He'S Back

He'S Back
Episode 125



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagii


"Sean"


"Apakah itu kau Allis ? istriku ? maafkan aku sayang".


"Tidak apa-apa Sean hiduplah dengan baik, bahagia lah bersama dengan wanita pilihan keluargamu, aku pun ikut serta berbahagia untukmu".


"Tidak Allis, tidak-tidak aku akan hidup denganmu lagi membesarkan putra kita".


"Maafkan aku Sean".


"Mengapa Allis ? Apakah kau tidak bisa memaafkan semua kesalahanku ?".


"Tidak Sean, aku sudah memaafkanmu".


"Lalu ayo kembali bersama denganku".


"Tidak bisa Sean".


"Mengapa Allis ?".


"Aku sudah menikah lagi Sean dan lihatlah aku sudah mengandung tujuh bulan".


"Tidak, tidak mungkin Allis".


"Aku kembali hanya untuk mengatakan ini kepadamu Sean".


"Tidak bisa Allis kau tidak bisa meninggalkan ku".


"Selamat tinggal Sean, Ethan sayang ucapakan selamat tinggal pada daddy-mu".


"Selamat tinggal dad".


"Tidak Ethan, putraku, Ethan kau tidak mungkin meninggalkan daddy".


"Sampai jumpa dilain waktu lagi dad".


Allis meninggalkan Sean yang tengah terduduk menatap kepergiannya. Allis menggandeng tangan mungil Ethan sembari mengusap perutnya yang membesar. Dia berjalan mendekati seseorang yang tengah menunggunya di ujung jalan.


"Hey kau, aku akan membunuhmu aku akan membunuhmu".


"Tidak Allis tidak, kembali".


Sean langsung bangun dan duduk diatas ranjangnya, mimpi ? ini mimpi ? yah benar ini adalah mimpi. Untuk sepanjang hidupnya menurutnya ini adalah mimpi terburuk yang pernah ia alami. Ini lebih buruk dari pada bertemu dengan malaikat pencabut nyawa.


"Hey Sean kau tidak apa-apa ? ada apa denganmu ? mengapa kau berteriak seperti itu kencang sekali ?".


"No mom aku tidak apa-apa".


"Apakah kau sakit hmmm ?".


"Tidak".


"Baiklah, mommy akan kembali jika kau merasa tidak enak badan sebaiknya katakan pada mommy".


"Hmm".


Esmeralda mengusap pundak Sean lalu melangkah keluar dari kamar Sean. Sean duduk di tepi ranjang mengusap wajahnya kasar.


"Hari ini tepat dua tahun kalian meninggalkan aku sendiri, dimana kalian ?".* Batin Sean.


Dia bangun kemudian beranjak menuju kamar mandi. Kurang lebih lima belas menit melakukan ritual mandinya dia pun keluar dengan tubuh bagian bawahnya yang terbalut dengan handuk putih. Lalu bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Dia nampak sempurna dengan balutan jas hitam yang begitu mewah. Dengan sepatu pantofel yang mengkilap bersih. Jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya semakin menyempurnakan penampilannya. Dengan beberapa semprotan cairan parfum semakin menambah daya pikatnya.


"Selamat pagi Mr".


"Hmm".


"Mr anda akan melakukan beberapa meeting penting dengan kolega bisnis dari jepang, lalu atasan perusahaan tambang tuan Marco dan juga tuan stevano beliau ingin membahas mengenai kerja sama kita dengan perusahaannya".


"Atur semuanya".


"Baik Mr".


Mobil melintas membelah keramaian jalanan kota. Nampak Sean membuang wajahnya melihat hiruk-piruk jalanan kota. Matanya menangkap sepasang kekasih tengah berboncengan dengan sepeda motor. Mereka nampak bercanda gurau tertawa sembari saling sesekali menatap satu sama lain.


"Sungguh masa yang indah".*Batinnya.


Sampai di perusahaan Sean keluar setelah Andrew membukakan pintu untuknya. Tampak begitu gagah ketika berjalan dengan rahang tegasnya.


"Selamat datang Mr dan selamat pagi".


"Hmm".


"Andrew minta setiap kepala divisi untuk membuat laporan dan aku ingin dalam satu jam kedepan laporan itu sudah ada diatas mejaku".


"Baik Mr".


Sean melanjutkan langkahnya masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan. Andrew nampak mengumpulkan semua kepala divisi dan mengatakan perintah Sean padanya. Semua orang nampak sangat terkejut bahkan begitu kelimpungan.


"Kenapa mendadak sekali ?".


"Satu jam ?".


"Tidak mungkin".


"Lakukan sekarang juga".


Selepas mengatakan itu Andrew segera meninggalkan mereka yang tengah ribut. Dia mana peduli yang jelas dia selalu mendisiplinkan mereka setiap hari. Jadi terserah apa pun yang terjadi kedepannya dia tidak mau tahu mereka harus menerima konsekuensinya.


Mereka segera berlari terbirit-birit melakukan perintah atasan mereka. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan tepat waktunya untuk mengumpulkan semua laporan. Andrew kembali menemui mereka dan mengambil laporan mereka.


"Terima konsekuensi yang akan kalian dapatkan, saya sudah mendisplinkan kalian setiap hari".


"Baik tuan Andrew".


"Bagus, sekarang kembalilah bekerja saya akan kembali untuk meminta kalian semua untuk menghadap kepada Mr".


"Baik tuan Andrew".


Andrew pun kembali menuju ke ruangan Sean. Memberikan Sean sejumlah laporan untuk ia periksa. Sean nampak membuka satu persatu map-map yang bertumpukan di depannya.


"Semuanya sampah, panggil semuanya".


"Baik Mr".


Aura mencekam memenuhi ruangan Sean tak ada yang berani menunjukkan wajahnya. Mereka hanya menunduk dan menunduk. Sean hanya diam saja sembari mengetuk-ngetuk meja.


"Katakan dimana kalian memungut sampah ini ?".


"KATAKAN".


"Mr i-itu kami belum siap".


"Sekarang persiapkan kematian kalian".


"Mr tidak, maafkan kami maafkan kami kami akan mengulanginya lagi, kami akan memperbaikinya".


"Sampah tetaplah sampah bagaimana pun kau menghiasnya faktanya bahwa itu adalah sampah akan tetap sampah".


"Mr k-kami akan memperbaikinya, kami mohon ampuni kami maafkan kami".


"Dalam waktu tiga puluh menit semuanya masih berantakan, angkat kaki kalian dari sini temui Andrew minta pesangon kalian dan enyahlah".


"Baik Mr baik".


Mereka segera pergi meninggalkan Sean yang dengan rasa amarah yang besar. Urat lehernya bahkan tercetak jelas dari balik kulit nya. Sungguh Sean begitu menyeramkan dan juga kejam dirinya bahkan tidak segan-segan memecat karyawannya jika mereka melakukan kesalahan.


Benar-benar dua tahun ini dia menjadi iblis tanpa perasaan. Namun sifat Esmeralda yang lembut ketika memberikannya nasehat membuat ia sedikit mengurangi sifat kerasnya.


"Mr waktunya rapat dengan kolega bisnis anda dari jepang, sebentar lagi mereka sampai di lokasi".


"Hmm".


.


.


.


Sebuah tempat yang khusus di pesan untuk melakukan perayaan ulang tahun, pernikahan dan lainnya. Terlihat tengah sibuk memasang segala macam hiasan di dinding. Balon-balon warna-warni menggantung dengan indah.


Bunga-bunga pun tersusun begitu rapi meja dan kursi berjejer sesuai urutan. Panggung kokoh telah berdiri sejak tadi pagi. Sungguh tempat itu dihias sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang paling indah. Semua persiapan itu dilakukan karena besok adalah hari...


"Iya, besok adalah hari ulang tahunku Sonia".


"Iya iya kau harus datang".


"Dengan kekasihmu, apakah kau mempunyai kekasih ?".


"Hey hey tenang tenang aku bukan ingin menghinamu, lagi pula kita sama sama-sama tidak memiliki kekasih" .


"Kau harus melihat tempat ini sungguh ini sangat keren".


"Humm aku akan memotretnya untukmu, oh iya kenakan pakaianmu yang seksi aku akan mengenalkanmu dengan seseorang".


"Iya, iya maaf hahah aku tidak bermaksud".


"sampai jumpa besok ingat pukul sembilan malam kau harus ingat datang tepat waktu oke".


"Sampai jumpa besok malam".


"Hah perfect sempurna".*Batinnya.


"Nona Agatha coba lihatlah, periksa lagi apakah ada yang membuatmu tidak puas ?".


"Semuanya terlihat sempurna".


"Dan iya makanan yang aku catat disini hidangkan dengan baik".


Pegawai itu menerima lembaran kertas yang diulurkan oleh Agatha. Agatha memberikan cek dengan nominal yang fantastis hanya untuk perayaan ulang tahun. Bahkan pegawai itu membelalakkan matanya melihat banyaknya jumlah nol dibelakang angka itu.


"Ini banyak sekali nona muda".


"Terserah aku tidak peduli, aku puas bahkan sangat puas melihat hasil pekerjaan kalian".


"Namun nona muda ini melebihi dari tarif yang kita miliki".


"Tidak usah kau bisa mencairkannya di bank mana pun, aku akan kembali".


"Terima kasih nona muda terima kasih".


Agatha hanya tersenyum sembari melambai-lambai kecil kepada pegawai tua yang mengusap air matanya penuh haru. Dia langsung kembali ke rumahnya. Tak pernah sekalipun senyuman di bibirnya luntur namun tiba-tiba hatinya teringat akan satu hal yang telah lama hilang.


"Hari ini adalah hari ulang tahunku, mengapa kau belum juga kembali ? dua tahun lamanya kau tidak pernah menghadiri hari ulang tahunku, aku sangat merindukanmu Allis".*Batin Agatha.


"Selamat datang nona muda".


"Tobi apakah kakak sudah kembali ?".


"Beliau tengah bersiap-siap untuk terbang ke jepang nona muda".


"What ? Apa ? dia gila besok adalah hari ulang tahunku mana mungkin dia tidak menghadirinya".


Agatha membuka pintu rumah utama dengan keras. Dirinya berlari kocar-kacir mencari keberadaan Sean. Tujuan utamanya adalah kamar Sean. Dia menggedor-gedor pintu kamar Sean dengan keras.


"Ada apa Agatha ?".


"Hendak kemana kau ?".


"Aku memiliki urusan yang begitu penting, aku harus terbang ke jepang hari ini juga".


"Tidak, tidak kau tidak boleh pergi".


"Besok adalah hari ulang tahunku, apakah kau tidak akan menghadirinya ?".


"Ini benar-benar sangat penting Agatha, aku tidak bisa tidak pergi maafkan aku".


"Terserah, sekarang pergilah semuanya tinggalkan aku sendiri".


"Agatha tunggu".


Pekikan suara Sean memanggil Agatha tak membuat Agatha menghentikan langkahnya. Dia masuk kedalam kamar yang tak jauh dari kamar Sean. Wajahnya begitu merah karena amarah hingga air matanya mendadak keluar tanpa seizin darinya.


Dia begitu sedih karena di hari bahagianya Sean akan menjalankan bisnisnya tanpa menghadiri acara ulang tahunnya. Apakah sepenting itu kah bisnis dan pekerjaan dimata lelaki itu sampai hari bahagia adiknya saja ia tidak peduli.


Ting


Agatha berbaring di ranjang dengan air mata yang mengering. Matanya yang panas perlahan membawanya ke alam mimpi. Namun notifikasi pada handphonenya membuat matanya kembali terbuka dengan sempurna.


"Aku akan datang".


Sebuah pesan singkat itu berhasil membuat kerutan pada dahi paripurna Agatha. Dia tidak melupakan semua temannya, dia telah mengundang semuanya. Sonia bahkan wanita itu yang paling pertama ia undang. Lalu siapa yang mengiriminya pesan singkat dengan nomor asing itu. Agatha tidak mau ambil pusing dia beranjak dari ranjangnya lalu membersihkan diri.


"Hah benar-benar umur dua puluh empat tahun yang menyedihkan".*Batinnya.


🌼 Bersambung 🌼


Hallo semuanya mimin up lagi kakak-kakak readers selamat membaca sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Jangan lupa rutinitasnya setelah membaca yah hehehe tekan tombol like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨