He'S Back

He'S Back
Episode 123



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagii....


Potongan-potongan jari jemari Lucas satu persatu mulai berjatuhan. Hingga jari ke sepuluh sontak membuat Lucas tumbang jatuh pingsan luruh luntah ke lantai. Dia sepertinya benar-benar tak sanggup menahan sakit ketika jarinya di potong-potong oleh Sean.


"Masukkan tubuhnya ke kandang Leon tunggu dia sandarkan diri kemudian masukkan Leon".


"Baik Mr".


Sepuluh menit berlalu nampak Lucas melenguh tersadar dari pingsannya. Dia nampak terkejut mendapati dirinya berada didalam sebuah kandang besar.


"SEAN TEMPAT APA INI ?".


"Kau sudah bangun, hah sangat melelahkan menunggumu".


"Bagaimana istirahatmu Lucas ? kau tahu aku tidak pernah memintamu untuk beristirahat jadi aku akan menghukummu".


"Lepaskan aku, aku tidak ingin dihukum arghhh jariku sakit sekali".


Lucas kembali menatap jarinya yang sudah putus. Yang tertinggal hanya telapak tangannya saja. Lucas semakin histeris memberontak minta untuk dilepaskan.


"Oh iya kau tidak ingin dihukum ? lalu bagaimana dengan istriku ketika berteriak meminta untuk kau lepaskan ? apakah kau mendengarkannya ? tidak, jadi terima lah hukumanmu, hukum karma akan terus berjalan dibelakangmu Lucas".


"Bawa Leon dan Deon kemari Andrew".


"Apa lagi ini ?".*Batin Lucas


Auman mengerikan memenuhi ruangan nampak dua ekor singa besar masuk bersama dengan Andrew yang memegang tali kekangnya. Tatapan singa itu begitu mengerikan dengan suara nafas mereka yang terdengar menyeramkan.


"Katakan hallo pada teman barumu Lucas".


"K-kau mau apa Sean ? kau akan melakukan apa Sean ?".


"Tidak, aku hanya ingin memperkenalkanmu dengan teman barumu aku begitu baik bukan karena mencarikanmu teman".


"A-aku aku tidak membutuhkannya, enyahlah keluarkan singa itu dari sini".


"Lepaskan talinya Andrew biarkan mereka berkenalan".


"Tidak Sean kau tidak akan melakukannya kan ?".


"Tentu saja aku akan melakukannya, kau ini tidak tahu bersyukur aku sudah mencarikanmu teman".


"Aku tidak mau, aku tidak mau lepaskan aku lepaskan aku".


"Leon, Deon sapalah teman barumu".


"Tidak Sean tidak".


Andrew melepaskan tali yang melilit pada leher kedua singa besar itu. Sesuai perintah tuannya singa itu mendekati Lucas yang berada didalam kandang besi yang besar. Saat mencium bau amisnya darah kedua singa itu tidak terkendali. Mereka bahkan berlari mendekati kandang lalu menubruk kandang itu.


"Arghhh tolong, tolong aku ku mohon tolong keluarkan aku dari kandang ini"


"Ck ck Leon itu bukan cara yang bagus untuk menyapa teman barumu, kelilingi kandang itu baru kau bisa bermain dengannya, lakukan sesuai dengan apa yang aku katakan Leon".


Bak kerbau yang di cucuk hidungnya kedua singa itu berjalan mengitari kandang itu. Mereka berjalan beriringan satu sama lain Lucas bahkan berlari kesana-kemari berlawanan arah dengan arah singa itu berjalan.


"Bagus kau melakukannya dengan baik Leon, sekarang kau boleh bermain dengannya".


Brughh


BRAKKK


Brughh


Rawrr Rawrrr Rawrrr


Kedua singa itu tak henti-hentinya menubruk kandang itu. Bahkan mengaum ketika Lucas mulai menghindari cakarannya. Lucas dirundung ketakutan yang teramat besar. Bahkan rasa sakit pada tangannya tak terasa kini terkalahkan dengan rasa takut pada kedua ekor singa.


"ARGHHH SAKIT SEKALI".


Salah satu dari singa itu berhasil mencakar punggung Lucas sehingga membuat baju yang Lucas kenakan terkoyak. Sean dan Jhon bersorak gembira mereka bahkan bertepuk tangan.


"Bagus bagus Leon kau membuatnya sangat bahagia".


"SEAN HENTIKAN INI, KU MOHON AMPUNI AKU".


"Hadapi mereka terlebih dahulu jika kau menang kau akan bisa menghadapi aku".


"Tidak, tidak aku tidak ingin menghadapi kedua binatang buas ini keluarkan aku".


Singa itu semakin gencar memburu Lucas karena luka Lucas semakin banyak mengeluarkan darah. Bau darah itu benar-benar membangkitkan sifat pemburu sang singa. Lucas semakin menggila dia semakin berusaha menyelamatkan dirinya dengan berlari dari sudut ke sudut.


"Leon hentikan kemari".


Benar-benar ajaib saat mendengar ucapan Sean yang meminta untuk berhenti kedua singa itu menghentikan pemburuannya. Mereka bahkan berlari mendekati Sean ketika Sean mengulurkan tangannya.


"Jadilah anak baik Leon Deon".


Mereka berdua berdiri dengan gagah di depan Sean. Sungguh Sean seperti Fir'aun pada masanya diapit oleh singa dikedua sisinya.


"Kau sungguh kejam Sean, sialan jika kau tidak selalu menang dariku maka dendam ini tidak akan pernah ada didalam diriku".


"Aku tidak pernah merasa menyangimu Lucas kau yang selalu merasa tersaingi".


"Tidak Sean, kaulah yang selalu mengibarkan bendera peperangan antara kita semenjak dulu".


"Lalu mengapa kau menggagalkan penyeludupan senjata dan berbagai barang daganganku malam itu Sean bahkan kau sampai menghancurkannya ?".


"Itu salahmu Lucas, kau yang mencuri senjataku dariku bahkan sampai memasarkannya di pasar gelap ku".


"Bagaimana kau mengetahuinya ?".


"Aku bahkan tahu kapan kau akan tiada Lucas".


"Katakan kepadaku bagaimana kau menyakiti istriku ? bahkan bagaimana kau bisa begitu mencintai istriku ?".


"Dia berbeda Sean, dia cantik dan juga seksi aku sangat menyukainya dan menyakitinya ? bagaimana aku tidak menyakitinya disaat aku melihatnya teriakan Jessie selalu terngiang ditelingaku".


"Bahkan kau dengan kejam membunuh adikku, dia hanya ingin dirimu Sean dia sangat mencintaimu".


"Bualan apa lagi yang kau katakan Lucas cihhh cinta ? tidak, adikmu hanya ingin kekuasaan dan juga ketenaran dan harta bukan cinta".


"Dia tidak akan mati jika saja dia menerima fakta, dan tidak menyakiti orang-orang terdekatku terutama istri dan anakku".


"Kau orang yang membuat sopir istriku dan putraku kecelakaan bukan ? apakah putraku tidak memberikan kau untuk mendekati ibunya ?".


"Benar, sungguh aku sangat kesal dengan anak kecil keparat sialan itu maka dari itu aku membunuhnya".


"Lalu sebelum itu kau adalah orang yang merudapaksa asisten istriku bukan ?".


"Dia telah berani mempermalukanku maka dari itu aku juga memberikannya luka yang sama denganku".


"MATILAH KAU KEPARAT SIALAN BAHKAN DENGAN KEMATIANMU TIDAK AKAN MAMPU MENEBUS SEMUA DOSA-DOSA YANG KAU PERBUAT LUCAS".


"ANDREW MASUKKAN LEON KEDALAM KANDANG ITU BERSAMA DENGAN LUCAS".


"Baik Mr".


Andrew mengusap kepala salah satu singa yang bernama Leon. Dia pun membimbing singa itu ke depan kandang lalu memasukkannya kedalam. Sontak Lucas meringkuk di salah satu sudut kandang menatap mata singa itu yang tengah menatapnya juga dengan lapar.


"Ohh God bantu aku".


Rawrr


Aum**an singa semakin membuat Lucas takut bukan kepalang dirinya berlari kesana-kemari. Kandang yang besar membuat Lucas** dengan puas berlari dan berlari. Namun faktanya dia tidak mungkin selamat dibawah naungan singa jantan itu.


"Lawan dia Lucas seperti Allis melawan orangmu".


"Tidak, aku tidak bisa lepaskan saja aku, kau gila memintaku untuk melawan hewan buas ini".


"Leon serang dia, ajak dia bermain denganmu,".


Singa itu pun segera menggapai Lucas dengan menggunakan tangannya. Lucas berhasil menghindar dia berlari ke sudut yang lain. Lagi singa itu terus mendekatinya dan melakukan hal yang sama kepadanya.


Dia berhasil lagi mencakar kaki Lucas yang melepuh. Darah segar pun mengalir semakin membuat singa itu menjadi ganas. Lucas berlari sembari menyeret kakinya namun apalah daya.


Leon menerjang tubuhnya Lucas ambruk dengan singa itu berada diatas tubuhnya. Leon menggigit wajah Lucas dengan ganas. Mencabik-cabik tubuh Lucas dengan kuku tajamnya. Bahkan ia menyobek bahu Lucas menggunakan gigi taringnya yang tajam.


"Hentikan Leon, Andrew kendalikan Leon".


"Leon Leon hentikan keluarlah".


Leon keluar dari kandang dengan mulutnya yang belepotan oleh darah. Tubuh Lucas benar-benar dilumuri oleh cairan merah kental itu. Akankah nyawa Lucas telah meninggalkan tubuh Lucas.


"Tak ada pergerakan Mr".


"Periksa".


"Baik Mr".


Andrew melihat tubuh Lucas yang dipenuhi oleh luka baik bekas cakaran, bekas cambukan dan bekas pukulan. Wajah Lucas dipenuhi oleh luka bekas cakaran Leon. Baju yang sobek dengan luka menganga baru kali ini Andrew bergidik ngeri menatap pemandangan di depannya. Tubuh bagian bawah yang melepuh dengan bekas cakaran yang dalam. Lucas terdeteksi telah kehilangan nyawanya setelah Andrew memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangan dan juga lehernya.


Tidak mungkin ada manusia yang selamat dengan sejuta luka di sekujur tubuhnya. Andrew kembali keluar untuk melaporkan bahwa Lucas telah mati. Bagi siapapun yang melihatnya mungkin akan merasa mual bahkan langsung muntah detik itu juga ketika melihat kondisi jasad Lucas.


"Mengapa nyawanya cepat sekali habis hais aku belum puas".


"Daddy kau akan kembali ?".


Sean bertanya kepada Jhon ketika melihat Jhon beranjak dari kursinya. Tak sedikitpun rada iba dan juga rasa untuk memaafkan Jhon hanya melihat dingin pada saat-saat penyiksaan Lucas. Itulah sifat mengerikan yang ada pada keturunan Smith. Tidak memiliki rasa iba dan juga pengampunan untuk orang yang dengan beraninya mencelakai anggota keluarga mereka.


"Pegangi jasadnya bantu untuk berdiri dan kalian menunduk".


"Baik Mr"


Sean menarik sebuah pistol pada kantong jasnya. Pistol Glock 31 yang memang selalu ia bawa kemanapun. Untuk melindungi dirinya dari serangan jarak jauh maupun jarak dekat.


"Ini untuk kedua mata yang dengan berani bahkan dengan lancangnya menatap wajah dan juga tubuh istriku".


**Dor**


**Dor**.


🌼 Bersambung 🌼


Hallo semuanya up lagi kakak-kakak readers selamat membaca semuanya btw sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Btw selepas membaca jangan lupa untuk klik like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨