He'S Back

He'S Back
Episode 98



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi...


"Ahh iya Bi aku tidak bisa pulang maafkan aku tidak mengatakan ini sebelumnya ini pun mendadak, jagalah di rumah Bi jangan kemana-mana, apakah stok bahan masakan masih ada ? baguslah jika begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku".


Sambungan telepon terputus Allis terduduk sembari menatap Ethan yang tengah menyantap makan malamnya.


"Apakah kau mau ini mommy ?".


"Tidak sayang, mommy tidak ingin apa-apa mommy hanya ingin terus menatapmu".


"Apakah mommy sudah makan ?".


"Belum sayang".


"Ayo makanlah bersamaku".


"Tidak sayang habiskan makan malammu mommy tidak bernafsu".


Ethan tak mengindahkan ucapan Allis ia menekan tombol merah yang ada di sisi ranjang.


Brakk


Pintu terbuka secara paksa nampaklah Sean dengan raut wajah yang sangat panik. Dia bergegas berjalan menuju ranjang. Para maid dan bodyguard juga terlihat baru saja sampai. Terdengar suara nafas mereka yang terengah-engah akibat berlarian karena mendengar bunyi bel tersebut.


"Ada apa Allis mengapa kau menekan tombol merah itu, apakah Ethan baik-baik saja atau apa ?".


"Aku tidak apa-apa dad, aku hanya menginginkan makanan untuk mommy-ku".


"Sayang sudahlah tidak apa-apa, tidak usah berlebihan seperti itu".


"Tidak mommy, kau ibuku kau harus diperlakukan seperti mereka memperlakukan aku disini".


"Boy".


"Tidak daddy, jika kau menyayangiku kau juga harus menyayangi orang yang aku sayang, jika daddy tidak bisa menghormati mommy-ku sebaiknya aku pergi dari sini sekarang juga, bibi tolong panggilkan dokter itu aku ingin melepas ini".


"Tidak boy, biarkan itu kau belum pulih baiklah katakan apa maumu ?".


"Sudah ku katakan perlakukan ibuku seperti kau perlakukan aku dad, kami sama-sama tamu disini ini rumahmu daddy".


"Bukan, ini rumah kita".


"Kita ? tidak dad ini rumahmu bukan rumah kita, ayo bibi panggilkan dokter itu".


"Tidak usah kalian pergilah".


"Baik tuan".


Mereka langsung menuruti perintah Sean. Ethan membuang wajahnya ketika Sean menatapnya. Allis mengelus pundak Ethan kali ini dia menyadari sifat Ethan yang cuek, dingin, tidak ingin dibantah, dan juga keras kepala dia dapati dari Sean, ayahnya.


"Baik lah, daddy sudah memikirkannya, daddy akan menikahi mommy-mu boy".


"Apa ? kau gila hah aku tidak ingin menikah dengan pria tempramental sepertimu".


"Kau egois Allis, kau tidak memikirkan anakmu ah bukan anak kita jika ada pilihan lain aku juga tidak ingin menikahi wanita gila sepertimu".


"A-ku aku akan memikirkannya lagi".


"Tidak usah banyak berpikir jika kau memang tidak ingin Ethan bahagia maka aku akan mengambilnya secara paksa darimu sekalipun dia tidak mau".


Allis termenung sejenak memikirkan semuanya. Ia tak punya banyak waktu ia tidak rela harus memberikan putranya pada Sean. Lagipun ini demi kebaikan dan kebahagiaan Ethan ia tak mau melihat anaknya sedih lagi


"Baiklah aku bersedia menikah denganmu".


"Akhir pekan kita akan menikah".


"Apa ? secepat itu ?".


"Lebih cepat lebih baik, aku memiliki banyak pekerjaan".


"Boy aku memiliki banyak urusan diamlah sini dan minumlah obatmu istirahat yang cukup paham".


"Hey dia bersama ibunya kau pikir aku mau melihat anakku sakit-sakitan".


"Kau selalu saja mengatakan dia itu putramu".


"Iya dia memang putraku".


"Tapi dia juga putraku Allis".


"Sudah dad mom, pergilah dad mommy istirahatlah kau terlihat sangat lelah".


Sean berdecak kecal percakapannya dengan Allis selalu saja berujung perdebatan. Allis beringsut naik ke ranjang dan berbaring di samping Ethan.


"Mommy apakah kau tulus ingin menikah dengan daddy ?".


"Sebenarnya tidak tapi ini semua aku lakukan untukmu sayang".


"Jika begitu jangan lakukan itu mom, jangan mengorbankan kebahagiaan mommy untukku carilah pria yang bisa membuat mommy merasa aman dan nyaman".


"Tidak sayang, ini adalah bukti betapa aku sangat bersyukur atas kembalinya dirimu padaku, Mommy juga sudah berjanji pada Tuhan apa pun akan aku lakukan jika dia benar-benar bisa mengembalikan kau pada mommy".


"Kau yakin dengan pilihanmu ini mommy ?"


"Yakin sayang, apa pun untukmu meski seandainya dia ingin menukarnya dengan nyawaku mommy akan menurutinya sayang".


"Terima kasih mom".


"Skenario terbaik adalah skenario dari mu Tuhan".*Batin Allis.


.


.


.


Jhon Smith nampak frustasi mendengar keputusan anaknya Sean. Kemarin ia mengatakan bahwa pernikahannya ia undur karena ia akan menangani bisnis besar. Yah walaupun Sean sendiri yang akan menjalani pernikahan namun tetap saja ia harus menyiapkan segalanya.


"Sayang bukannya kau mengundurkan pernikahan kalian untuk dua bulan ke depan".


"Aku menikah bukan dengan nona muda keluarga Jackson mom".


"Apa ? Lalu dengan siapa ?".


"Jangan bilang kau mengeluarkannya didalam boy".


"Jhon".


"Sayang aku berkata jujur kalau sudah merasakan nikmat pria akan melupakan segalanya ah tidak wanita juga begitu".


"Anak itu bahkan sudah tumbuh menjadi anak yang tampan sepertiku".


"Apa ? wanita itu wanita sudah melahirkan"


"Ya Tuhan Sean".


Esmeralda luruh luntah di sofa karena mendengar pengakuan Sean. Dia syok bahkan sangat-sangat syok. Esmeralda segera meneguk segelas air putih.


"Lalu dimana anak itu ? Kau membawanya ? katakan apa yang terjadi sebenarnya ?".


Sean menceritakan semua yang terjadi tujuh tahun yang lalu. Menceritakan semua usaha dan juga bagaimana dia bertemu dengan anak dan ibu dari anaknya. Bertengkar dengan anaknya dan sampai pada kejadian kemarin. Dan sekarang rencananya menikahi ibu dari anaknya.


"Wanita itu memang benar sayang, mengapa kau sangat egois ingin merebut putramu darinya".


"Mom dia juga anakku aku juga sama berhaknya".


"Tapi sayang maafkan mommy wanita itu memang benar benihnya memang dari kau tapi kau tak pernah memainkan peranmu di dalam kehidupan anakmu".


"Jhon sebaiknya kau carilah wanita itu, bawa dia padaku".


"Tidak perlu mom dia ada di mansionku, kami sudah sepakat untuk menikah akhir pekan".


"Baiklah ayo kita bicarakan ini baik-baik dengan tuan Jackson Jhon".


"Baiklah sayang".


"Hubungi dia langsung Jhon minta untuk bertemu dengannya".


"Iya sayang astaga wanita memang tidak sabaran".


"Mommy daddy aku pulang".


Suara Agatha menggema di seluruh sudut rumah. Nampak Sean berbalik menatap Agatha yang baru saja memasuki rumah.


"Hallo kakakku yang tampan namun sudah menua".


"Ada apa ini ?".


"Mengapa kalian berkumpul tanpa aku ?".


"Agatha duduklah".


"Mom kau tahu tidak ada tas keluaran terbaru tahu, kita harus meminangnya".


"Benarkah coba lihat modelnya ?".


"Wow benar-benar sangat menakjubkan, kau harus melihatnya ini lihatlah".


"Lihatlah wanita itu Sean apakah kau yakin akan menikah secepat itu ?".


Bisik Jhon pada Sean, Sean pun seketika bergidik ngeri membayangkan betapa hidupnya akan sangat merepotkan dengan hadirnya seorang wanita dalam kehidupannya. Bukan takut kehilangan uangnya namun ia belum siap jika harus menghadapi mood seorang wanita yang berubah-ubah apalagi saat masa menstruasi datang.


"Kau tahu boy wanita jika sedang berbelanja waktunya melebihi ketika kau menyusun strategi penyerangan musuh dan bertahan dari serangan musuh".


"Kau tahu boy wanita juga jika sedang menstruasi maka matilah kau apalagi jika kau tidak mengerti moodnya, kau tahu tidaknya wanita berarti iya begitu juga sebaliknya tetapi ada kalanya tidak berarti tidak yang sesungguhnya, kau paham maksudku kan boy ?".


"Ini lebih sulit dari menangani para tikus-tikus itu dad".


"Kau benar inilah yang aku takutkan dulu ketika aku menikah".


"Dad bagaimana caranya kau menghadapi mommy ?".


"Lebih baik mengalah dari pada berdebat walaupun dia yang salah sebaiknya kau mengalah dan meminta maaf padanya jika tidak maka kau akan habis".


"Hey apa yang kalian bisikkan ?


"Mengapa kalian harus berbisik-bisik ?"


"Apakah kalian membicarakan aku dengan mommy ?".


"Tidak hanya saja kata Sean dia akan menikah akhir pekan ini".


"What ?".


"Menikah ?".


"Akhir pekan ?".


🌼 Bersambung 🌼


Hallo semuanya mimin up lagi semoga suka dan terima kasih selalu setia menunggu mimin update dan masih stay di lapak mimin ini dan sembari menunggu mimin update alangkah baiknya para kakak-kakak readers mampir dulu ke novel mimin yang _Si Cowok Cuek itu milikku_ tolong bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺. And jangan lupa untuk follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨