
Agneta melirik jam kecil di atas meja kerjanya, waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 4 sore hari. Setelah kejadian tadi pagi ia tak bertemu dengan Aiden juga Dave. Entah kemana mereka berdua. Agneta memfokuskan diri dengan pekerjaannya yang menumpuk, kebetulan sekretaris sebelumnya memberikan beberapa note kecil di setiap berkas yang belum di kerjakannya. Pekerjaan sekretaris juga tak serumit dan sesulit pekerjaan dia yang sebelumnya, sehingga Agneta lebih cepat beradaptasi.
Agneta merenggangkan otot tangan dan lehernya, "Cofee hangat sepertinya bisa membantu merilexkan tubuhku."
Ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan Dave. Ia berjalan melewati lorong kantor hingga langkahnya terhenti tepat di samping pintu kaca yang tertulis ruangan wakil CEO. Ada rasa bersalah di dalam hatinya pada Aiden, dia telah mengkhianati Aiden yang begitu baik pada dirinya. Selama 2 tahun ia mengenal Aiden, dan tak pernah sedikitpun Aiden mengacuhkan dirinya dan juga Regan.
"Maafkan aku, Aiden." gumamnya dan melanjutkan langkah kakinya menuju cofee shop yang ada di depan kantor.
Selama perjalanan menuju cofee shop, entah perasaan Agneta saja atau memang benar. Hampir semua karyawan/ karyawati yang berpapasan dan satu lift dengannya terlihat sinis dan berbisik-bisik, bahkan jelas terdengar hinaan dari mereka. Agneta merasa dirinya tak melakukan kesalahan apapun.
Agneta berusaha tak memperdulikan semua itu, yang ia butuhkan saat ini hanya coffee untuk menenangkan dirinya.
Setelah memesan coffee, Agneta kembali ke ruangannya dengan cup coffee di tangannya.
"Agneta,"
Agneta kaget saat Sonya menarik lengannya dan membawanya ke sudut lorong dekat pintu tangga darurat. "Aku mencarimu sejak tadi," ucapnya.
"Ada apa?" tanya Agneta dengan kebingungannya.
"Kamu bertanya ada apa?" pekik Sonya. "Setelah menghilang beberapa hari, lalu datang kembali dengan menggemparkan seisi kantor!"
"Maksud kamu apa? Iya beberapa hari kemari aku ada keperluan."
"Dengan siapa? Aiden mencarimu, bahkan dia terus mendatangi kontrakanmu setiap saat." Agneta terdiam merenung, kembali terpikirkan rasa bersalahnya pada Aiden. "Dan sekarang berita apa ini Agneta? Kau ada hubungan apa sebenarnya dengan pak Davero?"
Agneta mengernyitkan dahinya. "Kamu tau, tadi pagi di ruang rapat, Pak Dave dan Aiden berkelahi karena kamu. Aiden berkata kalau pak Dave sudah merebutmu, sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu terjebak pada dua pria bersaudara itu?" tanya Sonya.
"Dave dan Aiden berkelahi? di ruang rapat?" tanya Agneta.
"Iya, dan gosipnya sudah menyebar kemana-mana, bahkan OG sekalipun sudah tau. Kamu tau, di group para fans pak Davero mengamuk dan memaki kamu sebagai wanita penggoda dan matre, aku bahkan langsung left dari group itu saking tak tahan lagi membaca semua penghinaan untuk kamu. Sekarang kamu menjadi sorotan di kantor," jelas Sonya.
"Apa yang sudah mereka lakukan," keluh Agneta.
"Sebenarnya apa yang terjadi? aku butuh penjelasan darimu, aku yakin semua gosip itu tak benar."
"Ceritanya sangat panjang, Nya."
"Katakan semuanya Neta, dan apa benar kamu sekarang menjadi sekretarisnya pak Davero?" tanya Sonya.
"Ya, aku sekarang menjadi sekretarisnya Dave," ucap Agneta.
"Sejak awal kamu tidak menyukai pak Dave, dan sekarang tiba-tiba kamu dekat dan menjadi sekretarisnya?" tanya Sonya.
"Ini bukan keinginanku Sonya," jawab Agneta.
"Pulang kerja, aku akan menceritakan semuanya. Sekarang aku harus kembali ke ruanganku sebelum Dave kembali ke kantor."
"Ah baiklah," keluh Sonya. "Tetapi janji yah pulang kerja." Agneta menganggukkan kepalanya.
***
"Serius kamu?" pekik Sonya yang di angguki Agneta. Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah coffee shop.
"Aku gak nyangka ternyata ayahnya Regan itu pak Dave, jadi pria brengsek itu pak Dave? pria yang menurutku sangat keren dan tampan, ternyata tak lebih dari seorang iblis yang menyamar menjadi seorang malaikat."
"Begitulah, sekarang aku dan Regan kembali terjebak bersamanya," ucap Agneta. "Maaf Sonya baru sekarang aku menceritakan semuanya, ini terlalu menyakitkan untuk di ungkit kembali. Kedatangan Dave kembali sungguh membuat hidupku dan Regan menjadi tak tenang."
"Apa yang sebenarnya dia inginkan kali ini dari kalian?" tanya Sonya.
"Entahlah."
"Apa mungkin dia ingin menjatuhkan Aiden, dengan merebutmu. Bukankah dia juga memiliki tunangan, siapa sih namanya tuh. Cewek sosialita yang cantik."
Agneta termenung mendengarkan ucapan Sonya, dia melupakan Natalie. Bagaimana hubungan Dave dan Natalie saat ini?
***
Setelah menemani Regan tidur, Agneta memilih berdiri di dalam kamar yang dirinya dan Dave tempati walau mereka tidur terpisah karena di dalam kamar ini memiliki ruangan lain yang kini di jadikan kamar Dave. Tetapi tetap saja, Dave akan memasuki kamarnya dulu untuk menuju ke tempat istirahatnya itu, apalagi pembatasnya hanya pintu geser yang terbuat dari kaca bening hingga kadang Agneta melihat jelas Dave yang terlelap dan kadang sebaliknya.
Agneta membuka jendela kamar lebar-lebar hingga hembusan angin menerpa tubuh dan rambutnya yang melambai-lambai. Dave masih belum pulang dan menghilang sejak tadi pagi, entah kemana dia.
Agneta masih terus memikirkan apa yang Sonya ucapkan. Sebenarnya untuk alasan apa Dave memaksa dirinya untuk menerima pernikahan ini? Apalagi pernikahan mereka di rahasiakan dan juga mereka seperti 2 orang asing yang tinggal satu atap. Agneta sungguh merasa tak nyaman walau terkadang Dave menggodanya. Agneta juga harus mencari tau, apakah Dave masih memiliki hubungan dengan Natalie atau tidak. Ini bukan mengenai seorang istri yang takut di khianati suaminya, tetapi Agneta tidak ingin di manfaatkan lagi dan terjebak di lubang yang sama. Hanya di jadikan pelampiasan nafsu.
Tanpa Agneta sadari, Dave berdiri di belakangnya cukup jauh. Dave memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan mata tajamnya yang tertuju lurus ke Agneta yang masih memunggunginya.
'Apa yang sedang dia pikirkan?' batin Dave.
Agneta tersadar dari lamunannya saat mendengar suara pintu dan saat ia menoleh, ia melihat punggung Dave memasuki kamarnya. Agneta hanya diam memperhatikannya.
***
Yuk ikut PO
langsung chat ke wa 081321079375