He'S Back

He'S Back
Episode 51



"Kau?" tanya Agneta saat ia turun keluar dari kamar untuk mengambil minum.


"Malam Nyonya," sahut orang yang tak lain adalah Key.


"Panggil Agneta saja," ucap Agneta yang di angguki Key. "Kau sejak tadi di sini?"


"Aku menunggu Dave, dia belum pulang juga dan nomornya tidak bisa di hubungi."


"Memangnya Dave kemana?" tanya Agneta.


"Entahlah, Kay sedang mencarinya."


Agneta sedikit khawatir di dalam hatinya tetapi ia mencoba untuk tidak perduli. "Kalau begitu aku ke dapur dulu," ucapnya yang di angguki Key.


Di dapur Agneta mendengar Key berbicara dengan seseorang melalui sambungan telpon.


"Bagaimana bisa? Dia sudah di sarankan untuk berhenti minum!"


"Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikirnya. Tidak bukan itu, sepertinya aku tau kenapa."


"Dave, kenapa dengannya?" gumam Agneta.


"Dave selalu seperti ini," ucapan itu membuat Agneta menoleh dan ternyata Key sudah berada di hadapannya. "Aku tau, tak seharusnya aku mengatakan hal ini, tetapi aku harap ini bisa membantu dan membuatmu lebih memahami Dave."


Agneta hanya diam melihat Key di depannya. "Sejak kecil Dave hidup dengan pengkhianatan dari orang-orang yang dia sayangi," ucapnya.


"Dulu dia mempercayai Ayahnya, tetapi Ayahnya mengkhianati keluarganya dan berselingkuh dengan seorang perempuan yang di berikan oleh France."


"Yah, Ayah Natalie, Aiden dan Dave, mereka bertiga adalah sahabat baik."


"Dave yang kecewa pada Ayahnya pergi meninggalkan rumah, dan pergi merantau ke Semarang dan melanjutkan sekolah di sana. Dia tinggal di sana bersama dengan Nenek dari Ibunya."


"Lalu dia mendapat kabar kalau kedua orangtuanya meninggal, Dave langsung kembali ke Jakarta dan semuanya telah kacau. Kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan dan Devara kembarannya menghilang entah kemana. Bukan hanya itu, Perusahaan WT juga menjadi milik Ayah Aiden saat itu. Dave di tarik oleh France dan dia yang mendidik Dave dan menyekolahkannya ke Amerika untuk merebut kembali WT dari tangan Ayah Aiden. Ternyata saat dia kembali kesini, Ayah Aiden bukan pemilik WT, karena saham terbesar masih milik Ayah Dave yang di wariskan ke atas nama Dave juga Devara."


Agneta sedikit pusing dan tak memahami ucapan dari Key itu. "Dave mendapat kabar kalau Devara telah menikah dan orangtuanya juga mati karena di bunuh. Dia juga mengetahui pengkhianatan dari keluarga Aiden juga France setelah dia mencoba mencari tahu semuanya. Dan dia kini masih mencari siapa penjahat sebenarnya, karena mereka berdua selalu bersikap baik pada Dave, entah apa yang mereka inginkan dari Dave. Kunci semuanya adalah Devara," ucap Key membuat Agneta kaget mendengarnya.


"Hidup Dave selalu di khianati orang-orang terdekatnya, bahkan keluarganya sendiri. Orang yang sangat dia percaya hanyalah mendiang Neneknya di Semarang. Dave sudah sangat lama hidup sendirian, bahkan Neneknya meninggal saat dia masih kelas 2 SMA."


Agneta tak menyangka kehidupan Dave begitu rumit dan miris. "Kenapa kamu menceritakan semua itu kepadaku?" tanya Agneta saat Key tengah meneguk minumannya.


"Karena kamu orang kedua yang dia percaya setelah Neneknya." Setelah mengatakan itu Key berlalu pergi meninggalkan Agneta yang mematung di tempatnya.


***


Agneta berjalan mondar mandir di dalam kamarnya memikirkan ucapan Key juga Aiden yang saling bersahutan di kepalanya. Ia menjadi simpati pada Dave dan ia yakin Dave bersikap seperti ini karena terlalu sering di khianati dan di manfaatkan bahkan oleh keluarganya sendiri. Dan bahkan Aiden sekarang ingin mengkhianatinya, haruskah dia juga mengkhianati Dave?


Karena kamu orang kedua yang dia percaya setelah Neneknya.


Kata-kata itu seperti alarm di dalam kepalanya. Ia tak bisa membayangkan akan bagaimana kalau dia mengkhianati Dave. Akankah dia hidup tenang dan bahagia?


Lalu Regan, anak itu bahkan sudah menyayangi Dave. Bisakah dia memaafkan Agneta kalau mengetahui dirinya menipu Ayahnya.


***