He'S Back

He'S Back
Episode 40



Agneta masih diam termenung di dalam kubikelnya memikirkan ucapan Dave kemarin dan mengenai Ibu Aiden. Ia masih tak menyangka kalau Ibu Aiden sekejam itu. Semuaya hanya karena harta, sungguh ironi sekali.


Bip bip


Agneta membuka handphone nya saat ada pesan masuk, itu dari Aiden, Agneta membuka pesan itu dan membacanya.


Aiden : Kamu dimana Neta? Aku mencarimu sejak tadi. Aku tunggu di parkiran basement, kita makan siang bersama.


Agneta kembali memikirkan mengenai pernikahan mereka yang sudah sangat dekat. Dirinya harus segera memutuskan, demi Regan. Dia tidak bisa mempertaruhkan Regan. Tetapi sungguh Agneta tidak mempercayai Dave. Agneta dalam dilema besar saat ini. Antara keluar dari lubang buaya dan masuk ke lubang singa. Mereka semua sungguh berbahaya, andai bisa memilih. Agneta lebih ingin memilih hidup berdua dengan Regan. Agneta merasa dirinya mampu untuk membahagiakan Regan tanpa Dave maupun Aiden.


Agneta mengela nafasnya dan beranjak dari duduknya menuju ke tempat Aiden berada.


Ting


Lift yang di gunakan Agneta sudah terbuka dan sampai di basement parkiran para petinggi kantor. Ia berjalan menuju mobil Aiden, hingga langkahnya terhenti pada salah satu mobil sport yang mahal. Ia melihat Natalie baru saja menuruni mobil diikuti Dave. Mereka bertiga terhenti di tempat dan mematung. Dave tampak acuh, sedangkan Agneta menatapnya dengan penuh kecurigaan. Baru kemarin pria itu mengajaknya menikah dan sekarang dia terang-terangan jalan bersama mantan tunangannya, atau mungkin masih berstatus tunangannya.


"Hai Agneta," sapa Natalie dengan senyuman manisnya. Agneta hanya mengangguk kecil sebagai penghormatan dan berlalu pergi dengan perasaan tak menentu menuju ke mobil milik Aiden.


"Kau lama sekali," seru Aiden saat Agneta menaiki mobilnya dan duduk di kursi penumpang.


"Ada sedikit pekerjaan," ucap Agneta tak menoleh ke arah Aiden.


Aiden melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu tanpa ada yang membuka suara sedikitpun.


"Kamu kenapa? Sejak kemarin hanya diam dan terus menghindariku. Bagaimana perkembangan Regan? Anak buahku masih mencoba melacak keberadaannya."


"Aku sedikit sibuk."


"Kamu menghindariku, Agneta."


Agneta menoleh ke arah Aiden dengan kernyitan di dahinya. "Sekarang kamu tertutup padaku dan kamu selalu melakukan sesuatu sesuai kehendakmu tanpa memberitahuku dulu."


"Aiden, tolong jangan memaksaku."


"Kenapa? Apa kini Dave mempengaruhimu?" tanya Aiden.


"Tidak," jawab Agneta. Dia sungguh pusing karena masalah ini, keinginannya hanya kecil yaitu bersama dengan Regan, tetapi kenapa banyak sekali penghalangnya.


"Aku sudah memutuskan dan mempercepat acara pernikahan kita. Setelah Regan ketemu, kita langsung menikah."


"APA?" pekik Agneta.


"Aiden kenapa cepat sekali? Aku bahkan belum membicarakan ini dengan Regan."


"Lalu selama ini kemana saja, Agneta? Aku merasa kamu selalu memikirkan hal lain daripada hubungan kita!" bentak Aiden membuat Agneta terlonjak kaget.


Aiden menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menoleh ke arah Agneta. "Kamu pikir aku gak tau kalau selama ini kamu diam-diam berdekatan dengan Dave, bahkan kamu ke penthouse nya kemarin! Kenapa Agneta? Apa cintamu pada Dave kembali tumbuh!" Agneta tak pernah melihat kemarahan dari Aiden dan kali ini dia melihatnya. Aiden sangatlah marah.


"Dan aku juga mengetahui kalau Regan bersama Dave, dia bukan di culik. Tapi dia memang mengambil alih Regan dan kamu diam saja selama ini!"


"Kenapa Agneta? Apa aku sudah tak berarti lagi untukmu?" tanya Aiden dengan tatapan terlukanya.


"Aiden-"


"Kamu membohongiku dan menyembunyikan semua hal ini dariku. Pertama kenyataan bahwa Dave adalah Ayah kandung Regan, dan kedua mengenai keberadaan Regan yang kini tinggal bersama Dave."


Agneta melihat Aiden sungguh frustasi, matanya memerah menahan emosinya.


"Apa aku tak bisa kamu percaya?"


"Aiden, aku hanya tidak ingin terlalu banyak membebanimu." Agneta akhirnya membuka suara.


"Membebaniku?" tanyanya mencengkram kedua bahu Agneta.


"Kita akan menikah, aku akan menjadi suamimu dan juga calon Ayah dari Regan. Apa kamu masih memberi batasan di antara kita?"


"Agneta aku tulus mencintai kamu, dan aku bersungguh-sungguh ingin membahagiakan kamu dan Regan. Tidakkah kamu mempercayaiku?" bentak Aiden membuat Agneta menundukkan kepalanya. Ia tak mampu berbuat apapun.


Melihat Agneta yang hanya menundukkan kepalanya, Aiden hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar dan berpaling ke posisi duduknya semula dan menatap nyalang ke depan.


"Sebaiknya kita mencari makan," ucapnya kembali menjalankan mobilnya.


***


Dave terdiam di dalam ruangannya, sebelah tangannya masuk ke saku celana. Tatapan tajam penuh intimidasi menatap lurus ke depan seakan cahaya matahari tak membuatnya gentar.


Terlalu banyak hal yang dia pikirkan. Bahkan penyerahan posisi presdir di perusahaanpun seakan mempermainkannya. Pengangkatan dirinya di tangguhkan sebelum Dave menikahi Natalie. Kenyataan yang membuat Dave muak. Dia benci terus di kendalikan orang-orang. Bahkan dia tidak tau siapa musuhnya yang sebenarnya. Orang yang menghancurkan keluarganya dan kehidupan bahagianya.


***