He'S Back

He'S Back
Episode 93



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi....


"Walaupun kau menukarnya dengan dunia dan isinya Ethan tak akan pernah kembali padamu, ayolah Allis bangunlah dari jurang ini, aku tau kau adalah wanita terkuat di muka bumi ini, jika kau terus saja seperti ini tak akan mengubah apa pun, semakin kau seperti ini semakin memperburuk keadaanmu, bangunlah Allis dunia juga butuh kau, ayo bangun dunia baru".


Allis menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Tubuh kurus, mata hitam, pipi tirus, rambut berantakan, dan juga bibir yang kering. Setitik cahaya bangkit dalam hatinya mulai bersinar.


Ia bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Ia berendam setelah menyalakan lilin aromaterapi. Selesai mandi dan berkeramas ia mengeringkan rambutnya.


Tangannya tergerak mengambil gunting di dalam laci. Menghirup udara lalu menghembuskan nafasnya pelan. Ia mulai memotong rambutnya sedikit demi sedikit.


Ia akan memulai kehidupan barunya.


.


Hiruk piruk suara kendaraan berlalu lalang. Sebuah perusahaan disulap menjadi toko perhiasan terlihat begitu ramai. Para karyawan sampai kewalahan menghadapi para konsumen. Sebuah mobil baru saja memasuki area parkiran.


Seorang wanita cantik keluar dari mobilnya. Wajah cantik terawat, bibir indah yang terpoles lipstik mahal, rambut pendek sebahu tergerai bebas.


"Selamat pagi Mrs".


"Selamat pagi Sonia".


"Hari ini waw sekali Mrs".


"Terima kasih Sonia, aku menyukai penampilan Allis yang saat ini".


Allisya Lesham S, wanita karir yang cantik. Baru saja memasuki toko para karyawan menyapa dengan ramah. Bahkan para konsumen menyapa dengan antusias.


"Sonia apakah selalu seperti ini ?".


"Benar saya sampai kesusahan menghadapi mereka".


"Maafkan aku Sonia".


"Sudah lupakan Mrs ayo lewat sini".


"Hey apakah jalannya sudah berubah ?".


"Tidak hanya ingin menunjukkan sesuatu saja".


"Apa itu ?".


"Selamat datang kembali Mrs".


Ucapan selamat datang di depan pintu ruangannya terukir sangat indah. Mereka menyiapkan semuanya dengan baik. Allis tersenyum haru.


"Apakah Mrs menyukainya ?".


"Sangat, ini sangat indah terima kasih Sonia".


"Kyaaa jangan lupakan aku, aku juga ikut andil dalam hal ini".


Terlihat Agatha baru saja keluar dari lift. Dia sangat heboh dengan berbagai jenis makanan di tangannya.


"Ayo berpelukan".


Mereka bertiga tersenyum lalu berpelukan. Bersyukur sekali apa yang mereka katakan pada Allis diterima dengan baik dan dicerna dengan baik pula. Beruntungnya lagi Allis mengambil keputusan yang tepat.


"Ayo masuk kita berbincang bersama, Agatha kau membawa apa ?".


"Pizza terenak sepanjang sejarah".


"Ayo kita akusisi".


.


.


.


"Ancaman terberat untuk mendapatkanmu sudah tersingkir, secepatnya kau akan menjadi milikku entah mengapa kau membuat diriku sangat tergila-gila padamu, bahkan aku tak perlu mengemis untuk membuat wanita mana pun rela mengang*kang dibawahku, mereka dengan suka rela datang padaku dan melebarkan paha mereka namun mengapa tidak dengan kau Allis kau sungguh wanita yang keras kepala, sejauh ini hanya kau wanita yang membuat aku sangat kewalahan mendapatkan dirimu".


"Ahh iya tuan seperti itu semakin cepat".


"Kau pria paling perkasa dan tampan di dunia ini tuan".


"Kau menyukainya sayang hmm".


"Ahh iya tuan aku menyukai setiap sentuhanmu".


Lama sekali mereka melakukan pergulatan hingga mereka mendapatkan puncak kenikmatan masing-masing. Pria itu ambruk di atas tubuh pol*os wanita cantik yang menjadi teman tidurnya malam ini.


"Enghh".


Lenguhan panjang wanita cantik itu terdengar sangat seksi saat pria itu melepaskan miliknya yang tertanam ditubuh wanita cantik dan seksi itu.


"Kau tak ingin menikah denganku tuan".


"Pasti aku pasti akan menikahimu sayang".


"Terima kasih tuan aku sangat mencintaimu".


Mereka berpelukan mesra di atas ranjang. Sampai menjelang pagi barulah pria itu bangun kemudian meninggalkan apartemen wanita itu. Dia menunduk dan mencium keseluruhan wajah wanita itu.


Memiringkan pelan kepala wanita itu lalu mengarahkan bibirnya pada leher wanita. Satu lagi kissmark tercetak dengan sangat indah pada leher wanitanya. Lalu segera meninggalkan apartemen. Suara derit pintu membangunkan wanita itu dari tidurnya.


"Kau pergi lagi Lucas"*. Batinnya.


.


.


.


"Saya rasa ini waktu yang tepat lagi pun ia belum sadar semenjak hari itu, apa baik jika harus di sembunyikan seperti ini".


"Aku akan memikirkannya lagi".


"Menurut saya tidak baik terlalu berlarut-larut".


"Aku tahu".


Nampak pria itu berpikir keras ini sudah hampir satu bulan. Anak yang ia yakini bahkan sudah terbukti bahwa mereka memiliki hubungan darah. Dia menatap kosong handphone yang sejak tadi ia pegang.


Nampak dia sangat ragu untuk menghubungi sosok yang berperan sangat penting dalam kehidupan putranya. Ia melempar handphonenya sembarang arah.


"Argh aku juga tak kalah penting darinya, tapi mengapa aku tak cukup untukmu, aku selalu menantimu, menanti kehadiranmu didalam hidupku, aku sudah sangat sabar menanti waktu yang tepat, aku sudah sangat kesusahan mencari dan menggali dimana keberadaan dan semua informasi tentangmu tapi mengapa disaat seperti ini aku justru merasa tidak berguna untukmu".


"Aku akan bayar berapa pun untuk kesembuhanmu namun mengapa kau menolak uluran tanganku di alam bawah sadarmu, mengapa boy ?".


Pria itu terus mencecar semua ini hatinya. Dia menatap tubuh anaknya yang tak bergerak sedikitpun. Hanya ada suara mesin, suara denting jarum jam dan juga suara gemericik air hujan. Dirinya menatap penuh harap pada tubuh kecil yang sedang terbaring lemah.


"Baiklah aku akan memikirkannya, aku akan memikirkan jalan keluarnya".


.


"Hallo nona manis lama tak bertemu".


"Tuan Lucas ?".


"Haha mengapa kau begitu terkejut melihatku ? Seperti melihat hantu saja".


"Kau disini ?".


"Maafkan aku karena menghilang beberapa minggu".


"Bukan maksudku-?".


"Kau merindukanku Allis".


"Maafkan aku karena telah membuatmu menungguku dan juga merindukanku hmm hampir dua minggu ini aku di luar negeri untuk mengurusi beberapa urusan bisnis ".


"Allis aku sangat merindukanmu".


Allis menatap sekelilingnya banyak orang yang berlalu lalang. Tapi mengapa ia harus bertemu dengan Lucas. Dia tak mau bertemu dengan pria itu. Dia pun sudah berjanji pada Sonia untuk menjauhi Lucas.


Sampai saat ini ia tak tahu apa yang menjadi alasan Sonia sampai meminta dirinya untuk menjauhi Lucas. Allis memaksakan senyumnya. Lucas meraih tangan Allis lalu mengecupnya singkat.


"Hey apa yang kau lakukan, disini sangat ramai".


"Tidak apa-apa selagi aku menyukainya apa pun akan ku lakukan tak peduli dengan tatapan orang banyak".


"Tidak usah melakukan seperti itu lagi".


"Mengapa ? kau tak menyukainya ?".


"B-bukan seperti itu ta-".


"Tapi kau sangat menyukainya bukan, tidak apa-apa aku tidak akan mengulanginya jika di tempat umum".


"Bukan, maksudku hanya saja tidak enak dilihat oleh banyak orang".


"Bagiamana jika melakukannya di dalam kamar saja ?".


"Hahah aku bercanda sayang mengapa kau sangat serius".


Lucas tertawa kecil kala melihat ekspresi wajah Allis yang sangat terkejut kala ia melempar candaan yang menurutnya wajar-wajar saja. Namun dalam lubuk hatinya Lucas berharap jika ia benar-benar bisa melempar Allis diatas ranjangnya.


"Ayo makan siang bersama".


"Hah ?".


"Ahh tidak-tidak waktunya kau menjemput Ethan bukan ini sudah waktunya pulang".


"Ayo akan aku antar, aku akan ikut menjemput Ethan dan kita akan makan siang bersama".


"Tuan Lucas".


"Hmm apa sayangku, kau ingin bermanja hmm ?".


"Bukan".


"Lalu kau mau apa katakan aku akan memberikan apa pun untukmu".


"Aku tak ingin apa-apa aku hanya ingin kau bantu aku untuk mengambil kembali Ethan".


"Apa maksudmu ?, memangnya Ethan kemana ?, apa mantan suamimu mengambilnya darimu ?".


"Bukan, Tuhan mengambilnya lebih awal dari yang aku bayangkan".


"What, are you serious, kau tidak bercanda bukan ?".


"Sudahlah lupakan saja, bukannya kau sangat lapar".


"Hah oh iya lewat sini".


Bagai orang linglung Lucas menatap tak percaya pada Allis. Mereka berjalan menuju mobil mewah Lucas yang terparkir tak jauh dari toko Allis.


"Allis apakah kau serius ?".


"Serius ? tentang apa ?".


"Ethan meninggal".


🌼 Bersambung 🌼


Alhamdulillah bisa up lagi hehe semangat bacanya kakak-kakak terima kasih sudah lalu stay di lapak mimin btw jangan lupa dong kasih like, komen, tekan favorit dan juga VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa follow akun mimin yah semuanya.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨