He'S Back

He'S Back
Episode 68



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi....


Disinilah Allis, dia berdiri di ambang pintu kamar yang luas, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar yang remang-remang itu.


Sepertinya dia masih bingung apa yang harus dia lakukan. Dalam hati ia sedikit menyesal karena menyetujui untuk membangunkan orang ini. Namun disisi lain dia harus kehilangan kontrak dengan uang yang cukup besar.


Matanya menangkap sosok pria yang sedang tertidur dengan pulas. Dengan menarik nafas panjang Allis melangkahkan kakinya menuju gorden dia menariknya sampai cahaya matahari berhasil menerobos paksa kamar itu.


Allis memutar langkahnya dan berjalan menuju ranjang. Tangannya tergerak untuk menyentuh gundukan dibawah selimut namun ia kembali urungkan.


"Tuan muda macam apa dia, yang benar saja sudah tua begini masih saja dipanggil tuan muda hais orang kaya memang seperti ini melebihkan sesuatu yang tak pantas untuk dilebihkan".


Allis mengoceh pelan sembari berdiri dan menyilangkan tangannya didada. Dibawah selimut pria itu menarik senyum tipis. Padahal ia hanya berpura-pura entah apa tujuannya.


"Apakah disini ada air panas ? Aku ingin sekali menyiram si tuan muda kaya raya ini, dasar pria tua". Omel Allis dengan suara pelan.


Allis perlahan memukul pelan gundukan selimut itu dengan tangannya namun tak kunjung ada pergerakan. Satu, dua sampai tiga kali percobaan namun tak kunjung ada respon. Alis kesal bukan kepalang.


"Rasanya aku ingin mengguyurnya dengan sebaskom air panas". Omel Allis


Ia dengan kesal menarik selimut yang menutupi tubuh pria itu. Dia begitu kaget saat tersadar ternyata pria itu tertidur setengah telanjang. Dengan tangan gemetar ia mengulurkan tangannya dan sedikit menggoyang tubuh pria yang setengah telanjang itu sembari berkata.


"Tuan muda ayo bangunlah kita harus rapat, saya tak ingin kontrak kerja kita putus begitu saja dan saya harus membayar banyak kerugian".


Baru saja tangan Allis akan menyentuh lagi gundukan itu namun tiba-tiba tangannya ditarik. Tubuhnya terjatuh menimpa tubuh pria yang sedang tertidur itu. Allis terjingkat dia berusaha menarik dirinya namun lingkaran tangan pada pinggangnya semakin erat.


"Kau mau kemana ?".


"Kau maksudku tuan muda Sean jangan seperti ini, ini sangatlah tidak pantas".


"Benarkah ?".


Pria itu dengan iseng meniup wajah Allis lalu beralih meniup leher Allis. Tubuh Allis menegang selama ini tubuhnya tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu.


"See, tubuhmu merespon sentuhanku aku sudah mengatakan bahwa kau tak lebih dari zat cair dan aku adalah zat padatnya yang dimana kau akan selalu mengisi zat padat layaknya air yang mengisi sebuah aquarium".


"C-cukup tuan muda".


Dengan sekuat tenaga Allis melepaskan dirinya dari pelukan erat seorang Sean yang bertubuh tegap nan kekar. Sean bukannya terbangun dari tidurnya ia malah memiringkan tubuhnya lalu menumpu kepalanya dengan satu tangan. Ohh **** ini pemandangan langka yang tak pernah ada seorang pun yang melihatnya.


Allis terpaku sejenak menatap pria itu dengan tatapan kagum. Bibirnya pun kelu tak dapat menyiratkan kata apa yang pantas untuk pria itu selain kata sempurna. Sean tersenyum miring entah manusia mana yang bisa berpaling dari pesonanya.


"Lihat air liur-mu menetes".


Dengan bodohnya Allis ia mengangkat tangannya lalu mengusap bibirnya. Seketika tawa Sean pecah begitu saja, Allis tersadar bahwa ia telah dibohongi oleh Sean. Pipinya merah menahan malu karena tingkah bodohnya.


"Hey tuan dengarkan kita tak cukup dekat, ini sangatlah tidak pantas saya bukanlah asisten pribadimu melainkan saya adalah rekan kerjamu tuan".


"Oh benarkah ? apakah kita harus lebih dekat lagi ?".


"B-bukan, bukan seperti itu ah yang jelas kita hanya sebatas rekan".


"Tuan muda pasti sedang bermimpi ayo bangunlah tuan muda ini sudah siang jika tidak rezeki tuan muda akan dipatok ayam".


"Keluar !!!".


Suara Sean menggema di dalam kamar suaranya sampai membuat Allis ketakutan dan lari terbirit-birit lalu dengan segera menutup pintu. Sean terduduk di pinggir ranjang dengan menunduk menatap lantai kamarnya. Pikirannya berkecamuk matanya beralih menatap berkas-berkas yang ada diatas meja disamping ranjang.


.


.


.


"Bibi pstt bibi".


Allis berdiri di tangga karena ia tak enak menggunakan lift. Maid paruh baya yang sedang mengelap pegangan tangga sontak menoleh kebelakang. Sejenak ia berpikir dari mana Allis datang namun semburat senyuman mendadak terbit di bibirnya karena ia dapat mencium aroma khas tuan mudanya.


"Saya nyonya".


"Kemarilah".


"Nyonya, kau membutuhkan apa biar saya bantu".


"Suttt diamlah duduk denganku, aku sendirian dan kesepian".


Allis menarik tangan maid itu agar duduk didekatnya di anak tangga. Maid itu terpaku melihat tingkah Allis karena Allis tiba-tiba menyenderkan kepalanya dipundak maid.


"Nyonya ada masalah dengan tuan muda, mohon maaf nyonya jika saya sedikit lancang".


"Ahh sangatlah lelah bi, bekerja benar-benar menguras tenagaku bi".


Entah dorongan dari mana maid itu mengusap lembut pucuk kepala Allis. Rasanya ia begitu dekat dengan Allis padahal ini adalah pertemuan pertama mereka. Allis pun begitu ia merasa sangat nyaman.


"Kau tahu bibi juga memiliki seorang putri cantik sepertimu".


"Benarkah ?".


"Benar, namun dia tengah menjalani pendidikannya di perguruan tinggi, kau tahu di desa bibi kami selalu menjadi bahan perbincangan mereka".


"Mengapa bi ?".


"Karena putri bibi melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi"


"Lalu mengapa ? Apa yang salah toh mereka tidak membiayai kehidupan bibi ?".


"Itu benar nak namun kata mereka mengapa harus memberikan anak perempuan bersekolah tinggi-tinggi jika pada ujungnya mereka akan menikah dan tunduk pada suami".


"Memangnya mengapa wanita bersekolah tinggi-tinggi, apakah hanya laki-laki saja yang boleh bersekolah tinggi-tinggi, justru seharusnya wanita juga dalam hal pendidikan harus mengimbangi pendidikan laki-laki supaya tidak di permainankan oleh para laki-laki".


"Pandangan kau sangat baik".


"Mereka hanya iri bi biarkan saja".


"Pembicaraan yang hangat".


🌼 Bersambung 🌼


Allo guys udah lama banget yah nggak up hehehe author lagi sangat sibuk banget jadi tolong dimaklumi yah guys ya btw selesai baca jangan lupa untuk kasih like, komen apa pun itu selagi positif author pasti menerimanya dan jangan lupa berikan VOTE sebanyak-banyaknya yah


dan jangan lupa klik profil author kemudian follow akun mangatoon author.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨