
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagiii.....
Huruf demi huruf Allis baca dengan teliti, dengan tubuh yang bergetar takut nan gugup, rasanya seperti tak sanggup menerima fakta yang saat ini berada ditangannya. Ditambah air mata yang terus mengalir sedari ia mulai membaca judul pada lembaran putih itu. Hasil Tes DNA, judul yang terpampang dengan apik, Allis terkejut saat melihat nama putranya tertulis dengan tinta hitam yang tebal.
Ditambah lagi hasil pencocokan tes DNA antara Sean dan juga Ethan putranya. Sekian lama ia menyembunyikannya akhirnya terbongkar sudah rahasia yang ia simpan dalam-dalam.
"Apa yang membuatmu tak bisa membaginya denganku ?".
"Kau bertanya Mr ? kau bertanya kepadaku ?".
"Sekarang aku bertanya kepadamu, kemana kau saat aku sedang menderita menjalani kepahitan dunia, kemana kau saat aku merasakan kontraksi yang hebat, kemana kau saat dokter menanyakan dimana ayah dari anak ini, dimana kau saat anakku merengek tengah malam meminta walau sekedar dipangku, ditepuk-tepuk pucuk kepalanya supaya kembali terlelap dengan nyenyak dan dibuatkan sebotol susu, dimana kau saat anakku belajar duduk, dimana kau saat ia belajar berdiri dan berjalan, dimana kau saat para guru menanyakan mengapa ayahnya tidak mengantar anak ini ke sekolah, dimana kau hiks hiks lalu lalu atas dasar apa kau memintanya berbagi atas dasar apa kau meminta diriku ini berbagi denganmu hiks hiks".
Tangisan pilu menyayat hati membuat Sean terdiam. Allis membabi buta ia seperti kembali ke Allis yang rapuh. Ia menangis sejadi-jadinya namun untungnya kamar itu kedap suara sehingga tidak ada mendengar percakapan mereka.
"Aku berusaha mencarimu setelah malam itu, beberapa tahun sebelum aku mendapatkan jejakmu aku mencarimu di seluruh kota sampai luar kota bahkan sampai luar negeri hingga aku lelah dan mulai pasrah namun aku mendapatkan jejakmu saat aku kembali ke negara ini, lalu kau bertanya atas dasar apa aku ingin membaginya ? kau pikir apakah dengan hanya adanya kau anak itu akan ada tidak, kau salah besar jika berpikir seperti itu".
Sean menarik nafasnya pelan dengan lesu tangannya meraih lembaran putih yang menjadi bukti kuat bahwa dirinya dan Ethan adalah ayah dan anak.
"Aku sudah menemuinya entah berapa kali yang jelas sangatlah sering".
DUARRRRRRR
Bagai disambar petir disiang bolong Allis terkejut dengan kesaksian Sean. Pantas saja beberapa terakhir ia merasa sedikit aneh dengan tingkah Ethan. Apalagi ditambah dengan pernyataan gurunya bahwa Ethan sering dijemput oleh pamannya apakah itu Sean ?.
Ia sedikit tak menyangka bahwa Ethan menyembunyikan hal sebesar ini darinya. Namun ia juga menyembunyikan hal besar juga dari anaknya, apakah ini yang dinamakan karma. Rupanya mereka sering menghabiskan waktu bersama apakah mereka sudah mulai dekat. Pikiran Allis mulai merayap kemana-mana.
"Atas dasar apa kau berani bertemu dengannya tanpa seizin dariku ?".
"aku adalah ayah biologisnya, aku juga memiliki hak untuk itu".
"Ayah biologis itu memang benar namun kau tak pernah membe-lai tubuh mungilnya seperti ayah anak-anak lain kau tak pernah memberikannya kasih sayang seperti ayah yang lain".
"Mengapa kau mendadak bodoh ? aku mencari kau dengar aku mencari kalian namun tak ada hasil kau pikir aku tidak menginginkannya, kau pikir aku bukanlah manusia aku masih memiliki pikiran".
"Aku mulai berpikir semua pria itu sama saja, jika sudah marah semuanya menjadi rata".
"Ku tekankan sekali lagi tidak semua pria sama seperti yang kau pikirkan itu".
"Jika memang benar mengapa daddy-ku membuangku waktu itu saat dia tahu bahwa aku telah ternodai, lalu lalu jika aku kembali dan meminta pertanggung jawaban padamu apakah kau yakin kau tak akan membuangku seperti daddy-ku setelah anakmu lahir, apakah kau yakin untuk merawat kami berdua hahah aku tidak cukup yakin ada pria yang seperti itu di dunia".
"Diam !!".
"Apa yang ingin kau perdebatkan disini ? hey tuan come on bangunlah tidak semua wanita bisa kau bodohi dengan wajah tampanmu itu, uang ohhh tidak aku tidak mempersalahkan uang aku hanya bertanya bagaimana kau berusaha mengeluarkan kata berbagi putraku denganmu ckck".
"Menikahlah denganku".
.
.
.
.
"Entah".
"Kau tahu dia akan kemana ?"
"Tidak".
"Hey jawablah dengan benar ini bukan jawaban yang aku harapkan".
"Kau pikir aku cukup tua untuk menanyakan kemana dan dengan siapa mommyku pergi".
"Kyaak kau berhak untuk itu, kau kan anaknya".
"Namun aku tidak sekepo dirimu bibi".
"Haishh anak ini benar-benar".
"Ambilkan handphoneku".
"Kau masih mempunyai tangan bibi ayo bangunlah".
"Yaaa kau".
"Haish benar-benar menyusahkan".
Disinilah Agatha sejak pukul sembilan pagi sampai pukul sebelas siang. Dia dan Ethan sedang duduk di ruang keluarga sembari menonton acara televisi. Benar ini hari minggu Agatha berinisiatif untuk mengajak Allis berbelanja dan berjalan-jalan.
"Haish manusia ini kemana saja dia tadi malam kan sudah sepakat untuk pergi bersama".
"Ethan".
"Hmm".
"Ngomong-ngomong bibi ada satu rencana apakah kau ingin membantu bibi ?".
"Cihhh rencana busuk apa yang bisa muncul di otak kecil bibi".
"Ayo jodohkan mommymu dengan kakakku".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya up lagi kita btw para kakak-kakak readers habis baca jangan lupa kasih author semangat dong dengan klik like, komen, tambah favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa untuk klik profil author kemudian follow terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨