
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi.
Allis tampak memucat melihat mayat yang sudah terbujur kaku didepannya. Ini adalah salah satu hal baru didalam hidupnya, melihat kematian seseorang tepat di depan matanya. Agatha menarik diri dari tubuh pria yang kini tengah menjadi mayat.
"Huhh melelahkan".
"Bagaimana penampilanku tadi ?, Keren tidak ?".
"S-sempurna".
"Hey mengapa kau takut ini adalah salah satu hal yang wajar untukku, kau tak pernah melihatnya ?".
"T-tidak ini baru pertama kali aku melihat maut".
"Nanti kau akan terbiasa".
"K-k-kau adik Sean ?".
"Tentu, kenapa ? Kau baru melihatku ? Cantikkan ?".
"K-kau mengapa, kau mengapa membunuhnya ?".
"Itu hakku, ayo kenakan pakaian kurang bahanmu itu aku akan memberikanmu sedikit pelajaran sepertinya kemarin saat kau lulus sekolah kau tidak belajar dengan rajin sehingga kau sangat bodoh seperti ini".
"B-baik"
Jessie buru-buru mengenakan pakaiannya lalu menghampiri Allis dan Agatha yang berdiri tak jauh dari ranjang.
"Ada apa kau mencariku ?".
"Wahhh Daebak luar biasa calon kakak iparku ini ohh tidak aku tidak ingin kakak ipar yang berstatus sebagai jala*ng murahan".
"Hey tutup mulutmu".
Hardik Jessie.
"Lihat Allis wanita sial*an itu berteriak kepadaku, belum tahu dia bagaimana Sean memperlakukanku".
"Maksudku bukan begitu".
"Ah no no aku tidak peduli lihat aku sudah merekamnya sejak tadi".
"Hapus".
Teriakan Jessie yang melengking membuat allis terperanjat kaget. Ia pikir Jessie seberani saat ia melawan dirinya lalu sekarang saat berhadapan dengan lawan yang lebih berkuasa nyalinya bagai kerupuk yang terjatuh dalam air, melenyot.
"Hey turunkan nada suaramu saat kau berbicara denganku aku bisa menggulingkan perusahaan ayahmu yang kecil itu cuih".
"Jadi ayo selesaikan urusan kita, to the points saja mengapa kau memukul temanku beberapa jam lalu kau pikir kau sudah cukup kuat hah ?".
"Dia sudah lancang menggoda calon suamiku, kakakmu"
"Dia bekerjasama dengan kakakku, dia rekan bisnisnya".
"Kau pikir dia akan mau dengan kakakku yang dingin namun tampan itu hah ?".
"Hey nona Agatha siapa yang tidak tergiur dengan kakakmu itu sudah tampan, mapan, seksi, sukses, keturunan konglomerat, raja bisnis, semuanya tunduk pada perintahnya bahkan waktu sekalipun, ayo katakan padaku wanita mana yang tidak rela naik ke ranjangnya walaupun hanya cuma-cuma".
"Hentikan mulut busukmu itu kau pikir kakakku seperti kau menjadi seorang jala*ng, jangankan menggenggam jarinya menyentuh pakaiannya saja dia akan langsung membakar pakaian tersebut tanpa ampun lalu membakar orang yang berani menyentuhnya tanpa seizin darinya, kau pikir kakakku murahan sepertimu hah".
Hardik Agatha dengan kesal.
"Jadi ayo katakan jelasnya alasan kau memukul temanku".
"Tidak ada hanya aku melihat bahwa ia sedang menggoda calon suamiku".
"Kau pikir aku mau memiliki suami yang temperamental seperti calon suamimu itu hah ?".
Kini giliran Allis yang berteriak tepat di depan wajah Jessie. Jessie kaget dengan penuturan Allis yang mengatakan bahwa Sean orang yang memiliki tempramental.
"Jangan mengatakan omong kosong".
"Allis mengapa kau berkata seperti itu ?".
Bisik Agatha.
"Tapi memang benar bukan ?".
Bisik Allis
"Iya namun aku merekam kejadian ini akan aku tunjukkan pada kakak".
"Apa ?".
Pekik Allis
"Matilah aku".* Batin Allis sembari menggigit bibir bawahnya.
"Lihat lebam yang kau berikan di wajah cantik temanku, kau pikir ini tidak sakit ?".
"Wahh Daebak sekali jala*ng sial*an ini".
"Sekarang kemari aku akan memberikan apa yang telah kau berikan pada temanku".
"Tidak, kau pikir itu tidak sakit kau gila hah".
Pekik Jessie.
"Kau yang gila".
Pekik Agatha tak kalah keras.
"Jadi ayo kemari supaya adil aku tidak suka ketidakadilan".
Bukannya mendekat Jessie malah mundur mencoba mencari celah untuk melarikan diri. Agatha berdecak kesal karena keinginannya tak di turuti.
Dia dengan gesit menarik tangan Jessie lalu mendorongnya ke lantai. Dia menungga*ngi tubuh Jessie layaknya Jessie menungga*ngi tubuh Allis. Dia menjambak, memukul, menampar wajah Jessie tanpa ampun.
Terakhir dia menampar lagi dengan keras sehingga membuat Jessie tak sadarkan diri. Kemudian mereka saling pandang Allis menatap Agatha dengan panik sedangkan yang ditatap hanya nampak acuh.
"Mengapa tidak mati astaga ?".
"Ayo kita kembali dia tidak mati aku kesal sekali".
"B-baik".
Tubuh Allis tak henti-hentinya bergetar sepanjang jalan ia hanya menatap kedepan tanpa menengok kiri dan kanan atau pun kearah Agatha yang sejak tadi mengumpat karena kesal Jessie tak mati melainkan pingsan.
"Aku akan membawamu ke rumahku bagiamana kau mau ?".
"Tidak tidak aku tidak mau"
"Mengapa ?".
"Ethan, Ethan pasti tengah mencariku saat ini aku tidak dapat meninggalkannya terlalu lama".
"Ouhh baiklah".
Selepas tiga puluh menit mereka sampai di rumah Allis. Agatha pamit untuk pulang ia tak sabar menunjukkan video itu pada kakaknya.
"Ya sudah hati-hati".
"Oke sayangku bye sampaikan salamku pada si tampan Ethan"
"Baiklah, ayo jalankan mobilnya jalanan masih padat kau harus lebih berhati-hati".
"Iya iya kakakku yang cantik bye"
Agatha melenggang pergi menjalankan mobil mewahnya. Selepasnya Allis masuk kedalam rumah. Allis tercengang kala melihat penampakan di depannya semua maid dan satpam sekaligus sopir duduk dilantai dengan gusar dan takut.
Nampak pecahan gelas dan piring lalu beberapa guci antik berserakan di lantai. Ethan duduk di sofa dengan menunduk sembari memegang kepalanya.
"Ethan".
"Nyonya".
Seru semuanya.
Ethan mengangkat kepalanya menatap sosok ibu yang selama beberapa jam ini menghilang dari pandangannya. Ethan segera bergegas menghampiri Allis dan menatapnya dari atas sampai bawah.
"Ada apa dengan wajahmu mom ?, Kemana saja kau ? Aku sudah mencarimu kesana kemari rasanya aku ingin sekali membolak-balik dunia ini".
"Mommy pergi menemui rekan bisnis lalu tiba-tiba ada istrinya datang dia kira mommy menggoda suaminya lalu ia memukuli mommy sampai seperti ini".
"Berikan kartu nama rekan bisnis mommy".
"Kau akan melakukan apa ?".
"Aku akan memberikan sedikit perhitungan dengannya".
"Tidak tidak mommy sudah memberikannya pelajaran mana mau mommy sakit sendiri seperti ini".
"Bagus aku benci ketika mommy selalu disakiti namun diam saja".
"Jadi katakan ada apa ini mengapa kau mengumpulkan semua orang ?".
"Duduk dan minumlah mommy".
"Aku mengkhawatirkanmu mom aku kira kau meninggalkanku seperti daddy".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up up lagi ini mimin masih sedikit sibuk yah btw jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa follow akun mimin yah...
terima kasih.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1444H.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨