
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
"Pernikahan kalian akan dilaksanakan bulan depan".
"Hmm".
"Apakah kau siap ?".
"Hmm".
"Jawablah dengan benar pertanyaan dari Daddy kau ini ham hem ham hem".
"Terserah".
"Lebih cepat lebih baik".
"Terserah".
Sean bangkit dari duduknya dirinya enggan melihat sang Daddy yang memanggilnya. Ia malas sekali berkeliling membeli cincin untuk pernikahannya bulan depan.
"Mr".
"Sejak kapan kau disini ?".
"Baru saja sampai Mr nyonya besar meminta saya untuk memberitahu kepada Mr dan tuan besar bahwa sarapan sudah siap".
"Hmm".
"Mr tuan besar ?".
"Didalam".
Andrew kemudiaan mengetuk pintu dan Jhon pun keluar. Andrew memberitahu bahwa sarapan sudah siap. Jhon tersenyum dia pun menepuk pundak Andrew lalu berjalan diikuti oleh Sean dan juga Andrew.
"Sayang".
Jhon memanggil entah siapa namun kedua wanita kesayangannya menoleh secara bersamaan. Esmeralda menaikkan bibirnya mencibir dengan tatapan yang disipitkan.
"Daddy mengapa seperti artis Hollywood berteriak-teriak lalu berlari-lari cihh menggelikan sekali"
Cibir Agatha Jhon hanya terkekeh geli mendengar celotehan Agatha. Agatha menatap garang Andrew yang sedang mencuri pandang darinya. Si empu yang ditatap gelagapan bukan main buru-buru ia mengalihkan pandangan matanya kearah lain.
"Ada apa dengan putri kecil Daddy mengapa wajahnya sangat masam hmm ?".
Jhon menarik Agatha yang duduk di bangku ke pangkuannya. Agatha membiarkan Daddy-nya mencium pipinya dengan gemas.
"Ada apa dengannya tak biasanya dia seperti ini sayang ?".
"Tadi seb-".
"Mommy diamlah moodku sedang tidak baik".
Jhon menatap Agatha dengan bingung tak pernah sekalipun Agatha seberani ini kepada sang mommy. Esmeralda juga tak balik marah malah ia tersenyum penuh arti.
"Hey are you oke honey ?".
"Aku baik-baik saja Jhon".
"Turunkan suaramu saat kau berbicara dengan yang lebih tua Agatha".
Kali ini suara bariton milik Sean berhasil menyita perhatian Agatha. Agatha memajukan bibirnya sampai membuat Sean menghela nafas karena tingkah kekanak-kanakan adiknya yang tak kunjung mereda.
"Simpan kembali bibirmu bahkan aku bisa mengepangnya jika kau memajukannya sepanjang itu".
"Kakak kau hais dasar pria tua selalu saja merusak mood pagiku".
.
.
.
Allis menatap kosong lembaran-lembaran kertas di depannya. Pikirannya menerawang jauh menelusuri kejadian yang sempat ia alami beberapa hari terakhir. Ia menghembuskan nafasnya pelan.
"Aku tidak ingin bekerja, aku lelah ingin beristirahat".* Batin Allis
Sebenarnya bukan tubuhnya yang ekkah namun hati dan pikiran. Allis meletakan pena yang sempat ia pegang tadi. Kertasnya pun masih bersih tanpa goresan sedikitpun. Tangannya meraih gagang telepon untuk menghubungi sekretarisnya Sonia.
"Nia tolong kosongkan jadwalku hari ini".
"Terima kasih".
Allis meletakan telepon pada tempatnya dia beralih meraih benda pipih kecil lalu menghubungi seseorang.
"Hallo Agatha apakah kau bisa datang".
"Tentu aku akan menunggumu disini".
.
"Apakah kau melihat wajahnya ?".
"Tubuhnya ?".
"Bisa-bisanya kau hanya diam saat di cium seperti itu ?".
"Tidak, lalu aku harus apa Agatha ? Memberontak ? Sudah aku sudah melakukannya".
"Siapa yang memintamu untuk memberontak lingkarkan tanganmu pada lehernya lalu balas ciumannya".
"Hey kau dasar gadis mesum".
"Kau setujukan Sonia denganku"
"Tidak".
"Haish kalian ini namanya menolak ikan yang sudah diberikan secara gratis tahu tidak".
"Tapi ikannya tidak jelas".
Allis kelas karena tanggapan Agatha, rupanya Agatha tak sepolos itu pikirnya. Setelah lama berbincang mereka akhirnya memutuskan untuk memesan makanan dan makan siang bersama di ruangan Allis. Selepas itu Agatha berpamitan untuk pulang karena dia akan menemani sang mommy untuk berbelanja.
"Mrs sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa nona muda keluarga Jackson memaksa untuk bertemu hari ini".
"Astaga bukannya aku sudah memintamu untuk mencancel semuanya tanpa terkecuali".
"Benar Mrs namun katanya ia akan datang apa pun yang terjadi".
"Aah baiklah kapan dia akan datang".
"Sekitar sepuluh menit lagi".
Allis memijat pangkal hidung mancungnya. Memejamkan mata sembari mengingat wajah menjengkelkan dan tengil customer satu ini.
"Sudah tunggulah mereka di depan".
Allis berkata dengan lemah padahal rencananya ia hari ini tidak ingin bekerja. Benar sekitar sepuluh menit berlalu Sonia masuk dengan tamunya nona muda keluarga Jackson, Jessie.
"Hallo selamat siang".
Allis berucap ramah sembari bibirnya melukiskan senyuman termanis yang ia punya.
"Masih sama saja sama-sama lusuh dan kotor dan juga buruk".
Komentar pedas yang keluar dari mulut Jessie membangkitkan aura kegelapan dalam diri Allis. Rasanya Allis ingin sekali mencakar wajah badut Jessie. Allis menampilkan senyuman paksa dan berdiri kemudian mempersilahkan Jessie untuk duduk.
"Aah panas sekali".
"Tolong Nia suhu ac-nya dinaikkan sampai barang-barang disini membeku".
"Baik Mrs".
Jessie membulatkan matanya tak percaya akan perkataan Allis yang akan menaikkan suhu ruangan. Dia hanya suka bicara ia mulai sadar bahwa Allis adalah sosok wanita yang tak bisa ia olok-olok lagi.
"Apa yang membawa nona muda keluarga Jackson datang kemari ?".
"Bulan depan aku akan menikah buatkan cincin pernikahanku".
"Secepat ini dan anda baru memesannya ?".
"Memangnya kenapa kau tak mampu dasar tidak memiliki bakat".
"Hahah sangat susah berbicara dengan putri orang kaya seperti nona muda ini walaupun tidak ada bakat uangnya akan tetap mengalir".
"kau!!!".
"Ahh jadi seperti apa cincin yang nona muda ini inginkan untuk pernikahannya".
"Aku ingin....".
Jessie mengatakan desain cincin yang ia inginkan untuk pernikahannya bulan depan. Cincin mewah nan elegan dengan butiran-butiran berlian kecil-kecil yang mengelilingi lingkarannya. Serta bertuliskan nama mereka masing-masing pada Lingkaran dalam cincin.
"Nama anda Jessie Andrews Jackson dan suami anda ?".
"Sean, Sean Kingston Smith".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo semuanya terima kasih sudah setia menunggu Mimin buat up. Btw semangat menjalani puasa semuanya sambil nunggu bukber maraton novel Mimin yang kau dong _Si cowok Cuek Itu Milikku_ jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya.
***SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1444H.
Terima kasih***.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨