dengan anak kecil lainnya saat anak orang lain lebih memilih untuk bermain bersama teman-temannya dia lebih memilih belajar komputer, dulu awal dia masuk sekolah guru menanyakan tentang daddy-nya dan guru itu sampai mengatakan mengapa daddy-nya tak mengantarkan dia ke sekolah Ethan yang kesal sepulang sekolah entah dia mendapatkan bahan-bahan peledak dari mana ia merakitnya lalu menguji cobanya didalam kamar".
Agatha dan Sonia menelan ludahnya kala mendengar serpihan kisah Ethan dari Allis. Mereka tak menyangka bahwa anak seumuran Ethan bisa melakukan yang tak semua orang bisa lakukan. Mereka saling pandang lalu mengangguk seperti mengatakan mereka tidak akan menggangu anak kecil itu lagi.
"Apa dia begitu ngeri ?".
"Entahlah, kepintarannya melebihi diatas rata-rata kemampuan manusia biasa".
"Wow impresif, sangat mengejutkan dan genius ".
.
.
.
"Andrew, aku ingin mendatangani wanita itu".
"Baik Mr saya akan mengatur jadwal anda".
"Tidak perlu".
"Baik Mr".
"Andrew, kau tak akan pulang ?".
"Saya harus mengurus beberapa dokumen yang besok pagi harus anda periksa dengan segera".
"Hmm".
"Baiklah Mr, saya akan undur diri"
"Hmm".
Andrew keluar dari kamar Sean dengan menenteng beberapa dokumen dan juga sebuah tablet ditangannya. Saat akan turun melalui tangga dirinya tak sengaja berpapasan dengan Agatha yang baru saja keluar dari lift.
"Nona muda Agatha, selamat datang dan selamat malam".
"Hallo teman, bagaimana kabarmu aah sudah lama tak melihatmu ?".
"Sangat baik, bagaimana dengan nona muda ?".
"Jauh lebih baik setelah melihatmu"
"Ayo turunlah bersamaku teman, kita harus berbicara".
Agatha meraih pergelangan tangan Andrew lalu mengajaknya untuk masuk kedalam lift. Saat didalam lift Agatha berceloteh bagai anak kecil. Namun,
"Kau tahu dengan siapa lagi kakakku berkencan ?".
"Saya kurang tahu nona muda".
"Benarkah ?".
"Maksud nona muda ?".
"Siapa namanya ? hmm itu maksudku putri keluarga tuan Jackson".
"Nona muda tidak tahu bahwa Mr dan nona Jessie sudah bertunangan ?".
"Tahu tapi aku kesal sekali, apakah tidak ada wanita lain di dunia ini sehingga kakakku memilih wanita tua itu".
"Ehh lalu bagaimana denganmu, kapan kau berencana untuk menikah ?".
"Saya ? ahh tidak-tidak belum saatnya".
"Memangnya kau memiliki kekasih ?".
"Bukan kekasih namun saya sepertinya memiliki sedikit rasa padanya".
Agatha tersentak, ia merasakan nyeri pada ulu hati entah mengapa itu terjadi ketika Andrew mengatakan itu. Ada apa dengannya bukannya mereka hanya teman.
"Wahh wanita yang sangat beruntung".
"Namun sialnya wanita itu tak akan pernah saya dapatkan nona muda".
Andrew tersenyum kecut sembari menatap sejenak mata Agatha lalu kembali membuang pandangannya ketika Agatha menatap balik manik mata hitam pekat miliknya.
"Mengapa ? Apakah dia sudah meninggal atau sudah menikah ?".
"Bukan keduanya tapi yahh begitulah kasta nona muda".
"Apakah dia anak dari ratu Inggris sehingga kau tidak bisa mendapatkannya, cihh yang benar saja".
"Kurang lebih begitu nona muda".
"Ahh nona muda sepertinya saya sudah melantur, baiklah saya akan undur diri".
Andrew membungkuk tanda hormat kepada anak bungsu majikannya. Ia juga harus hormat kepada seluruh keluarga tuannya bukan. Agatha menatap punggung pria yang menjauh itu. Rasa tersayat pada ulu hatinya kian berasa sehingga tangannya reflek memegang bagian dadanya. Apa yang salah darinya ?.
.
.
.
Malam ini terasa hening, Allis menyendiri didalam kamar kedua temannya sudah pulang, Sonia pun tidak ingin menginap apalagi anak mommy satu itu Agatha. Dirinya menatap penuh iba pada pantulan dirinya dikaca rias. Apa yang salah ? siapa yang egois ? berbagai pertanyaan muncul dan menyerang kepalanya.
"Aku kira keputusan untuk bekerja sama dengan perusahaan besar itu akan menguntungkan bagi semua orang dan juga diriku namun faktanya membawa malapetaka yang besar untukku, bagaimana aku menghindari bencana yang sudah sampai di depan pintu".
Allis mengatakan pada dirinya, melamun untuk kesekian kalinya. Tiba-tiba telpon kamarnya berbunyi, semenjak kematian ibunya ia tak pernah mengizinkan pegawainya masuk kedalam rumah jika sudah malam, kecuali satpam depan gerbang.
"Hallo paman".
"Baiklah aku akan turun untuk melihatnya".
Sepertinya ada tamu yang satpam tidak mengenalinya sehingga ia tak berani membawanya. Allis turun dengan mengenakan piyama tidurnya. Namun ia menyempatkan dirinya untuk mengetuk pintu kamar putranya.
"Sayang".
"Hmmm".
"Mommy akan kebawah maukah kau menemani mommy".
"Hmm baik".
Cklekk
Ethan keluar dengan setelan piyama bemotif dinosaurus. Ia menutup pintu kemudian menghampiri Allis yang sudah berdiri di dekat pegangan tangga.
"Ayo".
"Ethan, mommy akan menanyakan beberapa hal namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat, bagaimana dengan besok malam apakah kau punya waktu senggang ?".
"Hmm baiklah".
"Tentu".
Allis membuka pintu depan lalu berjalan keluar menuju ke gerbang berbicara dengan satpam dan memintanya untuk membuka gerbang.
"Ini dia nyonya".
"Kau....".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya up-nya sangat lama bukan hehe maaf yah btw happy new year terlambat banget 😭
ehh jangan lupa berikan like, komen, tekan favorit dan bantu VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk follow akun author supaya bisa dapat notif kalau author udah up hehe.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨