
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi....
Satu minggu telah berlalu tak satu pun yang mengetahui tentang kematian Lucas Andrews Jackson. Hanya Jhon dan Andrew dan juga anak buah Sean yang mengetahui hal itu.
Hari ini semua anggota keluarga berkumpul menjenguk Allis di rumah sakit. Sebenarnya Allis selalu menyakinkan dokter bahwa dia baik-baik saja. Dia ingin untuk kembali pulang karena ia begitu muak dengan bau obat yang begitu menyengat di indra penciumannya.
"Kau harus benar-benar pulih Allis baru kau bisa kembali".
"Tapi aku sudah sembuh total Agatha, aku sehat".
"Dimana Ethan ?".
"Sebentar lagi ia tiba Allis".
Obrolan-obrolan ringan begitu hangat merasuki hati Allis. Dirinya begitu bersyukur karena mendapati keluarga yang begitu menyayanginya. Ethan baru sampai dengan Andrew Sean memintanya untuk menjemput Ethan di rumah.
"Allis kami tidak bisa menginap, mom and dad akan kembali pulang".
"Tidak apa-apa mom, lagi pun aku sudah sehat sudah sembuh hanya kalian saja yang terlalu berlebihan".
"Suttt tidak ada yang berlebihan sayang ini untuk kesembuhan dirimu sayang".
"Bahkan jika kau menetap disini tidak akan pernah bisa menghabiskan uangku untuk membayar tempat ini".
"Itu karena rumah sakit ini milikmu daddy hah daddy payah".
"Ohh iya kah daddy lupa".
"Mr".
Andrew bergerak mendekati Sean yang tengah duduk di sofa. Dia membisikan sesuatu lalu Sean beranjak dari kursinya.
"Aku memiliki beberapa urusan penting, aku harus benar-benar menghadirinya".
"Pergilah kak lagi pula keberadaanmu disini hanya untuk merusak pemandangan saja".
"Agatha kau diamlah disini jangan pernah kemana pun ingatlah itu".
"Iya iya kak".
"Para bodyguard sedang berjaga diluar sana kau tidak perlu khawatir".
"Baik dad".
Jhon, Esmeralda, Sean dan Andrew meninggalkan ruangan Allis. Hanya Agatha, Ethan dan juga Allis masih tertinggal. Mereka pun mengobrol dengan biasa Ethan hanya bisa mendengarkan saja.
"Aduhh mengapa tiba-tiba perutku menjadi sakit begini ?".
"Kau kenapa Agatha ? Apakah kau baik-baik saja ?".
"Tidak, perutku mendadak mulas".
"Kau ingin buang air besar kah Agatha ?".
"Mungkin, aku akan ke toilet kau istirahatlah".
"Baiklah Agatha, cepatlah".
"Humm".
Agatha buru-buru berlari menuju ke toilet dia rasa hari ini ia tidak pernah salah makan. Namun mengapa dirinya mengalami hal semacam itu. Sepuluh menit berlalu Agatha menyelesaikan hajatnya dia pun keluar.
"Allis kau ta-".
"Hey kemana Allis ?".
"Kemana manusia itu ?".
Agatha berjalan dengan cepat menuju balkon mencari Allis. Namun dia tidak menemukan keberadaannya. Berlari keluar melihat ke kanan dan ke kiri. Dia berpikir mungkin Allis tengah jalan-jalan di taman.
Dia menekan lantai dasar pada nomor lift menekan-nekan berulang kali saking ia tak sabaran. Sampai di lantai dasar ia langsung berlari-lari kesana kemari mencari keberadaan Allis. Namun nihil dia tidak kunjung menemukannya.
Hingga beberapa orang kakaknya menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi.
"Cepatlah cari nyonya Allis, nyonya Allis hilang".
Entah dari mana datangnya pria berbadan besar itu. Mereka berpencar kesana kemari mencari keberadaan sang nyonya. Agatha mengigit kukunya sekarang tamatlah riwayat hidupnya. Dia akan diamuk habis-habisan oleh keluarganya.
"Matilah aku, kemana kau Allis ?".*Batinnya.
Agatha kembali ke lantai atas ke kamar Allis. Dia mondar-mandir di pintu lalu akhirnya memutuskan untuk menelpon ibunya. Dia pun mengatakan apa yang terjadi disana. Lalu Esmeralda mengatakan akan segera kesana secepatnya.
"Tutup semua pintu keluar dan masuk".
"Tidak, tidak kau tidak bisa melakukan itu".
"Tidak nona muda, jika kita tidak menutupnya mereka akan dengan mudah membawa nyonya kabur".
"Tapi kau tidak bisa melakukannya, ini rumah sakit bukan tol jalan raya, banyak orang yang berlalu lalang untuk menyelamatkan nyawa orang".
"Namun nona muda".
"Tidak ada tapi-tapian kau tidak boleh melakukannya, ingat cari Allis sampai ketemu".
"Tunggu dimana Ethan tadi ia berada bersama dengan Allis ?".
"Ahhh sial".*Batin Agatha
"Sepertinya mereka membawa Allis dan Ethan".
"Cari Allis dan tuan muda sekarang, geledah semua tempat disini".
"Dan ingat jangan pernah kalian menutup pintu keluar dan masuk".
"Baik nona muda".
Benar saja tak lama kemudian mobil yang Jhon kendarai sampai di parkiran rumah sakit. Tak berselang lama mobil Sean pun sampai. Terjadi kebisingan dan juga kekacauan yang begitu besar disana.
"Andrew, kau ikut dengan mereka".
"Baik Mr".
Para pasien sama-sama terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi. Ada yang berteriak bahkan sampai menangis ketika pria berbadan besar-besar masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Namun siapa peduli mereka hanya ingin menemukan nyonya mereka dan putra tuan mereka.
BRAKKK
"Kakak hiks hiks hiks maafkan aku".
Agatha langsung berlutut di bawah kaki Sean dirinya benar-benar ketakutan. Jhon dan Esmeralda menarik tangan Agatha membantu Agatha bangun dan menguatkan putri mereka.
"Kakak maafkan aku, aku tidak melakukan apa pun aku bersumpah kak aku benar-benar tidak melakukan apa pun".
"Tenanglah sayang, jelaskan semuanya dengan hati-hati".
"Mommy sungguh aku tidak melakukan apa pun".
"Daddy ayo bantu aku menjelaskannya pada kakak".
"Kau harus bertanggung jawab Agatha".
"Kakak sungguh aku tidak melakukan apa pun ku mohon".
"Katakan Agatha".
"A-aku pergi ke toilet tadi dan".
Agatha menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir. Sean mendengarkan dengan seksama tak ada yang janggal dari semua cerita Agatha. Akankah orang tua Lucas yang melakukannya ?.
"Andrew geledah semua tempat cari dan temukan mereka".
"Baik Mr".
"Sean cctv, kita harus memeriksa cctv".
Sean tanpa mengatakan apa pun dia segera bangkit. Jhon mengikutinya dari belakang sampai pada ruangan khusus. Tempat yang dimana kita bisa melihat semua rekaman cctv dari segela penjuru.
"Putar rekaman cctv dalam sepuluh menit yang lalu".
"Tuan besar selamat datang".
"Tunjukan rekaman itu cepatlah".
Penjaga pun segera menekan-nekan tombol yang ada pada keyboard. Lalu menampilkan semua rekaman pada jam yang disebutkan oleh Sean.
"Kamar xxxx kita harus melihat rekaman itu".
"Baik tuan besar".
Sesuai perintah penjaga memperlihatkan rekaman pada jam itu. Namun malang rekaman itu mendadak buram lalu hitam. Entah apa yang terjadi mereka tidak melihat apa pun pada layar.
"Sial mereka melakukannya dengan sempurna".*Batin Sean.
"Koridor belakang dan koridor depan yang menuju ke kamar xxxx"
"Semuanya gelap tuan besar".
"Taman belakang ?".
"Ini tuan besar".
Hanya itu kah petunjuk mereka saat ini rekaman cctv yang ada pada taman belakang dan juga depan resepsionis rumah sakit. Tak ada yang mencurigakan semuanya nampak biasa-biasa saja. Tidak ada pergerakan yang canggung diantara semua orang. Sungguh Sean dibuat pusing tujuh keliling Sean meremas rambutnya frustasi.
"Apa lagi ini ?".* Batinnya.
"Andrew kau menemukan sesuatu yang mencurigakan disana ?".
"Tidak Mr".
"Sial aku kecolongan lagi".*Batin Sean mengumpat.
"Cari disemua penjuru rumah sakit ini, aku yakin mereka belumlah jauh, bawa anak buahmu menuruni jalan raya mereka pasti belum jauh".
"Baik Mr".
.
.
.
"Kau yakin kita akan melakukan ini ? apakah kau tidak apa-apa meninggalkan semua ini ? kebahagiaan ini ? kasih sayang yang kau dapatkan ?".
"Aku yakin".
"Kau benar-benar tidak menginginkan kasih sayang itu lagi ?".
"Kemudikan saja mobil ini dengan benar sebentar lagi kita akan tiba".
"Sungguh aku tidak menyangka jika kami harus ada di titik ini, meninggalkan semua orang dan juga kebahagiaan, aku bahkan tidak menyangka bahwa kau orang yang memutuskan untuk meninggalkan semua ini, aku bahkan rela untuk kehilangan kehidupanku jika itu bisa menerbitkan sebuah senyuman di bibir manismu sayang, maafkan aku karena kau terlahir dari orang yang tidak sempurna sepertiku".* Batinnya.
Mobil hitam itu menembus jalanan kota yang begitu ramai. Yang menjadi tujuan utama mereka adalah bandara. setelah tiga puluh menit mengendarai mobil mereka sampai di bandara.
"Gantilah pakaian mu dengan ini, aku akan menunggumu di luar".
"Hah baik baik".
"Bahkan kau telah menyiapkan semuanya dengan sempurna, apakah hidupmu begitu berat selama ini ? atau aku yang memberatkan hidupmu".*Batinnya.
"Cepatlah waktu kita tidak banyak lima belas menit lagi pesawat kita akan terbang".
Tak berselang lama setelah mereka melakukan boarding. Mereka dipersilahkan untuk memasuki pesawat dan duduk sesuai dengan nomor kursi masing-masing.
..."Ladies and gentlemen, welcome onboard 123A with service from xxx to xxxx. We are currently third in line for take-off and are expected to be in the air in approximately five minutes time....
We ask that you please fasten your seatbelts at this time and secure all baggage underneath your seat or in the overhead compartments. We also ask that your seats and table trays are in the upright position for take-off.
Please turn off all personal electronic devices, including laptops and cell phones. Smoking is prohibited for the duration of the flight. Thank you for choosing Mountain Airlines. Enjoy your flight".
"Semuanya berakhir, selamat tinggal Agatha, Mom dan daddy dan juga Sean".
🌼 Bersambung 🌼
Hallo up lagi kakak-kakak readers selamat membaca semuanya btw sembari menunggu mimin update terbaru ayo mampir ke lapak novel mimin yang satu lagi _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ bantu mimin mendapatkan reward 🙏🥺.
Btw selepas membaca jangan lupa rutinitasnya klik like, komen, tekan favorit dan berikan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa untuk follow akun mimin yah.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨