He'S Back

He'S Back
Episode 71



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagiiii.....


"Aku memiliki daddy".


"Kau tak ingin memiliki dua ?".


Agatha sebenarnya tahu bagaimana kehidupan Allis. Ia pun tahu kejadian suram nan kelam yang menimpa Allis karena ia sering bertanya-tanya perihal ayah dari Ethan. Semenjak itu ia juga sedikit sensitif pada Ethan maupun Allis. Rasanya mereka memiliki ikatan batin yang saling terjalin.


"Satu saja tidak becus apa lagi dua".


Jawaban Ethan sontak membuat Agatha tersentak. Rasa sedih tiba-tiba menyeruak dari lubuk hatinya. Ia sangat yakin bahwa pria itu akan menyesal karena telah menyia-nyiakan dua manusia yang bak malaikat ini. Ethan melepaskan bukunya lalu turun dan berjalan menuju dapur.


"Kau ingin sarapan ?".


"Tidak, aku sudah sarapan dengan mommy".


"Jika bibi lapar makanlah".


"Tidak, terima kasih".


"Cihhh dasar sok jual mahal".


"Hey anak kecil aku sudah kenyang".


"Hmm".


"Hais dasar batu".


Agatha kembali mengutak-atik handphonenya. Bibirnya tersenyum lebar karena mendapatkan notifikasi dari Allis. Bahwa Allis baru saja kembali dari pertemuan dengan rekan kerjanya.


"Kau mau ikut dengan kami".


"Terserah kalian saja".


"Astaga kau".


"Jika ingin membawaku ya sudah silahkan jika tidak aku akan tetap di rumah".


"Hais bicara denganmu benar-benar menguras tenaga, tetaplah tinggal disini supaya nanti kau di culik oleh om-om jahat".


"Beruntung sekali om itu karena menculik anak yang pintar sepertiku ini".


"Cihhh sombong sekali".


"Fakta".


"Cihhh dasar anak kecil".


"Dasar tua".


Cklekk


Pintu terbuka nampak Allis masuk dengan kaca mata hitam bertengger di hidungnya. Jalannya pun terlihat lesu Agatha berpikir bahwa Allis melalui banyak hal hari ini. Jadi ia bertekad untuk tetap melanjutkan rencana liburan mereka.


"Welcome home".


"Aku kira kau tak jadi kesini".


"Hais bukannya sudah janji, ayo kemarilah istirahat disini".


"Hah letih sekali, diamana Ethan ?".


"Hey kau seharusnya menanyakan sejak kapan aku datang".


"Oh iya benar sejak kapan kau datang, kau tak menghubungiku jika kau mengubungiku aku akan kembali lebih cepat".


"Kyaa yang benar saja aku menelponmu lebih dari lima kali, apakah kau menjual handphonemu ?".


"Hah yang benar ?".


"Tentu".


Allis buru-buru membuka tasnya lalu mengeluarkan gadget kecil itu. Nampak jelas panggilan tak terjawab Agatha sebanyak lima kali. Ia pun melihat bahwa handphonenya dalam keadaan silent.


"Kau membeli kaca mata yang bagus, bolehkah aku meminjamkannya ?".


Tangan Agatha terulur untuk menarik kaca mata Allis. Namun sepersekian detik kemudian Allis menghindar ia menoleh. Ia berpura-pura untuk meletakkan handphonenya kedalam tas.


"Kau yang benar saja aku baru saja membelinya lalu kau minta begitu saja".


"Itu terlihat sangat bagus, aku bukan ingin meminta tapi meminjam".


"Tidak tidak kau ini aneh-aneh saja seperti tidak memiliki kaca mata saja".


"Oh iya apakah rencana tadi malam akan kita lakukan ?".


"Ini pukul berapa ?".


"Baru pukul satu siang, bagiamana ?".


"Ya sudah aku akan mandi dan bersiap-siap".


"Cepatlah tidak usah lama-lama, aku sudah menunggu lama sekali huhuhu".


"Tidak usah mendramatis bukannya kau spesialis menunggu".


"Kyaa kau diam".


Allis buru-buru berlari menaiki anak tangga. Karena takut Agatha mengamuk akibat ulahnya. Allis cukup tahu seperti apa Agatha yang tak semua orang pahami dia. Dua puluh menit berlalu ia sudah cantik dengan blouse warna navy yang sangat cantik.


"Dimana Ethan ?".


"Kau akan membawanya ?".


"Tentu saja mana mungkin aku akan meninggalkan dirinya".


"Cepatlah cari dia".


"Sayang".


Tok tok


Ethan keluar dengan wajah bantalnya rupanya ia tertidur. Allis mengatakan bahwa mereka akan pergi berbelanja dan akan mengajak dirinya. Ethan hanya mengangguk lalu kembali masuk dan mengganti pakaiannya.


"Mengapa kau terlihat sangat tampan ?".


"Mata bibi saja yang mulai merabun hari demi hari, aku tetaplah tampan sejak baru lahir".


"Ya Tuhan aku kira manusia seperti ini sudahlah punah ternyata masih dilestarikan".


"Haha sudahlah mengapa kau sangat suka menggodanya".


"Beruntung sekali Ethan digoda oleh wanita cantik sepertiku".


"Tidak ada orang yang ingin membuang garamnya secara percuma".


"Hah maksudnya ?".


"Astaga Agatha maksudnya tidak ada orang yang ingin menjelek-jelekkan dirinya sendiri".


"Mengapa harus garam ?".


"Mudah saja bibi jawabannya karena tidak lada, sudah terpecahkan masalahmu jadi diamlah dan menyetir dengan baik dan benar karena kami tidak ingin mati konyol bersama dengan bibi".


"Astaga apakah kau tidak ingin menukar anakmu dengan barang berharga di luaran sana ?".


"Sekalipun kau menukarnya dengan bumi dan seisinya aku tidak akan memberikannya Agatha".


Tak terasa mobil mereka tiba di depan pusat perbelanjaan. Agatha segera memutar mobilnya untuk memarkirnya. Mobilnya sedikit berbeda dari mobil yang lainnya oleh sebab itu ia memarkirnya pada parkiran VVIP. Mobil Anti peluru yang khusus untuknya jika keluar dengan orang lain selain dengan kakaknya.


"Ayo ratakan semuanya".


🌼 Bersambung 🌼


Hallo hai hai papi ehh maksudnya kakak-kakak readers kesayangan apa kabar ? capek nggak nungguin mimin heheh maaf banget yah mimin lagi kerja btw jangan lupa like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk klik profil mimin dan follow akun mimin, oke terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨