
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi !!!
Sudah satu bulan lamanya perusahaan lebih tepatnya toko perhiasan milik Allis bekerja sama dengan perusahaan Sean. Hari ini kembali mereka mengadakan pertemuan. Namun sedikit kejanggalan dirasakan pada pertemuan kali ini dia dimintakan untuk langsung menuju ke rumah pribadi milik Sean.
Allis yang ini adalah Allis yang mulai bisa berdamai dengan masa lalu. Dia menerima serta siap melupakan masa lalu. Dia tak mau menjadi Allis yang egois namun untuk Ethan ia akan menjadi pribadi kemarin yaitu Allis yang egois.
"Inikah tempatnya oh God sepertinya ini istana".*batin Allis
Allis melajukan mobilnya menuju ke gerbang. Alat deteksi otomatis untuk pembuka gerbang memeriksa wajahnya namun sepertinya pintu gerbang itu tak kunjung terbuka.
Tiba-tiba beberapa orang pria mengenakan baju khusus untuk satpam buru-buru membukakan pintu gerbang untuknya. Allis mengangguk kecil serta tersenyum kepada mereka yang dibalas dengan anggukan kecil juga.
"Mengapa sangat aneh mereka tak melihat wajahku apakah aku terlalu jelek".*Batin Allis.
"hey apakah kau melihatnya ?".
"Tidak, lihatlah aku mengenakan kacamata hitam".
"Kau sangat beruntung".
"Mengapa kau tak meminta kami juga untuk mengenakan kacamata sepertimu itu ?".
"Aku tak tau, bukannya perintah itu tiba-tiba".
"Benar juga ya sudahlah yang penting kita tak melihat wajahnya, oh Tuhan semoga kami selamat nanti".
Allis turun dari mobilnya lalu berjalan menuju pintu utama. Allis menekan tombol bel di samping pintu. Beberapa saat kemudian pintu terbuka beberapa maid datang menyambutnya.
Mereka menyambut Allis dengan hangat dan juga dengan hormat. Allis terheran kedatangannya seperti sudah di nantikan. Namun ia tak berpikir lebih jauh mungkin mereka memperlakukan tamu sama saja tanpa terkecuali.
Mata Allis terpaku oleh sosok yang duduk dengan penuh wibawa di ruang keluarga. Auranya tak jauh beda dengan teman kerjanya saat ini. Allis sedikit gugup karena tiba-tiba ia merasakan aura intimidasi dari pria yang duduk didepan dengan wajahnya yang tertutup oleh selembaran koran.
"Duduklah".
Allis terkejut ia sampai tak bisa berpikir bahkan rasanya seperti orang bodoh. Allis bingung karena apakah ia yang dimintakan atau siapa ?. Pria itu perlahan menurunkan lembaran koran yang menutupi wajahnya. Ia melepaskan kacamata yang bertengger di hidungnya.
Umurnya sudah terbilang tua seperti berkepala tiga atau empat. Namun kharisma dan ketampanannya bagai tak rela meninggalkan wajah yang perlahan mengeriput itu. Sangat tampan, Allis sampai terkagum dipikir-pikir lagi pria tua yang didepannya melampaui ketampanan ayahnya.
"Duduklah nona"
"Ahh b-baik baik tuan".
"Siapa namamu ?".
"Allis tuan".
"Ada hal apa yang membuatmu datang kemari ?".
"Saya dimintakan oleh tuan rumah untuk mengadakan rapat di rumah pribadi beliau".
"Cihh anak nakal itu, rapat ? Di rumah pribadi ? Dengan seorang wanita dan hanya mereka berdua ? Alasan classic macam apa itu".*Batinnya.
"Aku pemilik rumah ini, namaku Jhon, Jhon Smith".
"Hah jadi ?".
"Minumlah walaupun seteguk".
Didepannya terhidang teh hangat teh khas dari Korea. Teh Nok-Cha nama Korea dari teh hijau atau green tea yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Allis meraih cangkir, menghirup dalam aroma teh lalu menyeruputnya.
"Pukul berapa rapat kalian akan dilangsungkan ?".
Allis melihat benda kecil nan cantik yang melingkar indah dipergelangan tangannya. Ia terkejut karena rencananya rapat akan dilangsungkan pukul sepuluh pagi namun ini sudah pukul sepuluh sepuluh menit.
"Sebenarnya tuan rapatnya dimulai pukul sepuluh tepat namun ini sudah pukul sepuluh lebih sepuluh menit namun tak kunjung ada notifikasi yang masuk untuk sekedar pemberitahuan".
"Permainan macam apa lagi ini".*Batin Jhon
Tiba-tiba sebuah notifikasi masuk kedalam handphone Jhon. Jhon meraih handphonenya yang berada di atas meja.
"Mintalah dia untuk membangunkanku". Isi pesan
"Anak nakal ini benar-benar menyusahkanku".*Batin Jhon
"Kabarnya asistennya sakit dan jika kau ingin semuanya berjalan sesuai dengan rencana kontrak kalian, tugas kau sekarang adalah bangunkan dia".
"Hah ????".
Allis terkejut dengan penuturan Jhon, ia tak habis pikir dengan si pemilik perusahaan itu. Yang benar saja ini sudah pukul sepuluh pagi dan dia belum juga terbangun. Ternyata ekspektasinya sudah jauh dari kenyataan.
"Saya ?".
Allis menunjuk kearah dirinya sendiri, menatap bingung kearah Jhon yang duduk dengan tenang.
"Benar".
"Saya bukan sekretarisnya tuan dan saya adalah klien yang baru saja bergabung dengan perusahaan anda dan ini bukanlah tugas klien tuan".
"I don't care, dia adalah tipe yang tak bisa mentolerir keterlambatan".
"Ini sangatlah tidak pantas tuan".
"Jika kau ingin kontrak kerja kalian berakhir ya sudah lakukan".
Allis duduk dengan kebingungan yang melanda pikirannya. Bukannya dia berstatus sebagai klien namun sekarang mengapa ia harus mendadak menjadi asisten pribadinya.
"Baiklah, kemana saya harus mencarinya ?".
"Bawa dia ke kamar tuan muda".
"Baik tuan besar".
🌼 Bersambung 🌼
Up lagi Wee ayo semangattin author dengan kasih like dan juga komentar jangan lupa kasih vote juga dan follow akun mangatoon author.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨