
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
Allis terbangun pukul lima pagi, dia terbangun sendirian di dalam kamarnya. Rupanya Agatha dah Sonia tidak menginap karena mereka masing-masing akan mempersiapkan diri untuk hari spesialnya. Para MUA juga mengabarkan mereka akan sampai alamat yang ditujukan. Allis segera mandi dan bersiap lalu meluncur ke tempat yang sama.
Agatha pun akan datang lebih awal karena pernikahan kakaknya akan dilangsungkan di jam yang sama dan anehnya lagi di tempat yang sama. Agatha yang selalu berfikir positif bahwa semuanya pasti hanya kebetulan belaka dia tidak merasa aneh sedikitpun.
Allis menatap gaun putih yang menjuntai indah. Gaun putih yang sangat cantik tanpa lengan. Allis dibantu para MUA untuk mengenakannya. Riasan yang sangat cantik membuat ia semakin bertambah menawan. Tudung kepala panjang sepanjang gaunnya semakin menambah kesan mewah dan sangat megah.
Gaun putih dengan motif bunga-bunga yang terjahit tapi. Allis jadi memikirkan sejak kapan Sean memesankan gaun ini untuknya.
"Gaun yang sangat cantik tapi sayang orangnya tidak secantik gaun ini"*. Batin Allis

👆 Itu adalah contoh gaun pernikahan Allis.
"Sungguh selama saya menjadi perias pengantin baru kali ini saya menemukan pengantin secantik kau nyonya sungguh kau sangat cantik dan sangat menawan".
"Benarkah ?".
"Tentu saja, lihatlah dirimu nyonya di cermin itu tataplah dirimu nyonya ya Tuhan kau sangat cantik".
"Kau terlalu berlebihan".
"Sungguh saya tidak berdusta nyonya".
"Ohh my God Allis kau terlihat sangat cantik sekali".
Nampak Agatha dan Sonia terkagum-kagum menatap betapa cantiknya penampilan Allis. Mereka sampai pangling.
"Agatha kau datang bukannya katamu kakakmu akan menikah hari ini ?".
"Iya tapi kan aku di pihak pria jadi datangnya boleh telat".
"Apakah mereka akan marah ketika aku jujur nanti ?". Batin Allis.
"Siapa yang akan mendampingimu ?".
Allis terdiam sesaat ia pun bingung siapa yang membimbingnya di altar nanti. Dia menjadi sangat sedih bahkan sampai menitikkan air matanya.
"Maafkan aku".
"Bagiamana jika aku meminta daddy-ku untuk menemanimu ?".
"Tidak usah tidak apa-apa".
"No aku akan memintanya untukmu".
"Tidak apa-apa Agatha".
"Tidak usah sungkan aku memintanya nanti".
"Tunggu sebentar aku akan menelponnya".
"Dad kapan pernikahan kakak akan dimulai ?".
"Apakah kau bisa membantu temanku ?".
"Mendampingi dia saat di altar nanti menyerahkannya pada suaminya"
"Terima kasih dad, aku mencintaimu".
"Apakah dia mau ?".
"Tentu saja, pernikahan kakakku sebentar lagi".
Acara pernikahan terlihat begitu megah dengan lampu-lampu yang begerlapan. Bunga-bunga tersusun sedemikian rupa nampak sangat cantik. Para tamu mulai berdatangan.
Pukul sepuluh pagi suara MC membuka acara dengan meriah. Suara tepuk tangan terdengar riuh memenuhi ruangan. Berbagai ucapan selamat datang dari para tamu-tamu terhormat disambut dengan alunan musik yang indah.
Tiba saatnya mempelai wanita dan pria dipanggil untuk melakukan doa pembuka dan pujian. Nampak mempelai pria menghadap belakang. Allis datang dengan diapik oleh sosok Jhon Smith ayah Agatha. Mereka sampai tercengang mengira bahwa Allis adalah putri tersembunyinya keluarga Smith.
Agatha dan Sonia nampak menitikkan air mata mereka. Esmeralda yang baru duduk di kursinya karena baru saja kembali dari toilet terkejut melihat putrinya yang menangis sesenggukan.
"Hey ada apa ? Dari mana saja kau ?".
"Aku baru saja menjemput temanku mom lihatlah suaminya bukankah menurut mom dia sedikit tua". Kata Agatha sembari menangis.
"Kau menjadi bridesmaid temanmu, dia teman yang sering kau kunjungi itu kan ?".
"Iya huhuhu aku sangat bahagia untuknya".
"Lalu itu daddy-mu kenapa dia ?"
"Ya Tuhan mom tidak tahu".
Sampai pada jarak tak lebih dari lima meter Jhon menautkan tangannya dengan Allis. Nampak Allis sangat terharu dan sekaligus sangat sedih sekali. Terlihat punggung mempelai bergerak untuk berbalik dan.
jeng jeng jeng
"Apa ? Bukannya dia putraku"*. Batin Jhon yang sangat terkejut.
"What ?".
"Apa ?".
"Hah ?".
"Kakak ?".
Esmeralda, Agatha dan Sonia nampak saling pandang. Mereka sama-sama terkejut dan sama-sama bingung. Jadi kejutan yang dimaksud Allis malam tadi adalah ini.
"Mommy kau tahu ini ?".
"Tidak sayang kakakmu memang menceritakan pernikahannya namun tidak dengan pasangannya".
"Sonia ?".
"Kita datang sama-sama bukan malam tadi, aku mana tahu tentang ini".
Agatha ternganga lebar ternyata oh ya Tuhan mengapa ia sebodoh ini. Dari jam sampai hari dan tempat semuanya sama mengapa ia tak memikirkan kejanggalan ini. Agatha menepuk keningnya dia segera meraih botol air mineral yang ada di depannya.
"Astaga ya Tuhan memang skenario kau yang terbaik"*. Batin Agatha.
Jhon masih terpaku menatap sosok yang amat sangat dia kenali berdiri didepannya dengan setelan jas hitam yang mewah dan pas di badannya. Dia benar-benar sangat terkejut ini sangat diluar nalar.
Dia melepaskan genggamannya pada Allis dan Allis pun berjalan mendekati Sean yang berdiri tanpa ekspresi di depannya. Sungguh ia sangat gugup sekali dan juga sedih.
Akhirnya pendeta melakukan pemberkatan pernikahan. Berbagai urutan pemberkatan nikah mulai dilangsungkan satu persatu. Mulai dari pengucapan janji suci pernikahan, pemakaian cincin, pemberkatan nikah dan doa hingga pembukaan veil oleh mempelai pria.
Sean menggerakkan tangannya untuk menyentuh veil yang menjuntai menutupi wajah cantik Allis.
"Mempelai pria dan wanita waktunya wedding kiss".
Sean memajukan wajahnya Allis terdiam membeku di tempatnya. Allis meremas sisi gaunnya sembari memejamkan matanya dan menahan nafasnya. Sean mengecup bibir Allis dan sedikit melu*mat bibir bawahnya kemudian melepaskan bibirnya dari bibir Allis.
"Manis". Bisik Sean
Allis segera membuka matanya lalu meraup udara sebanyak-banyaknya. Dia menenangkan diri dengan memejamkan matanya.
"Ya Tuhan dia menciumku"*. Batin Allis.
Acara resepsi pernikahan dimulai banyak tamu yang mengucapkan selamat pada Allis dan Sean. Agatha dan Sonia hanya diam di kursi masing-masing mereka tidak ingin mengucapkan selamat pada kedua manusia itu. Mereka kesal.
"Perhatian semuanya pengantin pria ingin mengatakan sesuatu katanya, silahkan pengantin".
"Selamat siang semuanya, terima kasih atas waktu kalian semua karena menghadiri pernikahan saya yang secara mendadak ini, saya ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian semua, masuklah boy".
Lampu menyorot sosok yang baru saja memasuki area resepsi. Dia membawa sebuket bunga mawar putih yang indah. Jas hitam menutupi tubuh kecilnya rambut yang tersisir rapi kebelakang.
"Sonia Sonia apakah kau melihatnya juga ?".
"Aku juga ingin menanyakan ini padamu".
Sonia dan Agatha menatap intens orang yang baru saja datang. Mereka bahkan menggosok mata mereka dan juga menepuk pipi masing-masing. Jhon dan Esmeralda saling menatap penuh tanda tanya.
"Agatha bukankah kau mengenali anak itu ?".
"Kau melihatnya juga mom dad ?".
"Itu bukannya putra temanmu eh maksudku sekarang dia menantuku".
"T-tapi mom berita itu ? Sonia kecelakaan itu ?".
"Aku juga berpikir sepertimu".
"Dia putra Allisya Lesham Shaenette yang beberapa waktu dikabarkan meninggal dunia, dan sekaligus cucu kita".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up kemarin nggak update soalnya lagi sibuk heheh terima kasih sudah selalu stay di lapak mimin sembari menunggu mimin update lebih baik mampir ke novel mimin yang _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ tolong bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.
Selepas membaca jangan lupa rutinitasnya like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨