He'S Back

He'S Back
Episode 101



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi....


"Jadi ayo katakan apa yang terjadi ?".


"Allis kau tak ingin menjelaskan apa pun ?".


Selepas resepsi Allis langsung diboyong pulang ke rumah besar Jhon. Walaupun duduknya berdempetan Agatha tak sekalipun menyapa Allis hingga mereka sampai di rumah. Hingga disinilah mereka bertiga di kamar Agatha.


"Agatha hey dengarkan aku Sonia".


"Tidak usah banyak drama ayo jelaskan saja".


"Aku juga tidak tahu Agatha Sonia semuanya terjadi secara tiba-tiba saja".


"Tidak usah banyak alasan".


Allis menghembuskan napasnya pelan menyesal sekali karena ia tak mengatakannya sejak awal. Dia menggaruk kepalanya bingung harus dari mana ia menjelaskannya.


"Jadi begini".


Allis pun menceritakan semuanya dari sms yang ia terima sampai saat ini. Agatha syok ia tak menyangka bahwa kakaknya bisa menjadi seegois ini. Sonia sangat terkejut karena munculnya Ethan secara tiba-tiba.


"Seperti itulah kenyataannya aku tidak mau memberi Ethan kepadanya meskipun dia adalah ayahnya, aku tidak rela Agatha maafkan aku karena tidak mempercayai kakakmu".


"Tidak apa-apa Allis jika aku menjadi kau aku juga akan melakukan hal yang sama".


"Terima kasih".


"Tidak apa-apa kakak ipar".


"Hey mengapa memanggilku seperti itu ?".


"Kau memang kakak iparku".


Mereka tertawa bersamaan hingga suara pintu terbuka membuat mereka menoleh secara bersamaan. Nampak Sean dengan wajah datarnya berdiri di ambang pintu.


"Dimana istriku ?".


"Aaaa romantisnya pria tua itu memanggilmu istrinya".


Agatha berteriak histeris mendengar panggilan Sean kepada Allis. Ia bahkan jingkrak-jingkrak penuh rasa gembira.


"Hey berhentilah membuat aku malu Agatha".


Bisik Allis dengan sangat amat kesal ia sangat malu. Bahkan wajahnya saat ini memerah seperti kepiting rebus. Tangannya menarik tangan Agatha supaya kembali duduk.


"Ada apa kau mencariku tuan muda ?".


"Hey panggilan macam apa itu Allis, kakakku menyembutmu dengan panggilan romantis kau memanggilnya tuan muda akhh tidak romantis sekali kau ini".


"Lalu aku harus memanggilnya apa lagi ?".


"Sayang begitu iya kan Agatha".


Goda Sonia.


"Benar katamu atau my hubby itu romantis dan lucu".


"Aah omong kosong apa yang kalian bicarakan Agatha Sonia".


"Mommy menunggumu di bawah".


"Kami tidak dipanggil kak ?".


"Tidak, kata mommy dia hanya memanggil menantunya saja bukan anak buangan seperti kau".


"Hey sialan, lihat Sonia dulu itu dia sangat menyayangiku sekarang saat menikah dia tidak menyayangiku lagi, dasar manusia tidak tahu terima kasih".


"Sudahlah Agatha, baiklah aku akan datang lagi nanti kita akan tidur bersama".


"Oke Allis kita akan tidur bertiga".


"Hey aku ingin pulang, mengapa aku harus tetap disini ?".


"Kau harus mau menginap di rumahku Sonia siapa tahu kau betah disini dan menjadi teman sekamarku".


"Aku punya pekerjaan Agatha aku tidak bisa meninggalkannya".


"Ingat Sonia jangan katakan ini pada siapapun".


"Siap nyonya Smith".


"Hey hentikan jangan mengejekku".


"Istriku ?".


"Iya iya dasar tidak sabaran".


Allis keluar dari kamar Agatha ia melangkah mendekati lift namun Sean secepat kilat mencegah tangan Allis yang akan memencet tombol lift.


"Lewat tangga".


"Hey aku tahu niat busukmu itu tuan muda, kau pasti akan mendorongku kan ngaku saja".


Cetakk


"Aduhh kau selalu saja menyentilku".


"Kepalamu ini apakah tidak bisa berpikir positif ? atau memikirkan hal yang positif ?".


"Liftnya sedang di perbaiki".


"Ohh jika begitu mengapa kau tidak mengatakannya ?".


"Aku sudah mengatakannya tapi otak kau saja yang selalu berpikir negatif".


"Oh iya tuan muda malam ini dan malam seterusnya aku akan tidur bersama dengan Agatha".


"Iya iya terserah kau saja, sebaiknya minta uang belanja pada Agatha juga".


"Aku tidak butuh uangmu, aku punya uang sendiri".


"Jika kau berani keluar dari kamar kita, bersiaplah untuk tidak bisa berjalan sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu, kau paham ?".


"Hey jangan coba-coba untuk mengancam ku ck ck kau pikir siapa dirimu ?".


"Aku suamimu sekarang".


Sean mengecup singkat bibir Allis lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Allis yang masih mematung di anak tangga.


"Hey bukankah kata Agatha dia temperamental dan sekarang dia ?mengapa sangat hangat dan juga romantis ?".* Batin Allis


"Sayang".


"Aunty".


"Mengapa harus aunty sayang, aku ibumu sekarang panggil mommy".


"Mommy".


Esmeralda memeluk sayang Allis, ia mengetahui semua tentang Allis dari Sean. Ia sampai menangis ketika mendengar betapa teganya ayah Allis padanya. Ia sampai berpikir bisa-bisanya di dunia ini ada seorang ayah yang seperti itu Esmeralda tidak habis pikir.


"Kemana cucuku ?".


"Jhon ini menantu kita".


"Iya aku tahu sayang, tapi aku sedang mencari cucuku Ethan".


"Disini".


"Daddy jangan mengajarimu yang tidak-tidak, dia masih kecil".


"Tenanglah menantu".


"Dad aku peringatan dia sangat cepat tanggap jangan ajari yang tidak-tidak dad".


Jhon tidak mengindahkan peringatan Allis ia hanya berlalu menaiki tangga bersama dengan Ethan.


"Sudahlah jangan berteriak pada daddy-mu biarkan saja mereka, ayo kita membuat kue".


"Mommy tapi".


"Sudahlah Allis tidak apa-apa biarkan saja".


"Mommy".


"Sean sayang kamu hendak kemana ?".


"Andrew sedang menunggu di luar mom".


"Hey kalian ini masih jadi pengantin tidak usah bekerja".


"Mommy biarkan saja dia pergi".


"Tidak, kalian masih pengantin baru".


"Istriku saja membiarkannya mom".


"No no sayang, Allis cegah suamimu pergi".


"Tidak mom, biarkan saja mungkin memang ada urusan penting".


"Baiklah mom aku pergi, istriku".


Sean mengecup kening Allis lalu berlalu pergi meninggalkan rumah. Terdengar suara mesin mobil yang dinyalakan dan perlahan menjauh.


"Mommy bolehkah aku bertanya ?".


"Bertanyalah sayang, katakan".


"Apakah dia memang sehangat itu pada semua orang ?".


"Siapa ? suamimu Sean ?".


"Humm".


"Dia tidak sehangat ini Allis aku saja sampai bingung dengan perubahannya, siapa yang tidak tahu dia, dia pria dingin dan sangat tidak peduli, dalam satu pekan ini mengapa dia menjadi orang lain dia berbeda Allis bahkan aku saja tidak mengenalinya".


"Dia temperamental kan ?".


"Iya begitulah, banyak orang yang mengatakan seperti itu bahkan Agatha juga namun dia tidak seperti yang orang lain pikirkan, dia adalah orang paling peduli pada keluarganya setelah daddy-nya".


"Aku jadi ngeri mom"


"Kau tidak melihat setulus apa dirinya padamu ?".


"Namun mom haruskah aku jujur padamu, sebenarnya aku tidak bisa mempercayai putramu a-aku aku masih takut jika tiba-tiba semuanya meninggalkan aku".


"Percaya padaku putra mommy tidak seperti pria yang pernah kau kenal diluaran sana".


Esmeralda mengerti perasaan Allis ia pun sangat bisa merasakan sedih Allis. Allis memeluk tubuh Esmeralda entahlah dia merasa begitu nyaman di dekat wanita paruh baya itu. Esmeralda mengusap kepala Allis dengan penuh rasa sayang. Dia berdaptasi dengan sangat cepat.


"Acara pesta kalian ? apakah kau mau melakukannya ?".


"No mom, aku saja meminta Sean untuk menyembunyikan pernikahan ini namun anehnya dia malah mengumbarnya dengan mengundang semua kolega bisnisnya".


"Kau kesal"


"Sangat mom, aku sangat kesal padanya".


"Itulah putra mommy selalu melakukan apapun yang ia inginkan".


"Wah wah lihatlah sekarang posisiku tersingkirkan begitu saja oleh pendatang baru".


"Sayangku cinta mommy padamu tidak akan pernah putus sepanjang masa sayang".


"Mommy dan kakak ipar masak apa ?".


"Hey berhentilah memanggilku kakak ipar aku merasa aneh".


"Memang kau kakak iparku kan".


"Dimana daddy ?".


"Sedang bermain bersama Ethan di ruang kerjanya".


"Wah satu persatu posisiku mulai tersingkirkan disini".


"Baiklah sepertinya Ethan mengibarkan bendera perang denganku jadi aku harus mengibarkan bendera perang juga".


"Bye mom kakak ipar aku akan mencari kakek dan cucu itu".


"Lihatlah kue itu sepertinya sudah matang".


"Sepertinya iya mom".


.


.


.


"Kenapa ini Mr Sean ? kenapa tiba-tiba anda sudah menikah begini ? bagaimana nasib putriku ?".


"Keluargaku sudah membicarakannya denganmu tuan Jackson".


"Tapi saya tidak akan pernah setuju".


"Apa yang membuatmu begitu mempertahankan pernikahan ini ? Apakah ada niat terselubung anda tuan Jackson ?".


"T-tidak siapa yang bilang begitu"


"Cihh lihatlah wajah takutmu".* Batin Sean.


"Syukurlah jika begitu".


"J-jadi bagiamana dengan bisnis besar itu Mr Sean, apakah kita ?".


"Ahh untuk itu aku lupa mengabarkannya bisnis itu ayahku mengundurnya sampai tahun depan".


"Ashh syukurlah".


"Mr Sean kau sudah benar-benar menikah ?".


"Hmm".


"Bisakah kau menjadikan putriku jadi yang kedua tidak apa-apa asalkan dia menikah denganmu".


🌼 Bersambung 🌼


Hallo up lagi kakak-kakak readers selamat membaca semuanya btw selagi mimin belum update di lapak ini silahkan mampir ke lampak novel mimin satunya lagi yah _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.


Btw jangan lupa rutinitasnya setelah membaca tekan like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga follow akun mimin yah.


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨