
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
"Senang bertemu denganmu lagi Lucas".
"Kenapa mesti kau Sean ? kau selalu saja merebut milik orang lain".
"Aku ? Merebut milikmu ? merebut milik seorang pecundang cihh tidak sudi sekali".
"Hahaha itu memang faktanya Sean, kau merebut Allis dariku".
"Dia milikku jauh sebelum kau menginjakkan kaki di negara ini".
"Haha lelucon apa yang kau ucapkan itu Sean".
"Sungguh menyedihkan sekali dirimu Lucas, selalu mendapatkan posisi yang sangat jauh dariku ck bagaimana aku tidak mengasihani dirimu ?".
"AKU TIDAK BUTUH BELAS KASIHAN DARIMU SEAN BAJING*AN".
Byurrrrrr
Seember air membasahi tubuh Lucas yang dipenuhi luka-luka. Semenjak dia dibawa ke ruangan gelap itu dirinya terus saja di siksa tanpa jeda. Mendapatkan banyaknya luka bekas cambukan di sekujur tubuhnya.
Entah berapa kali mereka memukuli wajahnya sehingga nampak wajah Lucas membengkak di sertai lebam-lebam membiru. Tangan dan kaki yang terikat membuat dirinya pasrah tak bisa melawan walau hanya untuk menangkis pukulan dari mereka.
"TURUNKAN SUARAMU KETIKA KAU BERBICARA DENGAN TUANKU, KAU PIKIR KAU BERHAK MENGELUARKAN SUARAMU BAHKAN BERDEBAT DENGAN TUANKU, KAU TAK LEBIH DARI RUSA YANG TENGAH DI KEPUNG SINGA TINGGAL MENUNGGU WAKTU KAPAN DIA DIMANGSA SAJA".
"HEY KAU ASISTEN SIALAN, KAU PIKIR AKU TAKUT PADAMU HAH KAU TAK LEBIH DARI SEEKOR KUCING YANG MENGIKUTI TUANNYA KEMANAPUN IA MELANGKAH".
"DAN KAU TAK LEBIH DARI SEEKOR ANJING YANG HANYA BISA MENGGONGGONG SAJA TANPA BERANI MAJU UNTUK BERKELAHI".
"Wah wah wah argumen kalian bisa aku terima dengan baik, dipersilahkan tuan Lucas Andrews Jackson untuk kembali ke tempat semula begitu juga dengan tuan Andrew Garfield".
"Mr maafkan saya karena terlalu emosi".
"Tidak Andrew kau memang yang terbaik".
"Jadi Lucas katakan apa yang membuatmu begitu sangat menginginkan milikku, apakah wanita diluaran sana tidak ada yang menyukaimu sehingga kau berniat merebut milikku ?".
"Dia sedari awal adalah milikku Sean, kau yang merebutnya dariku dan memilih untuk meninggalkan adik kesayanganku itu"
"Ahh iya aku lupa mengatakan turut belasungkawa kepada keluargamu Lucas".
"Cuihh tidak usah berpura-pura lupa ingatan Sean, kau yang membunuh adikku dia tidak bunuh diri melainkan kau yang membunuhnya".
"Kejutan waawww surprise bagaimana kejutan dariku ? apakah sukses membuatmu terkejut ?".
"Bajing*an pembunuh, mengapa kau membunuh adikku hah ? pecundang hadapi aku jika kau memang benar-benar seorang pria sejati"
"Mengapa kau meneriaki aku menggunakan namamu, ahh kesannya seperti kau tengah menghina dirimu sendiri".
"Sean berengs*ek keparat sialan".
"Tenang saja aku akan menghadapimu jika aku sudah puas bermain denganmu, apakah kau begitu tidak sabaran Lucas ?".
"Ingat Sean nyawa dibalas nyawa, aku akan merenggut nyawamu untuk membalaskan dendam adikku".
"Adikmu yang datang padaku menyerahkan nyawanya, bukan aku yang mencarinya".
"Kau yang merayunya kan Sean cihh".
"Hahah lelucon apa yang katakan si tua bangka itu kepadamu ? sangat menggelikan sekali".
"Kau mengatakan bahwa kau akan menikahinya bukan".
"Bukankah perkataan seperti itu sering kau ucapkan pada wanita-wanita jala*ngmu Lucas".
"Cihh adikku bukan seorang jala*ng Sean".
"Kau yang mengatakan itu bukan aku, jika dia tidak menyakiti milikku dia tidak akan pernah berakhir seperti itu, kau pikir aku tidak pernah memperingatkannya cihh aku bukan ibunya yang selalu bisa memaafkan semua kesalahannya".
"Kau memang pecundang Sean".
"Aku mana peduli semua perkataanmu Lucas, siapkan dirimu aku akan memulai permainan yang sesungguhnya".
"Andrew periksa ikatannya jangan sampai terlepas, anji*ng ini belumlah jinak".
"Hah katakan dari mana aku harus memulainya ?".
"Sungguh tubuhmu terlihat begitu keren dengan luka yang mengeluarkan darah itu".
"Sangat perfect sempurna".
"Ahh iya bagaimana jika memulai dari jemarinya Andrew ?".
"Itu bagus Mr".
"Perlihatkan jari jemarimu yang dengan lancangnya menyentuh tubuh istriku".
Suara Sean terdengar begitu menyeramkan dan menggelegar. Sean menatap Lucas dengan tatapan dingin, tajam nan mematikan. Bukan Lucas namanya jika ia langsung menuruti perintah Sean. Ia bahkan memalingkan wajahnya ke samping.
"LIHATLAH BETAPA ANGKUHNYA SEEKOR ANJI*NG INI WAH WAH WAH DIA TIDAK TAHU SINGA TENGAH MENATAPNYA LAPAR".
"Tuan besar selamat datang".
"Daddy apa yang membawamu kemari ?".
"Hanya ingin melihat sebuah pertunjukan saja, aku bosan mencium bau obat di rumah sakit itu".
"Hmm begitu, aku akan menerbitkan sebuah film yang bagus untuk kau tonton dad".
"Teruskan boy".
"Andrew tarik tangannya".
"Baik Mr"
Andrew pun dengan sigap menuruti perintah Sean. Dia menarik-narik tangan Lucas yang juga Lucas menarik tangannya. Terjadi peristiwa tarik menarik, Andrew yang kesal menampar pipi Lucas. Lalu segera menarik tangan Lucas ketika Lucas kehilangan fokusnya.
"Julurkan jemarinya Andrew".
"Baik Mr".
Andrew pun memaksa jemari Lucas supaya terlepas dari genggamannya. Sean menatap Lucas yang tak bisa diam terus memberontak dan memberontak.
"Berikan aku tang".
"Ini kah jari yang dengan lancangnya menyentuh milikku bahkan berani membelai setiap jengkal tubuh istriku".
Aaaaaaa
Aaaaaaa
Aaaaaaaa
Sean dengan beringas menarik setiap kuku yang menempel pada jemari Lucas. Menariknya menggunakan tang kecil yang ia punya. Darah segar mengalir dan menetes dengan deras membasahi lantai. Lucas berteriak begitu histeris karena merasakan rasa sakit yang teramat pada jarinya.
"Berikan aku silet kecil aku tiba-tiba ingin sekali menggambar".
"Mr silet anda".
"Andrew tunjukkan telapak tangannya".
"Baik Mr".
"Sebaiknya gambar apa yang bagus Andrew ?".
"Bagaimana jika seekor anji*ng saja binatang yang menggambarkan dirinya".
"HEY KAU AKU ADALAH MANUSIA DASAR AAA SAKIT SEKALI PERIH".
Plakkkk
"Turunkan suaramu tuan Lucas yang terhormat, kau tak pantas bersuara disini".
"Kau kejam Sean kau biadab".
"Ohh iya ? terserah aku akan menggambar dulu kita akan melanjutkan perdebatan kita nanti, Andrew pegang kuat-kuat aku tidak ingin gambar yang aku buat menjadi jelek seperti wajahnya ini".
"Tidak, tidak, tidak".
Aaaaaaa
Aaaaaaa
Aaaaaaa
Sean menekan silet itu lebih dalam semakin membuat Lucas memekik dengan keras. Darah merah itu memenuhi telapak tangannya bahkan sampai terjatuh di lantai. Sean menulikan telinganya, ia bahkan terus saja menyayat-menyayat telapak tangan Lucas tanpa peduli dengan teriakan rasa sakit Lucas.
"Berikan aku air, aku ingin melihat gambaranku hais sial sekali darah sialan ini menutupi keseluruhan gambaranku".
"Airnya Mr".
"ARGHHH PERIH SEKALI INI SANGATLAH PERIH, HENTIKAN DASAR BERENGS*EK ARGHHH BAJING*AN".
"Lihat daddy aku menggambar dengan indah bukan".
"Sangat indah Sean".
"Hahah ini bagus benar-benar bagus sungguh indah".
"Lepaskan celananya Andrew".
Sean terlihat begitu seram dengan ekspresi wajah yang tertawa lalu tiba-tiba datar dan dingin kembali. Sungguh mereka semua benar-benar merasakan aura yang mencekam semakin bertambah. Bulu kuduk mereka berdiri seiring dengan perubahan wajah Sean.
"KAU PRIA CABUL PANTAS SAJA KAU MENGUSIR SETIAP WANITA YANG DATANG MENDEKATIMU TERNYATA KAU ADALAH PENIKMAT SESAMA JENIS CIHH SUNGGUH MEMALUKAN SEKALI".
"Hentikan omong kosong mu itu jika tidak aku akan benar-benar merobek mulutmu sampai pada belakang lehermu".
"Berikan cambuk rantai yang sudah dipanggang itu Andrew".
"Baik Mr".
"Yaaaa kau pikir itu tidak sakit hah kau gila Sean, kau benar-benar seorang psikopat kejam Sean".
"Siapa peduli ? yang jelas aku menginginkan sebuah pertunjukan".
CETASS
CETASS
CETASS
Cambuk rantai panas itu mengenai paha dan kaki Lucas. Tanpa menunggu lebih lama lagi nampak paha dan kaki putih Lucas memerah dan melepuh. Panasnya rantai itu benar-benar terasa membakar kulitnya.
"Ini untuk kaki yang dengan kurang ajarnya menendang tubuh istriku".
"Bagaimana rasanya Lucas ?, apakah senikmat ketika kau menendang istriku ?".
"Perih".
"Tak lebih perih dari hatiku ketika aku melihatmu menyiksa istriku".
"Katakan sebelah mana saja dan menggunakan apa saja kau menyentuh istriku, KATAKAN LUCAS KATAKAN ARGHHH".
Sean membabi buta ia terus mencambuk tubuh Lucas. Lucas hanya bisa berteriak sembari mengaduh kesakitan. Terlihat dada Sean kembang kempis menahan amarah.
"Ulurkan tanganmu".
"Tidak tidak kau pasti akan menyakitiku lagi".
"AKU BILANG ULURKAN TANGANMU".
"Berikan gunting rumput itu".
"Mr gunting".
"Ulurkan jarimu ".
"Tidak tidak".
******Aaaaaaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaaaaaa******
🌼 Bersambung🌼
Hallo semuanya mimin up lagi kakak-kakak readers selamat membaca semuanya btw sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.
Btw selepas membaca jangan lupa untuk klik like, komen, tekan favorit, dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨