
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
"Aku kira setelah perginya anakmu kau akan menangis dan terpukul nyatanya kau berkencan dengan seorang pria dan bersenang-senang dengannya menjijikan sekali".
Mata elang pria tampan itu nampak seperti akan menerkam dan mencabik habis mangsanya. Benturan antar gigi terdengar layaknya sedang beradu, bergemerutuk.
"Kita kembali".
Dia segera melenggang pergi meninggalkan restoran. Nampak raut wajahnya sangat dipenuhi amarah.
"Kembali ke mansion".
"Baik Mr".
Mobil mewah anti peluru yang jarang sekali orang dapati memutar setir dengan cepat. Mereka melaju ke mansion yang di maksud oleh atasannya. Dia paham betul jika atasannya itu sedang dikuasai amarah yang teramat besar.
"Kapan dokter Stefan akan tiba ?".
"Kabarnya ia baru saja landing sepertinya ia sedang mengurusi barang-barangnya".
"Minta sopir untuk menjemputnya".
"Baik".
Sesampainya di mansion para maid dan bodyguard buru-buru berbaris untuk menyambut kedatangan tuan mereka. Kabarnya tuan mereka akan pulang malam nanti namun tuannya malah pulang begitu cepat. Sehingga mereka melepaskan pekerjaan masing-masing dan segera bergegas berbaris menyambut tuannya.
"Tobi".
"Saya tuan muda".
"Dokter Stefan sebentar lagi tiba siapkan semuanya".
Selepas mengatakan hal itu pria tersebut langsung berjalan menaiki tangga meninggalkan semua maid yang menunduk dengan keringat dingin. Aura tuan mereka benar-benar sangat dingin dan menyeramkan.
Pintu terbuka pria itu berjalan masuk didalam hanya terdengar suara denting jarum jam yang bersahutan dengan suara alat bantu untuk pasien. Denyut jantung terdengar masih normal.
"Selamat pagi boy, rupanya kau adalah pria yang setia, masih setia menunggu di alam bawah sadarmu"
"Hari ini aku mencarinya untukmu, kau tahu dia kencan bersama dengan pria lain, apa yang kau banggakan darinya ?".
"Aku bahkan bisa memberikanmu dunia dan isinya namun mengapa, mengapa kau terus menolak kehadiranku".
"Setitik rasa itu mulai tumbuh didalam hati daddy boy namun karena perlakuannya kali ini daddy mulai menguburnya dalam-dalam, dia melupakanmu secepat ini cihh sungguh diluar nalar sekali".
Tok tok tok
Setelah mengetuk pintu maid tersebut berdiri di sisi pintu menunggu pintunya terbuka. Ia tak berani memanggil ataupun bersuara. Suara derit pintu membuat ia melirik dengan ujung matanya karena ia dalam posisi menunduk.
"Katakan".
"Dokter Stefan telah tiba tuan".
"Baik".
Selepas mengatakan itu pria tersebut kembali menutup pintu.
"Bukankah aku sudah mengatakan aku akan memberikan apapun bahkan dunia sekalipun, lihat aku membawakan dokter terbaik di dunia cobalah untuk menerimanya".
Setelah mengatakan itu pria tersebut ia langsung menuju ke ruang tamu. Tampaklah seorang dokter yang dinanti-nanti. Ia terlihat baru saja menghempaskan tubuhnya di sofa yang empuk.
"Lama tak bertemu dokter Stefan".
Dokter Stefan menoleh kebelakang mencari dimana sumber suara yang menyapanya. Ia berdiri dari duduknya menyambut uluran tangan si empunya suara.
"Mr Sean, lama tak bertemu bagaimana kabarmu ?".
"Baik, lalu bagaimana dengan kau dokter ?".
"Semuanya baik, hanya saja sampai sejauh ini jika semuanya baik kau tidak akan mungkin mencariku Mr Sean".
Benar, Sean Kingston Smith dia adalah orang berperan penting dalam kasus itu. Dia melakukan segalanya dengan sangat matang dan sempurna.
"Apa ? Putramu sejak kapan ?".
"Lakukan semuanya dengan baik, aku tidak ingin putraku terus terbaring di atas ranjang".
"Istirahatlah"
Sean meninggalkan dokter Stefan dengan berjuta-juta pertanyaan yang berputar di otaknya. Dokter Stefan menatap punggung Sean yang menjauh. Ia lupa bagaimana sifat Sean. Mereka keturunan Smith tidak akan memberikan benih mereka pada sembarang orang. Dan sekarang lihat wanita mana yang beruntung karena mendapatkan benih seorang Smith.
"Dokter lewat sini".
"Ahh iya".
Malamnya Sean dan dokter Stefan berada di ruangan yang sama. Ditengah rasa penasaran yang semakin membuncah didalam hatinya. Dia terus saja melirik putra Sean dan juga Sean sediri secara bergantian. Bertanya ? kepada Sean ? ohh tidak mungkin itu sama saja ia menyerahkan nyawanya. Dia lupa Sean bukan tipe orang yang banyak bicara dan suka ditanya apalagi masalah pribadinya lebih lagi oleh orang asing seperti dirinya.
"Apa masalahnya Mr Sean ?".
"Dia tidak ingin di ganggu".
"Maaf, bagaimana maksud Mr Sean ?".
Sean menceritakan kejadian yang menimpa putranya. Dia menceritakan siapa saja dokter yang membantu dirinya untuk menangani anaknya. Para dokter mengatakan semuanya baik-baik saja hanya saja putranya tidak ingin bangun dari masa komanya. Menolak uluran yang diberikan padanya.
"Dia tidak ingin menerima uluran tangan siapapun bahkan para dokter yang menanganinya, termasuk aku".
"Sebelumnya saya minta maaf Mr tapi kalian begitu mirip".
"Haha aku tahu, siapa yang tak mengenali benihku".
"Baiklah ayo kita mengobrol dengannya Mr Sean, oh iya saya lupa siapa namanya, kita harus memanggil namanya bukan".
"Ethaniel Richardo Shaenette".
"Marganya berbeda".*Batin dokter Stefan.
"Baiklah ayo kita menyapa anak tampan ini".
"Lama tak bertemu Ethan, ayo ceritakan tentang dirimu ohh atau mungkin saya akan memulainya duluan, aku dokter Stefan aku memiliki putri yang sangat cantik dia gadis yang ramah dan juga ceria, usianya tak jauh beda darimu, bagaimana apakah kau tertarik dengan putriku hahaha sudah ku duga kau tidak akan tertarik dengan gadis biasa seperti putriku, lalu bagaimana denganmu ? Ethaniel Richardo shaenette, putra dari Mr Sean Kingston Smith aku yakin kau adalah anak yang sangat pintar, tak tanggung-tanggung wajahmu pun sangat tampan melebihi ketampanan dewa Yunani, oh iya bagaimana dengan kegiatan lain yang kau ikuti selain di sekolah apakah kau juga mengikuti les menari atau musik seperti putriku atau kau mengikuti les bela diri wahh benar-benar sangat hebat".
Hening
Tak ada respon dari Ethan yang terdengar hanya suara denting jarum jam dan juga mesin Elektrokardiogram. Dokter Stefan tak terkejut karena ia sudah menghadapi semua ini setiap hari.
"Apa yang membuatmu begitu nyaman disana tuan muda Ethan ?".
"Apakah kau memiliki kekasih disana atau ?".
"Kau merindukan ibumu ?".
Tess...
Sebutir cairan bening mengalir di sudut mata Ethan. Dokter Stefan kini tau dimana permasalahannya. Lukanya tak begitu parah ia mengalami pembengkakan jaringan otak. Pembengkakan jaringan otak dapat terjadi bahkan tanpa adanya tekanan. Terkadang kekurangan oksigen, ketidakseimbangan elektrolit, atau hormon bisa menyebabkan pembengkakan pada otak.
"See ? Mr Sean dia butuh ibunya, alasan ia tak mau sembuh karena ibunya tidak memberikan semangat padanya".
Sean memalingkan wajahnya faktanya itu memang benar. Ia tahu dan cukup paham akan hal itu namun yang menjadi pikirannya adalah mengapa Ethan tidak merasa cukup atas kehadirannya mengapa harus ada yang lain. Sean egois.
"Beritahu ibunya, walau hanya sebentar ia butuh ibunya, walau hanya sekedar kata semangat itu adalah obat termujarab di dunia, ketahuilah Mr Sean tidak semua penyakit obatnya dari dokter dan bisa dibeli terkadang obatnya adalah seorang ibu".
"Mr Sean sampai sejauh ini ia bisa saja sadar dalam kurun waktu satu minggu namun sepertinya putra anda tidak mau karena alasan untuk sembuhnya dia tidak ada dia tidak disini bersama dengannya".
"Maksudnya ?".
"Begini singkatnya dia membutuhkan ibunya".
🌼 Bersambung 🌼
Up lagi kakak-kakak readers terima kasih selalu stay di lapak mimin semangat membaca dan jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit, dan juga VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨